MAKALAH KELOMPOK 4
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Metodologi
penelitian merupakan sekumpulan peraturan,
kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi
juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode.Penelitian merupakan
suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan,
juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki
masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat
penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong
penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang
berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing.
Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu
bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha
untuk mengetahui sesuatu.Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan
pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi
untuk melakukan penelitian
Dalam
melakukan sebuah penelitian diperlukan adanya data-data yang digunakan untuk
membuat suatu kesimpulan akhir dimana apakah penelitian yang kita lakukan
tersebut dapat diterima atau tidak dapat diterima. Data-data yang biasanya kita
kumpulkan pasti memerlukan suatu pencarian yang digunakan untuk mengumpulkan
suatu informasi atau biasa disebut dengan eksplorasi.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A.
Pengertian
Eksplorasi
Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan
dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (eksplorasi minyak bumi), gas alam, batubara, mineral, gua, air, ataupun informasi.
Pengertian eksplorasi di "Abad Informasi dan Spiritual" saat ini,
juga meliputi tindakan pencarian akan pengetahuan yang tidak umum atau pencarian akan pengertian
metafisika-spiritual; misalnya tentang kesadaran
(consciousness), cyberspace atau noosphere. Istilah ini
dapat digunakan pula untuk mengambarkan masuknya budaya suatu masyarakat untuk
pertama kalinya ke dalam lingkungan geografis atau budaya dari masyarakat
lainnya. Meskipun eksplorasi telah terjadi sejak awal keberadaan manusia,
kegiatan eksplorasi dianggap mencapai puncaknya pada saat terjadinya Abad Penjelajahan, yaitu
ketika para pelaut Eropa menjelajah ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan
berbagai daerah dan budaya baru.
Eksplorasi dalam dunia pertambangan adalah
suatu aktivitas untuk memperoleh informasi secara rinci dan teliti tentang
lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumberdaya terukur dari bahan
galian disuatu wilayah.
Konsep eksplorasi : Jika seseorang mencari sesuatu mau tidak mau secara sadar atau tidak tentu harus mempunyai bayangan dulu, apa yang akan dicarikan, dimana dia akan mencarinya dan bagaimana dan pakai alat apa dia akan mencarinya. Menurut Thomas Kuhn, 1962 dalam bukunya “The Structure of Scintific Revolution” mengatakan bahwa jika seseorang akan mencari sesuatu sadar atau tidak dia harus sudah mempunyai suatu model dari benda yang dicarinya itu, serta model dimana benda tersebut akan didapatkan. Dengan demikian pula untuk melakukan eksplorasi yaitu pencaharian suatu cebakan mineral seorang explorator sudah harus mempunyai bayangan apa yang akan dicarinya itu, di daerah mana akan dicarinya dan metode apa serta sistem yang efektif bagaimana yang harus digunakan, dengan kata lain seorang eksplorator harus mempunyai konsep. Maka konsep eksplorasi adalah terdiri dari model dari yang dicari, model dari daerah yang dicari dan berdasarkan model ini ia akan menggunakan sistem pencaharian.
Metoda eksplorasi adalah cara yang secara fisik menentukan langsung ataupun tidak langsung keberadaan adanya suatu gejala geologi yang dapat berupa tubuh suatu endapan mineral ataupun satu atau lebih petunjuk geologi. Metoda eksplorasi berkembang pesat dengan munculnya teknologi baru dalam bidang metoda eksplorasi seperti dalam metoda geofisika, geokimia maupun dengan munculnya komputerisasi.
Konsep eksplorasi : Jika seseorang mencari sesuatu mau tidak mau secara sadar atau tidak tentu harus mempunyai bayangan dulu, apa yang akan dicarikan, dimana dia akan mencarinya dan bagaimana dan pakai alat apa dia akan mencarinya. Menurut Thomas Kuhn, 1962 dalam bukunya “The Structure of Scintific Revolution” mengatakan bahwa jika seseorang akan mencari sesuatu sadar atau tidak dia harus sudah mempunyai suatu model dari benda yang dicarinya itu, serta model dimana benda tersebut akan didapatkan. Dengan demikian pula untuk melakukan eksplorasi yaitu pencaharian suatu cebakan mineral seorang explorator sudah harus mempunyai bayangan apa yang akan dicarinya itu, di daerah mana akan dicarinya dan metode apa serta sistem yang efektif bagaimana yang harus digunakan, dengan kata lain seorang eksplorator harus mempunyai konsep. Maka konsep eksplorasi adalah terdiri dari model dari yang dicari, model dari daerah yang dicari dan berdasarkan model ini ia akan menggunakan sistem pencaharian.
Metoda eksplorasi adalah cara yang secara fisik menentukan langsung ataupun tidak langsung keberadaan adanya suatu gejala geologi yang dapat berupa tubuh suatu endapan mineral ataupun satu atau lebih petunjuk geologi. Metoda eksplorasi berkembang pesat dengan munculnya teknologi baru dalam bidang metoda eksplorasi seperti dalam metoda geofisika, geokimia maupun dengan munculnya komputerisasi.
Dalam konteks riset ilmiah,
eksplorasi adalah salah satu dari tiga bentuk tujuan riset, sedangkan tujuan
lainnya ialah penggambaran (deskripsi) dan penjelasan (eksplanasi). Dalam hal ini,
eksplorasi adalah usaha untuk membentuk pengertian umum dan awal terhadap suatu fenomena.
B.
Fase
Eksplorasi Strategi Pencarian
Tujuan riset eksplorasi dalam suatu
proyek adalah untuk mencapai hal-hal berikut:
§ Mengembangkan
pemahaman tentang dilema manajemen.
§ Mencari
langkah-langkah yang pernah diambil oleh orang lain dalam menyelesaikan masalah
yang mirip dengan dilema manajemen atau
pertanyaan manajemen yang sedang
dihadapi.
§ Mengumpulkan
informasi latar belakang topik untuk menyempurnakan pertanyaan riset.
§ Mengindentifikasi
informasi yang harus dikumpulkan untuk memformulasikan pertanyaan investigasi.
§ Mengindentifikasi sumber-sumber serta pertanyaan aktual yang
mungkin digunakan sebagai pertanyaan pengukuran.
§ Mengindentifikasi
sumber-sumber serta kerangka contoh aktual yang mungkin digunakan dalam desain
contoh.
Pada sebagian besar kasus, fase
eksplorasi dimulai dengan pencarian literatur berupa tinjauan buku, artikel
pada jurnal atau literatur profesional yang berkaitan dengan dilema manajemen.
Pencarian literatur mensyaratkan penggunaan katalog perpustakaan online dan
satuatau lebih basis data biliografi atau indeks. Untuk beberapa topik tertentu,
akan lebih baik bila pertama-tama mengacu pada buku pegangan atau ensiklopedi
khusus untuk mengembangkan daftar istilah penting, daftar orang atau kejadian
yang mempengaruhi topik dan juga untuk menentukan publikasi dan pengarang yang
akan banyak digunakan. Materi referensi lainnya akan digabungkan kedalam
strategi pencarian sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pencarian literatur ini memiliki lima tahapan :
§ Mendefinisikan
dilema atau pertanyaan manajemen.
§ Mengacu
pada ensiklopedi, kamus, buku pegangan dan buku teks untuk
mengindentifikasi istilah penting, nama
orang, atau kejadian yang terkait dengan dilema manajemen atau pertanyaan
manajemen.
§ Gunakan
istilah penting, nama orang atau kejadian pada saat melakukan pencarian dengan menggunakan indeks, bibliografi dan
situs Web untuk mengindentifikasi sumber sekunder yang spesifik.
§ Pelajari
sumber sekunder spesifik untuk menguji relevansinya.
§ Evaluasi
seberapa jauh mamfaat dari masing-masing sumber dan kandungannya.
Hasil
yang diperoleh dan penelitian literatur mungkin sudah merupakan jawaban dari
dilema manajemen. Jika demikian halnya, tidak dibutuhkan riset lebih lanjut,
akan tetapi sering kali pertanyaan manajemen tetap tidak terpecahkan, sehingga
keputusan untuk melanjutkan pencarian mengharuskan dibuatnya sebuah proposal
riset.
a.
Tingkatan
Informasi dan Jenisnya
Pada
saat mengeksplorasi masalah dan topik,
ada berbagai jenis sumber
informasi dimana yang satu lebih
berharga dari yang lain.
Adapun
sumber informasi pada umumnya dikatagorikan kedalam tiga tingkatan
§ Sumber
primer.
§ Sumber
sekunder.
§ Sumber
tersier
Sumber primer.Adalah karya
riset asli atau data mentah tanpa interpretasi atau pernyataan yang mewakili
suatu opini atau posisi resmi. Termasuk didalam sumber primer adalah memo
surat, wawancara atau pidato lengkap ( dalam bentuk audio, video, atau
tertulis) , hukum, peraturan keputusan pengadilan dan sebagian besar data
keluaran pemerintah seperti data sensus perekonomian dan tenaga kerja.
Sumber
primer merupakan data yang paling otoritatif karena informasi yang disajikan
belum pernah diolah atau ditafsirkan oleh pihak kedua. Informasi dan seluruh
sumber primer akan menjadi literatur sekunder yang mendukung riset orisinal
kita. Sumber internal data primer al : catatan, persediaan, data personalia, formulir
permintaan pembelian, diagram kontrol proses statistik dan data sejenis.
Sumber sekunder adalah
interpretasi dari data primer, ensiklopedi, buku, teks, buku pegangan, artikel
di majalah dan koran, dan sebagian besar pemberitaan dimedia massa dianggap
sebagai sumber informasi sekunder. Memang hampir semua materi referensi jatuh
kedalam katagori ini. Secara internal, ringkasan analisis penjualan dan laporan
tahunan investor adalah contoh dari sumber sekunder karena mereka dikumpulkan
dari berbagai sumber primer. Perusahaan yang mencari sumber sekunder dapat
memperolehnya baik dari dalam maupun dari luar, seperti yang digambarkan pada
peraga 7-2.
Sumber tersier merupakan interpretasi dari sumber sekunder
walau pada umumnya disajikan dalam bentuk indeks, bibliografi dan alat bantu
pencarian data (misal perangkat mesin pencari internet ). Semua informasi
tidaklah bernilai sama. Seperti yang ditunjukan oleh tingkatan sumber, maka
sumber primer memiliki nilai lebih
ketimbang sumber sekunder, sumber sekunder memiliki nilai lebih tinggi
ketimbang sumber nilai tersier.
Jenis
informasi yang paling sering digunakan oleh periset bisnis :
v Indeks dan Bibliografi
Adalah
koleksi utama dari perpustakaan karena sangat membantu dan mengindentifikasikan
dan menemukan lokasi suatu buku atau artikel jurnal dari jutaan yang telah
diterbitkan. Satu bibliografi yang
paling penting dalam suatu perpustakaan adalah katalog onlinenya. Informasi
pada katalog online ini dilengkapi dengan beberapa indeks dan bibliografi
khusus yang membahas topik topik bisnis tertentu. Indeks dan bibliografi juga
dapat membantu dalam melakukan pencarian literatur untuk menemukan pengarang
dan judul dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang sesuai dengan topik yang dicari.
v Kamus
Kamus
telah tersebar dimana-mana sehingga mungkin tidak perlu penjelasan lebih jauh
lagi. Dalam bisnis, sama dengan beberapa bidang lainnya, ada beberapa kamus
khusus yang menjelaskan kata, istilah, atau jargon yang khas untuk suatu
disiplin ilmu. Kamus juga tempat yang baik untuk menemukan akronim. Kini sudah
banyak kamus dan daftar istilah yang tersedia dalam Web. Salah satu contohnya
adalah milik Federal Reserve Bank di Chicago yaitu Glossaries of Financial
Terms. Salah satu contoh bisnis dalam bentuk cetak adalah Dictionary of Busines
and Management.informasi dari kamus dan daftar istilah ini dapat digunakan
untuk mengindentifikasi kata kunci untuk melakukan pencarian basis data online
atau cetak.
v Buku pegangan
Adalah
koleksi fakta-fakta khusus mengenai suatu topik. Buku pegangan sering sekali
menghadirkan angka statistik, petunjuk informasi, daftar istilah dan data lain
seperti hukum dan aturan yang terkait dengan bidang tertentu. Buku pegangan
yang paling baik adalah buku yang memasukan sumber referensi untuk fakta-fakta
yang disajikan Statistical Abstract of the United States mungkin adalah buku
pegangan yang paling baik dan yang paling sering digunakan. Buku tersebut
berisikan beragam fakta yang sangat luas, indeks yang rinci dan sempurna, serta
alur untuk mencari data yang lebih dalam untuk setiap tabel yang disajikan.
v Buku Petunjuk
Digunakan untuk menemukan nama dan
alamat serta data-data lainnya. Sementara sebagian besar buku petunjuk tersedia
disajikan dalam bentuk cetak, sedangkan buku petunjuk dalam bentuk digital yang
pencarian datanya hanya dengan memasukan karateristik tertentu atau disortir
dan kemudian direkam adalah jauh lebih bermanfaat. Buku petunjuk yang sangat
bermamfaat dan tersedia disebagian besar perpustakaan adalah dalam bentuk cetak
atau elektronik . contoh buku petunjuk elektronik adalah Encyclopedia of
Associantions , yang menyediakan suatu daftar organisasi publik dan profesional
serta lokasi dan nomor kontak mereka.
b.
Mengevaluasi
Sumber Informasi
Pada saat anda mulai mengumpulkan
informasi tentang topik tertentu, satu hal yang pasti anda perlu lakukan adalah
melakukan evaluasi sumber. pustakawan
mengevaluasi dan memilih sumber informasi didasarkan pada lima faktor, terlepas
apakah dalam bentuk cetak atau elektronik, yang dapat diterapkan disetiap
sumber. Kelima faktor itu adalah :
·
Tujuan
·
Cakupan
·
Otoritas
·
Audiensi
·
Format
Peraga
7-3 (pada lampiran) memberikan daftar prtanyaan-pertanyaan penting yang
diajukan periset pada saat menerapkan faktor-faktor diatas untuk mengevaluasi
sumber Web
Tujuan
Tujuan
dari suatu sumber Web adalah apa yang ingin dicapai oleh pengarangnya. Secara
umum, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memberi penerangan atau untuk
hiburan . diantara tujuan-tujuan untuk memberikan penerangan, sipengarang
mungkin mencoba untuk membangun kredibilitas, mengembangkan pengetahuan dalam
suatu bidang atau disiplin, membangun citra perusahaan dan pada beberapa situs
Web, untuk mengelola persediaan atau menjual barang. Sering kali untuk sumber –sumber yang bersifat kepemilikan,
tujuannya adalah untuk membuat proses pencarian menjadi lebih mudah bagi mereka
yang membeli sumber tersebut. Misalnya, tujuan dari suatu sumber adalah untuk
mengkonsolidasikan sumber-sumber periklanan di Web dan membuatnya tersedia para
siswa.
Jangkauan
Jangkauan
dari suatu sumber terikat erat dengan tujuannya. Kapankah tanggal penerbitannya
? berapa lama cakupan periode sumber ini ? Seberapa banyak dan seberapa dalam
topik yang dicakup ? Apakah materi yang dicakup bersifat lokal, regional, atau
internasional ? Apakah sumber tersebut bersifat bibliografi, dan seberapa
konfrenhensif ? jika sumber itu adalah sumber biografi atau suatu buku petunjuk
atau sebuah bibliografi, apakah kriteria untuk pencantuman ?
Jika
anda tidak mengetahui jangkauan suatu sumber informasi, anda mungkin akan
kehilangan informasi penting karena bergantung pada sumber yang tidak lengkap.
Otoritas
Pertimbangan
utama bagi para pengguna informasi adalah otoritas
dari sumber informasi. Seperti yang telah disebutkan diatas sumber primer
adalah yang memiliki otoritas paling tinggi. Bagi sebagian sumber informasi,
baik pengarang maupun penerbit adalah indikator dari otoritas pengarang harus
dicantumkan, baik dalam bentuk cetak dan elektronik. Catatan kaki harus diberikan jika dibutuhkan
, jika gelar yang dimiliki tidak ditampilkan, maka langkah yang terbaik adalah
memeriksa sumber biografis.Gelar yang dimiliki pengarang dapat berupa latar
belakang pendidikan, posisi, karya yang telah dipublikasikan dan dibahas.
Otoritas
juga berlaku pada sumber Web dimana setiap orang dapat melakukan posting apapun
juga.
Audiensi
Audiensi juga
merupakan faktor penting dalam mengevaluasi suatu sumber informasi, karena
terkait erat dengan sumber tersebut. Bagi beberapa sumber Web kadangkala sulit
untuk ditentukan siapa sebenarnya pembaca yang dituju, karena banyak situs Web
yang didesain untuk melayani ragam pembaca. Web terbuka bagi semua orang ,oleh
karena itu perencanaan Web harus kreatif baik dalam merangkul pembacanya maupun
dalam membawa pembaca menuju bagian-bagian dari situs Web yang sesuai dengan
pembaca tersebut.
Format
Faktor
format dapat berbeda antara sumber
satu dengan sumber lainnya namun secara umum berkaitan dengan bagaimana
informasi tersebut disajikan dan seberapa mudah untuk menemukan suatu informasi
tertentu.
Format
dari sumber elektronis atau web pada umumnya berkaitan dengan desain Desainer
Web berhadapan dengan berbagai macam tipe pencari informasi di internet,
pilihan komputer individual, berbagai macam kecepatan akses modem dan internet.
a)
Mencari
Data Bibilografi
Dalam sebuah basis data
bibliografi, masing-masing catatan sebuah cuplikan bibliografi dari suatu
artikel disebuah buku atau jurnal. Di perpustakaan universitas, katalog online
adalah contoh dari sebuah basis data bibliografi.
Proses pencarian basis data
bibliografi dan mendapatkan hasil merupakan hal mendasar bagi semua basis data.
Adapun prosesnya sebagai berikut :
· Pilih
satu basis data yang sesuai dengan topik kita.
· Buatlah
pertanyaan-pertanyaan ( juga disebut
dengan pernyataan pencarian ).
o
Periksa dan evaluasi hasil pencarian.
o
Modifikasi pertanyaan pencarian, jika
dibutuhkan.
· Simpanlah
hasil pencarian kita yang sangat berharga tersebut.
· Susun
kembali artikel yang tidak tersedia dibasis data.
· Padukan
hasil pencarian dengan informasi dari sumber Web.
Memilih Sebuah Basis Data
Sebagian besar dari kita memilih
dta yang paling mudah tanpa
jangkauannya, akan tetapi jika kita ingin mempertimbangkan isi dari
basis data, keterbatasan yang dimiliki serta kreteria pencarian data diawal
pencarian, hal ini akan menghemat waktu secara jangka panjang. Ingatlah bahwa
katalog online perpustakaan adalah sebuah sumber bibliografi yang akan membantu
mengindentifikasi buku dan mungkin media-media lain yang berkaitan dengan suatu
topik. Meskipun judul jurnal atau publikasi bulanan telah masuk dalam daftar
katalog online suatu perpustakaan, artikel dalam jurnal atau publikasi tersebut
jarang sekali diikut sertakan . oleh karena itu gunakan buku untuk informasi
yang lebih tua dan lebih menyeluruh. Sedangkan untuk informasi yang lebih kini
atau untuk informasi yang sangat spesifik gunakanlah artikelpada publikasi.
Pada umumnya seorang pustakawan akan menyarankan satu atau lebih basis data
yang sesuai dengan topik yang sedang dicari.
Menyimpan
Hasil Pencarian
Sementara keinginan untuk mencetak
mungkin sangat menggebu-gebu, tetaplah ingat bahwa jika menyimpan hasil
pencarian kedalam komputer maka kita
dapat melakukan kegiatan memotong dan memindahkan pernyataan, tabel dan
informasi lain kedalam proposal tanpa harus mengetiknya kembali.Terlepas dari
langkah mana yang diambil, pastikan bahwa kita menyimpan informasi bibliografi
untuk catatan kaki dan bibiliografi kita. Sebagian besar basis data menawarkan
pilihan untuk memberikan tanda pada hasil pencarian, mendowload atau mencetak
data secara sekaligus atau satu persatu.
Memanggil
Artikel
Bagi artikel onlineyang tidak
menyediakan format teks sepenuhnya, pemanggilan artikel pada umumnya
membutuhkan langkah lebih lanjut berupa pencarian katalog online perpustakaan (
kecuali ada hubungan langsung antara basis data dengan katalog ) untuk
menentukan apakah isu yang diinginkan tersedia dan diman letaknya. Sebagian
perpustakaan menawarkan jasa pengiriman dokumen untuk artikel-artikel yang
tidak tersedia. Sedangkan sebagian artikel terbitan akhir mungkin tersedia di
Web atau dapat dicari melalui penyedia jasa (ada biaya atas jasa ini ).
b)
Mencari
Informasi di Word Wide Web
Wordl Wide Web adalah sumber
informasi, bisnis dan hiburan yang sangat besar dan sangat sulit dan hampir
tidak mungkin untuk diabaikan. Jutaan halaman data tersedia untuk umum, dan besar dari Web bertambah dua
kali lipat setiap beberapa bulan. Akan tetapi mencari dan mengambil informasi
dari Web merupakan suatu upaya yang besar dan lebih problematis ketimbang
mencari dalam suatu basis data bibliografi. Di web tidak ada lapangan basis
data yang standar,tidak ada hieraki subjek yang didefinisikan dengan seksama
(disebut kosakata terkontrol),tidak ada referensi silang,tidak ada
sinonim,tidak ada criteria seleksi dan secara umum tidak ada aturan.
Web adalah sumber utama untuk
melakukan pencarian taktiknya adalah terus mencari sementara tetap focus pada
topic yang sedang dikerjakan.Pada model pencarian ,anda tidak memiliki target
tertentu.Anda mengikuti hubungan hypertext dari satu situs kesitus yamg lain
karena rasa senang yang ditimbulkan apabila menemukan sesuatu .Hal tersebut
dapat dianalogikan seperti berjalan-jalan cuci mata di pusat perbelanjaan atau
berkeliling melihat-lihat buku diperpustakaan.Kegiatan ini dapat menghasilkan
dan dapat juga tidak.Menelusuri web cenderung kurang efisien periset sering
bekerja dengan tepat waktu yang ketat,karena manjemen sering kali tidak dapat
menunda keputusan yang kritis.Oleh karena itu,periset jarang mendapatkan
kesenangan dari penelusuran yang tidak terarah. Tahapan dalam proses pencarian
web yang memunculkan perubahan perilaku yang dapat dilihat pada peraga 7-6
proses pencarian web dibandingkan dengan proses pencarian bibliografi (pada
lampiran).
Memilih Mesin Pencarian
atau Buku Petunjuk
Pencarian
informasi yang spesifik atau untuk suatu situs yang spesifik akan membantu
memecahkan pertanyaan manajemen yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang
lebih dalam ketimbang sekedar menelusuri semata.Mulailah dengan memilih satu
atau lebih mesin pencarian di internet.Karena mesin pencarian Web cukup beragam
maka beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:
·
Jenis sumber Internet yang dicakup
(http,telnet,usenet,ftp,dll)
·
Cara mereka melakukan pencarian pada halaman
Web (apakah setiap kata ?atau hanya judul atau kepala artikel saja?)
·
Jumlah halaman yang dimasukkan dalam
indeks
·
Pilihan pencarian dan penyajian yang
ditawarkan
·
Frekuensi informasi yang diperbaharui.
Disamping
itu,ada beberapa informasi yang dapat diindeks secara public melalui Web namun
sama sekali tidak dapat digali dengan menggunakan mesin pencarian Web yang ada
saat ini.Di antara beberapa materi yang terbuka bagi public tapi tidak diindeks
oleh mesin pencari adalah sebagai berikut:
·
Halaman yang merupakan kepemilikan
pribadi (yaitu berdasarkan pembayaran) dan /atau yang dilindungi oleh kata
kunci,termasuk isi bibliografi dan basis data lainnya.Beberapa basis data yang
dilindungi oleh kata kunci,seperti Thomas Register,sebenarnya gratis dan tersedia
bagi public setelah melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
·
Halaman yang dapat diakses hanya melalui
format pencarian (basis data),termasuk didalamnya sumber Web yang sangat
popular seperti catalog perpustakaan ,catalog e-com-merce (seperti lands’end ,Amazon.com
dan penawaran sejenis lainnya),serta catalog EDGAR dari Securities and exchange
commission.Jika kita ingin menemukan harga sebuah buku di
Amazon.com,pertama-tama kita harus menemukan Amazon.com,dan selanjutnya mencari
basis data untuk judul yang dicari.
·
Halaman yang didesain dengan buruk
·
Beberapa halaman non-HTML atau
nonplain-text ,khususnya file grafik PDF,yang tidak menawarkan alternative
teks.Halaman ini tidak dapat dipanggil sdengan menggunakan mesin pencarian yang
ada saat ini.
·
Halaman yang dikeluarkan oleh Robots
Exclusion Standard (biasanya diterapkan dengan file robots.txt).Standar ini
digunakan oleh administrator Web untuk memberitahu robot pengindeks bahwa
halaman tertentu telah berada diluar batas.Contoh yang sangat bagus tentang hal
ini adalah GPO access (dijelaskan dibawah ) GPO access adalah suatu sumber
informasi yang sangat ekstensif dari pemerintah Amerika.
Mesin
pencari,portal ,atau buku petunjuk yang anda pilih dapat ditetapkan dengan baik
berdasar pada sejauh mana hasil yang anda inginkan.Jika anda ingin menggunakan
beberapa situs besar saja ,maka mulailah dengan suatu buku petunjuk seperti di
Yahoo.Jika anda tertarik dengan informasi yang komprehensifan,gunakan lebih
dari satu mesin pencari.Berbagai macam model komponen perangkat lunak
memungkinkan mesin pencari untuk mencari dan menggali halaman Web.termasuk
didalamnya:
· Perangkat
lunak yang secara otomatis dapat mengirim robot pencari informasi, kadangkala
disebut spider,untuk menyisir Web dari satu server ke server yang lain untuk
membangun sebuah indeks kata-kata,halaman,dan file yang dapat diindeks secara
public.
· Alogaritma
yang menentukan bagaimana halaman tersebut adkan diseleksi dan diprioritaskan
dalam penyajian.
· Perangkat
interface pengguna yang menentukan pilihan pencarian yang tersedia bagi
pengguna.
Robot dapat dikirim untuk menjelajah Web bias secara
harian atau enam mingguan,sehingga bisa terjadi adanya halaman –halaman baru
yang tidak masuk kedalam indeks yang dikembangkan oleh mesin pencari
tertentu.Sebagian besar mesin pencari mencoba untuk memperbaharui indeksnya
paling tidak setiap bulan.
Alogaritma yang
digunakan oleh mesin pencari dapat berdampak besar pada jenis dan jumlah
informasi yang digali.Alogaritma pencari menentukan apakah setiap kata akan
dimasukkan atau hanya 50 kata teratas,dan apakah bobot lebih besar akan
diberikan pada kata-kata dalam metadata atau pada judul atau pada kata-kata
yang sering digunakan.
Portal,seperti
dicerminkan oleh namanya adalah pintu masuk menuju Web.Portal biasanya berisikan
buku petunjuk,mesin pencari dan fitur-fitur pengguna lainnya seperti laporan
cuaca dan berita.Sebagian besar penyedia jasa internet (ISP) adalah portal
menuju Web homepage AOL adalah salah satu contohnya.Portal ini menggunakan
inforamasi yang didasarkan pada perilaku berita sebelumnya untuk menentukan apa
yang akan ditawarkan pada layer pembuka.Bebrapa portal ISP saat ini menawarkan
pilihan bagi para pelanggan untuk mendesain secara pribadi portal dengan mesin
pencari yang dipilih sendiri oleh pengguna dan sumber sekunder.Sebagian besar
dari mesin pencari utama saat ini sebenarnya adalah portal menuju Web yang juga
memiliki mesin pencarian sendiri.portal khusus semakin popular belakangan
ini.Salah satu contoh portal khusus,portal industri ,menyajikan berbagai macam
sumber berkaitan dengan suatu industri tertentu.Competia Express,situs
intelijen bersaing (http:// www.competia.com
/express /indeks.html),menawarkan portal industri dari berbagai macam industri.
Tentukan
Pilihan Pencarian
Hampir
seluruh layanan pencarian memiliki tombol Help yang akan membimbing anda kepada
informasi tentang prosedur pencarian dan pilihan dari mesin pencari
tersebut.Bagaimanakah cara kerja mesin pencari ? dapatkah anda menggabungkan istilah
dengan menggunakan operator Boolean (AND,OR,NOT) atau konektor lain? Bagaimana
anda memasukkan frase ?menentukan tampilan hasil pencarian?sebagian mesin
pencari menyediakan pilihan pencarian dasar atau tingkat lanjut.
Bangun Pertanyaan Pencarian dan
Masukkan Itilah Pencarian
Web
bukanlah sebuah basis data,maupun memiliki perbendaharaan kata yang
terkontrol.Oleh karena itu Anda harus serinci mungkin menggunakan kata kunci
dalam pertanyaan manajemen dan variasi-variasiyang dapat anda pikirkan.Langkah
untuk mencari informasi dengan kata kunci mugkin membutuhkan beberapa kali uji
coba.Misalnya,suatu istilah yang umum (seperti bisnis) tidak akan bermanfaat
dalam suatu mesin pencari yang melakukan pengideksan berdasarkan setiap kata
dalam setiap dokumen.
Simpan Hasil Pencarian
Jika
telah menemukan informasi yang baik,anda perlu menyimpanya sebagai acuan di
masa yang akan datang sehingga dapat menyitirnya kedalam proposal atau pada
saat mengembangkan pertanyaan investigasi yang mengacu padanya.Jika anda tidak
menyimpan dokumen tersebut,anda mungkin harus melakukan pencarian sekali
lagi.Masalahnya di masa yang akan datang dokumen yang sama mungkin sudah tidak
akan tersedia dengan pertimbangan bahwa sebagian dari Web akan direvisi dan
diperbaharui setiap hari.
Lengkapi Hasil dengan Informasi
dari Sumber Non-Web
Masih
tersedia informasi dalam jumlah yang sangat besar di dalam buku,jurnal dan
sumber cetak lainnya yang tidak tersedia di dalam Web.Sementara sebagian
periset mulai dan berakhir di sini,sedangkan bagi periset senior tahu bahwa di
Web hanyalah salah satu dari pilihan penting yang ada.
Mencari
Informasi Spesifik dalam Web
Setelah mendefinisikan topic dan
menetapkan istilah pencarian,anda perlu menentukan apakah anda mencari suatu
situs yang spesifik (sesuatu yang telah diketahui) atau suatu alamat dari
seseorang atau institusi (siapa),lokasi dan lokasi geografis (dimana),atau
suatu topik (apa)
Pencarian
Sesuatu yang diketahui
Sama
seperti prsedur pencarian katalog online di perpustakaan yang beragam antara
sesuatu yang diketahui (pengarang atau judul pasti) dan pencarian yang
menggunakan kata kunci umum,demikian pula cara anda mengelompokkkan Web untuk
suatu hal yang pasti akan berbeda dengan pertanyaan yang lebih umum.Salah satu
yang pertama kali mengikuti perkembangan ini adalah mesin pencari google (http://www.gooogle.com/),yang memulai
debutnya pada tahun 1998.Sistem google juga menekankan pentingnya halaman yang
terhubung dalam algoritmanya.
Pencarian
“Siapa”
Dalam
pencarian “siapa”,anda mencari suatu alamat e-mail,nomor telepon,alamat di
suatu tempat atau alamat Web dari seseorang atau institusi.Pertama-tama anda
perlu mengidentifikasi sauatu basis data tersebut sesuai dengan prosedur
pencariannya.Mesin pencari web dan situs portal bermitra dengan info USA
(http:// www.info USA .com/) untuk memasok basis
data berupa nomor telepon untuk jasa buku telepon mereka.
Pencarian
“Dimana”
Pilihan
“dimana” adalah layanan pemetaan yang membantu anda menemukan suatu alamat pada
peta atau menemukan jalur suatu tempat ke tempat lain.Layanan pemetaan adalah
basis data.Basis data sangat canggih saat ini tidak hanya sekedar mewakili
data-data berupa angka.sebagian juga berisikan citra geografi rinci,seperti
yang disediakan oleh space imaging.Space imaging mengumpulkan dan atau
mendistribusikan gambar bumi dari satelit Indian Remote Sensing,satelit Landsat
milik Amerika,dan system radar pencitraan dari Kanada,Jepang dan Eropa.Kunjungi
galeri Space Imaging untuk melihat kejadian-kejadian dengan sudut pandang
berbeda.www.spaceimaging.com
Pencarian
“Apa”
Seperti
yang telah kami jelaskan,mesin pencari cukup beragam dalam cara mereka bekerja
dan dalam besarannya.Jika anda mencari suatu istilah yang tidak umum,pilih
salah satu mesin pencari yang lebih komprehensif,seperti Nortern Light (http://www.northernlight.com/) atau Alta
vista(http://altavista.digital.com/).Akan
tetapi umumnya akan lebih efisien jika pencarian dimulai dengan suatu buku
petunjuk seperti Yahoo atau salah satu buku petunjuk yang lebih khusus pada
Web.Beberapa situs khusus yang bagus adalah Argus Clearinghouse (http://www.cleringhouse.net/) yang
menampilkan petunjuk subjek untuk lusinan topic yang disiapkan oleh pustakawan
dan para spesialis lainnya serta INFOMINE yang merupakan koleksi sumber
internet ilmiah dari university of California (http://infomine.ucr.edu/)
c)
Informasi
Pemerintah
Publikasi pemerintah ,khususnya
yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika,adaalh sumbetr wajib bagi beberapa
proyek riset bisnis.Badan-badan pemerintahan Amerika jika dianggap sebagai satu
kesatuan,adalah badan penerbit terbesar di seluruh dunia. Disebut demikian
karena pemerintah mengumpulkan dan menyediakan akses mengenai data
social,ekonomi,dan demografi.Pemerintah Amerika terus bekerja secara agresif
untuk membuat informasi yang dimiliki tersedia,bukan hanya melalui Depository
Library Program tetapi juga melalui pengembangan sumber elektronik.
Dua sumber yang paling baik
berkenaan dengan badan pemerintahan Amerika adalah:
·
Manual Pemerintah Amerika (diterbitkan setiap
tahun)
http:// www.gpoaccess.gov/gmanual/index.html
(direvisi setiap tahun)
·
Buku petunjuk kongres (diterbitkan
setiap tahun)
Informasi pemerintah berkenaan dengan
bidang –bidang penting ini dan informasi legal lainnya dapat diperoleh dengan
berkonsultasi dengan GPO Access (http://www.gpoaccesss.gov).Hal
yang sangat berharga dalam GPO Access adalah basis data yang mencakup
hokum,pertauran,debat dan publikasi kongres.Basis data utama di bidang hokum
dan regulasi adalah:
·
Rancangan undang-undang kongres menyediakan
berbagai rancangan undang-undang dari berbagai versinya.Hanya sebagian kecil
dari koleksi rancangan undang-undang tersebut yang akan menjadi hokum.Tetapi
topic yang dikoleksi dapat memberikan informasi tentang kecenderungan yang
sedang berkembang bagi periset bisnis.
·
Hukum politik menyediakan undang-undang
yang telah disahkan denagn cakupan waktu mulai tahun 1994 hingga saat ini.
·
Federal register “publikasi harian resmi
berisikan aturan-aturan yang diajukan dan pemberitahuan dari badan dan organisasi
pemerintah pusat,termasuk juga keputusan pemerintah dan dokumen presidensial
lainnya.
·
Code of Federal Regilations (SFR) suatu
kodifikasi dari aturan umum dan permanent yang awalnya dipublikasikan dalam
federal register oleh departemen dan badan eksekutif pemerintah pusat
Informasi mengenai statistic pemerintah
dapat diperoleh melalui konsultasi dengan sumber-sumber berikut:
·
Abstrak statistic Amerika (http://www.census.gov/prod/www/statistical-abstract-us.html)
·
Fedstats (federal statistic)(http://www.fedstats.gov)
·
Biro sensus Amerika(http://www/cencus.gov)
c.
Penambangan
Sumber Internal
Alogaritma rumit yang digunakan
dalam pengembangan data telah ada lebih dari dua decade Pemerintah Amerika
menggunakan perangkat lunak penambangan data yang disesuaikan dengan
menggunakan jaringan neural fuzzy logic,dan pengenalan pola untuk menangkap
adanya pelanggaran pajak penyadapan komuniaksi luar negeri dan proses gambar
satelit.Hingga saat ini perangkat penambangan data diatas tersedia hanya untuk
perusahaan atau badan yang sangat besar karena pertimbangan biayanya.
Dalam evolusi dari data bisnis
menjadi informasi,setiap tahapan baru dibangun dari tahapan yang
sebelumnya.Proses mendaptkan informasi dari data telah dilakukan di berbagai
industri selam bertahun-tahun.
Penemuan
Pola
Perangkat penambangan data dapat
deprogram secara teratur untuk mengolah basis data dan mengidentifiaksi
pola-pola yang sebelumnya masih tersembunyi.Data adalah menemukan pola
pembelian ritel (digunakan untuk manajemen persediaan),mengidentifiaksi
fluktuasi volume call center(digunakan untuk penunjukan tenaga pelaksana),dan
mencari lokasi data anomali yang dapat
mencerminkan kesalahan pemasukan data (digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan
akan pelatihan,evaluasi tenaga kerja atau keamanan).
Proses
Pengembangan Data
Penambangan data,seperti yang
dijelaskan pada peraga 7-12 (dalam lampiran) melibatkan lima tahapan proses:
·
Sampel:putuskan antara sensus dan data
sample
·
Eksplorasi: Identifikasi hubungan antar
data
·
Modifikasi:modifikasi atau transformasi
data
·
Model: kembangkan suatu model yang
menjelaskan hubungan data.
·
Ukur uji keakrutan model
Sampel
Periset harus memutuskan apakah akan
menggunakan keseluruhan data atau hanya sample dari data.Jika data yang
ditetapkan dalam pertanyaan tidak besar,jika kemampuan memproses tinggi,atau
jika memang penting memahami pola dari setiap catatan dalam basis data,maka
penggunaan sample tidak boleh dilakukan.Namun demikian jika gudang datanya
besar (hingga terabyte data),sehingga kemampuan memproses terbatas atau
keceapatan lebih penting ketimbang analisis yang lengkap,akan lebih bijaksana
untuk menarik sample.
Eksplorasi
Setelah mengambil sample data yang
dilakukan,tahap berikutnya adalah mengeksplorasinya secara visual atau
numerical untuk mencari tren atau kelompok.Baik eksplorasi visual ataupun
statistic (visualisasi data) dapat digunakan untuk mengidentifiaksi tren.Pada
saat melakukan eksplorasi periset juaga dapat melihat hal-hal yang menyimpang
sehingga diketahui apakah datanya perlu dibersihkan terlebih dahulu atau
kasusnya dihentikan,atau sample data dengan jumlah lebih besar dikumpulkan.
Modifikasi
Berdasarkan pada apa yang ditemukan
dalam tahap eksplorasi,data yang diperoleh mungkin perlu dimodifikasi.Jika
diperoleh suatu bentuk yang penting ,factor-faktor baru dapat diperkenalkan
untuk mengkategorikan data ke dalam kelompok ini.Disamping itu ,variable yang
didasarkan pada kombinasi anatr variable yang ada juga dapat ditambahkan
,dicatat,ditransformasi ,atau digugurkan
Model
Setelah data disiapkan,pembentukan
model mulai dialkukan.Teknik pemodelan dalam penambangan data meliputi jaringan
neural dan juga pohon keputusan,yang dibuat berdasarkan urutan,klasifikasi dan
estimasi,serta model berdasarkan genetika.
C.
Pengertian
Riset Kualitatif
Riset kualitatif terdiri dari suatu
“rangkaian teknik interpretasi yang akan menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan,
dan menjelaskan makna, bukan frekuensi, dari suatu kejadian dalam dunia sosial
yang kurang lebih terjadi secara alami. “ teknik kualitatif digunakan pada
tahap pengumpulan data dan analisis data dalam suatu proyek. Pada tahap
pengumpulan data, rangakain tekniknya antara lain kelompok focus, wawancara
mendalam individu, studi kasus, etnogarafi, teori berdasar, riset, dan
observasi. Pada saat analisis, periset kualitatif menggunakan analisis isi dari
material yang dicatat atau direkam yang diperoleh dari ungkapan pribadi
peserta, observasi perilaku, dan Tanya jawab paengamat, di samping studi atas
artifak dan penelusuran bukti dari lingkungan fisik.
Judith langer, seorang riset
kualitatif terkemuka, menjelaskan bahwa riset kualitatif adalah hal yang ideal
untuk dilakukan jika anda ingin mendapatkan perasaan, emosi, motivasi,
persepsi, “bahasa”konsumaen, atau perilaku yang menjelaskan diri.
Riset kualitatif mengambil data
dari berbagai sumber, termasuk beberapa sumber berikut ini :
-
Masyarakat ( secara individu dan
kelompok )
-
Organisasi atau institusi
-
Teks ( yang diterbitkan, termasuk yang
virtual )
-
Lingkungan dan latar belakng ( materi –
materi visual / sensorik dan maya )
-
Objek, artifak, produk media ( produk
tertulis / visual / sensorik dan maya )
-
Kejadian ( produk tertulis /visual /
sensorik dan maya )
Metode
riset kualitatif memiliki akar diberbagai ilmu, termasuk antropologi,
sosiologi, psikologi,bahasa, komunikasi, ekonomi, dan semiotik. Sebagian besar
manajer senior beranggapan bahwa data kualitaif terlalu subjektif dan rentan
terhadap kesalan manusia serta bias dalam pengumpulan data dan pemaknaannya.
Namun
demikian, saat ini semakin banyak manajer yang kembali menggunakan reknik ini
karena teknik kuantitafif tidak berhasil memberikan pandangan yang diperlukan
untuk membuat suatu keputusan bisnis yang bahkan lebih mahal lagi. Manajer
memecahkan masalah kepercayaan data kualitaitif dengan menggunakan metodologi
ilmiah.
Perbedaan riset
kuliatatif dan riset kuantitatif
·
Riset kuantitafif mencoba melakukan
pengukuran yang akurat terhadap sesuatu. Dalam riset bisnis, metodologi
kauntitatif biasanya mengukur perilaku, pengetahuan, opini atau sikap konsumen. Data kuantitatif sering
berisikan tanggapan peserta yang kemudian iberi kode kelompokan, dan dipserkecil
menjadi beberapa saja sehingga data tersebut dapat dimanipulasi untuk analisa
statistik.
·
Riset kualitatif kadangkala disebut
riset interpretasi karena berupaya mengembangkan pemahan melalui penjelasan
yang rinci sekali membangun suatu teori namun jarang mengujinya. Data
kualitatif adalah segala sesuatu yang berbentuk teks, psnjelasan rinci suatu
kejadian, situasi, dan interaksi, baik verbal atau visual, membentuk suatu
data.
D.
Proses
Riset Kualitatif
Proses
mengembangkan suatu proyek kualitatif mirip dengan proses riset. Ada tiga
perbedaan utama yang benar – benar mempengaruhi proses riset : ( 1 ) tingkatkan
pengembangan pertanyaan dalam hirarki pertanyaan riset manajemen sebelum
pelaksanaan riset kualitatif dijalankan, ( 2 ) persiapan peserta sebelum
mengalami riset, dan ( 3 ) sifat dan tingkatkan data yang diperoleh dari
pengarahan kepada pengamat atau pewawancara.
Sebagian
besar riset kualitatif melibatkan persiapan yang rinci bagi para peserta, yang
disebut dengan pra – latihan atau penugasan awal. Tahap ini sangat penting
karena adanya keinginan untuk mendapatkan rincian dan makna dari para peserta.
E.
Metodologi
Riset Kualitatif
Pengambilan Sampel
Ukuran
sampel untuk riset kualitatif berbeda sesuai dengan teknik yang digunakan
tetapi pada umunya kecil. Suatu studi kasus mungkin hanya melibatkan dua atau tiga kelompok fokus
atau beberapa puluh orang untuk wawancara mendalam.
Riset
kualitatif menggunakan pengambilan
sampel nonprobabilitas – dimana tidak dilakukan upaya yang cukup besar
untuk menadapatkan jumlah sampel yang mewakili. Beberapa jenis pengambilan
sampel nonprobabilitas yang umum :
-
Pengambilan sampel bertujuan. Periset
memilih peserta secara langsung berdasarkan karakteristik yang unik atau
pengalaman, sikap, atau persepsi mereka ; sejalan dengan terbentuknya kategori
peserta teoritis atau konseptual pada saat proses wawancara berkembang, periset
mencari peserta baru untuk mengantisipasi pola baru yang muncul.
-
Pengambilan sampel bola salju. Peserta
memberitahu kepada periset akan orang lain yang memilki karakteristik,
pengalaman, atau sikap yang mirip atau berbeda dari mereka.
-
Pengambilan sampel kemudahan. Periset
memilih dari individu – individu yang telah tersedia sebagai peserta.
Wawancara
Wawancara adalah
teknik pengumpulan data utama dalam metodolgi kuantitatif. Wawancara beragam
sesuai dengan jumlah orang yang terlibat dalam wawancara, tingkatan struktur,
kedekatan pewawancara dengan peserta, dan jumlah wawancara yang dilakukan
selama riset.
Periset
memilih baik wawancara tak struktural (
tidak ada pertanyaan khusus atau urutan topik yang akan didiskusikan, dimana
masing – masing wawancara disesuaikan dengan masing – masing peserta ; biasanya
dimulai dengan narasi seorang peserta ). Atau wawancara semi strukrural ( biasanya dimulai dengan beberapa
pertanyaan khusus dan selanjutnya sudut pandang masing – masing individu
sejalan dengan penggalian lebih jauh oleh pewawancara ) atau wawancara strukural ( sering
menggunakan petunjuk wawancara yang rinci, seperti pada sebuah kuesioner, untuk
mengatur urutan pertanyaan serta cara – cara khusus pengajuan pertanyaan, namun
pertanyaannya biasanya tetap terbuka ). Wawancara terstruktur memungkinan
perbandingan antar respons yang lebih langsung ; variasi pertanyaan dibatasi
dan oleh karena itu variasi jawaban diasumsikan nyata. Disamping itu, dalam
wawancara terstruktural, kenetralan pewawancara terus dipertahankan.
Sebagian
besar riset kualitatif didasarkan pada wawancara tak terstruktural atau semi
terstruktural. Wawancara tak terstruktural dan semi terstruktural yang
digunakan dalam riset kualitatif berbeda dari wawancara terstruktural pada
beberapa aspek antara lain :
-
Bergantung pada pengembangan dialog antara pewawancara
dan peserta
-
Membutuhkan kretivitas pewawancara yang
lebih tinggi.
-
Menggunakan keahlian pewawancara untuk
mendapatkan variasi data yang lebih banyak dan lebih luas.
-
Menggunakan pengalaman dan keahlian
pewawancara untuk mendapatkan jawaban sejelas – jelasnya dan lebih rinci.
Sebagian wawancara dilakukan dengan
tatap muka, dengan manfaat utama berupa kemampuan untuk mengamati dan mencatat
perilaku nonverbal maupun verbal. Akan tetapi wawancara juga sebenarnya dapat
dilakukan melalui telepon atau online. Wawancara dengan telepon atau online
membuka peluang dilakukannya wawancara dalam kerangka waktu yang sama namun
mencakup peserta dari wilayah geografi yang lebih luas. Menggunakan pewawancara
yang lebih segar dan lebih nyaman dalam melakukan wawancara sering dilakukan
dari rumah atau kantor akan meningkatkan
kualitas wawancara.
Teknik
Projektif
Karena periset sering kali mencari
makna yang tersembunyi atau disembunyikan, teknik projektif dapat digunakan dalam struktur wawancara. Beberapa tenik
yang digunakan antara lain sebagai berikut :
-
Asosiasi kata atau gambar
-
Pelengkap kalimat
-
Kartun atau gelembung kosong
-
Uji apersepsi Tematis
-
Pemilihan koraponen
-
Pemilihan sensori
-
Penjenjangan atau rantai manfaat
-
Latihan imajinasi
-
Alam semesta khayalan
-
Pengunjung dari planet lain
-
Personifikasi
-
Figure otoritas
-
Ambiguitas dan paradoks
-
Pemetaan semantic
-
Pemetaan merek
Latihan di atas kertas dapat
menggugurkan anggota atau kelompok yang kurang verbal. Teknik projektif dapat
meredam ketegangan yang disebabkan oleh topic yang sensitive atau dapat sanagat
bermanfaat pada saat perubahan fokus dalam wawancara sudah hampir tiba. Seorang
pewawancara yang terlatih sangat dibutuhkan jika riset yang dilakukan
membutuhkan penggunaan satu atau lebih teknik di atas dalam suatu wawancara
mendalam individu atau kelompok. Teknik – teknik di atas juga cukup menghabiskan
waktu jika digunakan, sehingga memeperpanjang jangka waktu wawancara individu
atau kelompok. Di samping itu juga akan memperpanjang waktu analisa data.
Kualifikasi
Pewawancara
wawancara membutuhkan seorang
pewawancara yang terlatih ( sering disebut sebagai moderator bagi wawancara kelompok ) atau keahlian yang diperoleh
dari pengalaman. Keahlian ini antara lain bagaimana membuat responden merasa
nyaman, menggali data dengan rinci tanpa membuat responden merasa terpaksa,
tetap netral sambil terus mendorong peserta untuk berbicara dengan terbuka,
mendengar dengan baik, mengikuti pola berpikir paserta, dan mendapatkan
pemahaman dari suatu dialog deskriptif yang rinci dan dilakukan selama berjam –
jam. Pewawancara ahli belajar untuk menggunakan kesamaan atau perbedaan dengan
yang diwawancarai untuk menggali informasi ; kesamaan digunakan untuk
menghantarkan simpati dan pengertian, sementara perbedaan digunakan untuk
mendemonstrasikan keberanian untuk mengerti dan empati. Seorang pewawancara
yang ahli haruslah seorang yang “cepat belajar”, seorang yang dapat menangkap
pengertian dari suatu isu tanpa harus memiliki pengalaman sebelumnya tentang
produk atau jasa yang dibahas atau menjadi seorang tenaga teknis ahli.
Pewawancara sesungguhnya bertanggung jawab untuk menciptakan pedoman wawancara
atau diskusi, suatu daftar atas topik-topik yang akan didiskusikan (wawancara
tak terstruktur), pertanyaan yang akan ditanyakan (semi terstruktur) dan dengan
urutan bagaimana (terstruktur).
Pewawancara sering kali harus
bertanggung jawab dalam menciptakan pertanyaan penyaring yang digunakan untuk
merekrut peserta riset kualitatif. Pra-wawancara ini menggunakan perangkat yang
mirip dengan kuesioner, yang disebut dengan saringan rekrutmen. Secara umum
pewawancara adalah seorang konsultan dengan tanggung jawab yang luas.
Wawancara Mendalam Individu
Wawancara
mendalam individu atau individu depth interview (IDI) adalah interaksi antara
seorang pewawancara dengan seorang peserta tunggal. Wawancara mendalam individu
biasanya membutuhkan waktu antara 20 menit (wawancara melalui telepon) dan 2
jam (wawancara tatap muka yang telah dijadwalkan sebelumnya), tergantung pada
isu atau topik yang dibahas dan metode berhubungan yang digunakan. Orang yang
diwawancara sering dilengkapi dengan prawawancara yang dikirim melalui pos,
fax, atau internet. Belakangan ini, teknologi mendorong digunakannya alat bantu
visual dan dengar pada saat wawancara, yang menciptakan suatu metodologi yang
dikenal sebagai wawancara langsung berbantuan komputer atau computer assited
personal interviews (CAPIs). CAPIs sering menggunakan wawancara mendalam
individu yang terstruktur atau semi terstruktur.
Peserta
wawancara mendalam individu biasanya dipilih bukan karena opini mereka mewakili
opini umum tetapi karena pengalaman serta sikap mereka yang mencerminkan
keseluruhan cakupan isu yang sedang dipelajari. Wawancara mendalam individu
biasanya direkam (audio dan atau video) dan kemudian diterjemahkan sehingga
dapat memberikan rincian yang kaya bagi periset, dan ini adalah sasaran dari
penggunaan metodelogi tersebut. Pewawancara juga diwawancarai untuk mendapatkan
reaksi pribadi mereka terhadap sikap, pemahaman, dan kualitas wawancara para
peserta. Wawancara mendalam individu membutuhkan waktu yang sangat banyak baik
bagi si pewawancara pada saat wawancara dilakukan. Sebagian responden mungkin
merasa lebih nyaman untuk mendiskusikan topik atau membagikan pengamatan,
perilaku, dan sifat mereka dengan satu orang saja, responden yang lain mungkin
lebih nyaman jika dilakukan dalam kelompok.
Wawancara Kelompok
Wawancara
kelompok adalah metode pengumpulan data dengan mengunakan pewawancara tunggal
dengan lebih dari satu peserta riset. Wawancara kelompok dapat dijelaskan oleh
ukuran kelompok atau komposisinya.
Dalam
hal komposisi, kelompok dapat berupa kelompok heterogen (berisikan individu
yang berbeda, beragam opini, latar belakang, tindakan) atau homogen (berisikan
individu yang mirip; pendapat, latar belakang, dan tindakan yang seragam).
Kelompok juga dapat berisikan pakar (individu yang sangat memahami isu yang
akan didiskusikan) atau bukan pakar (mereka yang sedikitnya memiliki beberapa
informasi yang dibutuhkan namun pada tingkat yang tidak diketahui).
Struktur
dan proses wawancara kelompok meliputi interaksi moderator dengan kelompok dan
pemeriksa kelompok untuk mengklarifikasi respon peserta. Moderator dapat
menciptakan batas pada hasil karena mengirimkan sinyal verbal ataupun nonverbal
bahwa suatu tanggapan lebih disukai dari tanggapan yang lain. Moderator juga
dapat mengarahkan diskusi hingga ke titik dimana sebenarnya tidak membantu
klien. Hanya dengan pelatuhan, dan pengalaman, yang dapat membantu pewawancara
mengatasi potensi kelemahan wawancara kelompok ini.
Periset
ahli membantu sponsor menentukan jumlah wawancara kelompok yang tepat yang akan
dilakukan. Jumlah kelompok ditentukan oleh:
· Cakupan
isu yang distudi. Semakin lebar isu, semakin banyak kelompok yang dibutuhkan
· Jumlah
segmen pasar yang berbeda. Semakin banyak jumlahnya dan semakin besar
perbedaannya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
· Jumlah
ide baru atau pemahaman yang diinginkan. Semakin besar jumlah, semakin banyak
kelompok yang dibutuhkan
· Tingkat
perincian informasi. Semakin rinci semakin banyak kelompok yang dibutuhakan
· Tingkat
perbedaan geografis atau etnis pada sifat atau perilaku. Semakin besar
pengaruhnya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
· Homogenitas
kelompok. Semakin tidak homogen, semakin banyak kelompok dibutuhkan.
Aturan
umumnya adalah tetap lakukan wawancara kelompok hingga tidak ada pemahaman baru
diperoleh. Sering sekali beberapa kelompok saja sudah mencukupi, atau kadang
kala jumlahnya meningkat menjadi 8 atau 12.
Kelompok Fokus
Kelompok
fokus adalah suatu panel yang umumnya terdiri dari 6 hingga 10 orang, dipimpin
oleh seorang moderator terlatuh, yang bertemu antara 90 menit hungga 2 jam.
Dalam sebuah riset, kelompok fokus sering menjadi unik karena keterlibatan
sponsor riset dalam prosesnya. Sebagian besar fasilitas wawancara memungkinkan
sponsor mengamati kelompok dan dinamika yang terjadi pada saat proses sedang
berjalan, mengamati pemahaman sendiri dari percakapan dan sinyal-sinyal
nonverbal yang diamatinya.
Kelompok
fokus biasanya selesai dalam tempo dua jam, namun dapat berkembang dari satu
hingga tiga jam. Kelompok fokus yang dijalankan lebih lama namun semakin
sedikit jumlahnya saat ini semakin banyak detemukan. Karena semakin lama,
dibutuhkan kegiatan yang dapat mengungkapkan perasaan, pengetahuan, dan
motivasi yang lebih dalam. Disamping sesi kreativitas yang menggunakan teknik
projektif atau melibatkan peserta dalam sesi menulis atau menggambar, atau
menciptakan penggabungan visual, kegiatan lain yang umum dalam kelompok fokus
adalah :
·
Asosiasi bebas “kata atau frase apa yang
muncul dalam benak Anda pada saat memikirkan X?”
·
Pemilahan gambar. Peserta memilih label
merek atau dengan cermat memilih citra yang berkaitan dengan kepribadian merek
berdasarkan kriteria yang dipilih peserta.
·
Pemilahan foto. Kepada peserta diberikan
foto orang, yang selanjutnya diberi pertanyaan : “Yang mana di antara
orang-orang ini yang...?” atau “Yang mana di antara orang-orang ini tidak...?”
·
Permainan peran. Dua atau tiga anggota
kelompok diminta untuk menanggapi pertanyaan berdasarkan pada pribadi mereka
atau peran yang mereka mainkan.
Kelompok
fokus sering digunakan sebagai teknik eksplorasi tapi dapat juga menjadi
metodologi utama. Pada kedua kasus tersebut, sebuah perguruan tinggi kecil
menggunakan kelompok fokus untuk mengembangkan rencana bagaimana menarik lebih
banyak pendaftaran mahasisiwa baru, dan sebuah rumah sakit darah menggunakan
kelompok fokus untuk meningkatkan sumbangan darah. Kelompok fokus sangat
bermanfaat dalam sekenario berikut ini:
·
Mendapatkan latar belakang umum tentang
suatu topik atau isu
·
Menghasilkan pertanyaan riset untuk
dieksplorasi melalui metodologi kuantitatif
·
Menerjemahkan hasil riset kuantitatif
yang telah diperoleh sebelumnya
·
Merangsang ide baru bagi produk dan
program
·
Menggarisbawahi bidang peluang yang
harus dikejar oleh manajer tertentu
·
Mendiagnosa masalah yang harus
dipecahkan manajer
·
Menciptakan kesan dan persepsi merek dan
ide produk
·
Menghasilkan suatu tingkat pemahaman
tentang pengaruh-pengaruh dalam dunia peserta.
Terdapat
bidang lain yang digunakan oleh wawancara kelompok fokus. Walaupun
bidang-bidang tersebut yang paling sering digunakan bersama kelompok fokus,
mereka juga dapat digunakan bersama jenis dan besaran wawancara kelompok yang
lain.
Kelompok Fokus Telepon.
Dengan fasilitas konfrensi telepon yang modern, kelompok fokus telepon dapat
dilakukan dengan efektif dalam situasi berikut ini:
a.
Pada saat tidak mudah untuk merekrut
peserta yang diinginkan, anggota kelompok elit dan responden yang sulit
ditemukan seperti pakar, profesional, dokter ahli, eksekutif papan atas, dan
pemilik toko.
b.
Pada saat kelompok ssaran jarang dijumpai,
“Kejadian yang jarang”. Atau secara geografis menyebar luas, direktur klinik
medis, selebrity, dan praktisi pedesaan
c.
Pada saat isunya sangat sensitif
sehingga penyamaran identitas dibutuhkan tetapi responden harus berasal dari
wilayah geografis yang lebar, orang yang menderita penyakit menular, orang yang
menggunakan produk yang tidak biasa digunakan, orang dengan penghasilan tinggi,
pesaing.
d.
Pada saat ingin melakukan beberapa
kelompok fokus saja namun harus mewakili keseluruhan wilayah.
Kelompok
fokus telepon biasanya lebih singkat dari kelompok tradisional, rata-rata
sekitar satu jam. Berlawanan dengan kelompok tatap muka, kelompok telepon yang
heterogen dapat lebih produktif. Orang dengan peran atasan-bawahan dapat
dibaurkan sepanjang mereka tidak berasal dari satu kota yang sama. Kelompok
fokus telepon cenderung efektif dalam kondisi berikut ini:
· Jika
peserta perlu memegang sebuah produk
· Pada
saat suatu objek diskusi tidak dapat dikirim melalui email
· Pada
saat sesi wawancara akan berlangsung lama
· Pada
sat pesertanya adalah kelompok anak-anak
Kelompok Fokus Online.
Suatu teknik yang sedang berkembang untuk riset eksplorasi adalah dengan
mendekati dinamika kelompok dengan menggunakan email, situs Web, Usenet
newsgroup, atau ruang bicara internet. Kelompok fokus ini juga terbukti efektif
untuk remaja dan kaum muda, juga untuk segmen pasar yang memiliki pekerjaan,
yaitu mereka yang nyaman dengan penggunaan komputer. Mereka menjadi sangat
berguna pada saat suatu aplikasi berbasis komputer, seperti perangkat lunak
atau permainan, menjadi topik diskusi kelompok.
Kelompok Fokus Konferensi Video.
Kelompok fokus ini adalah teknologi lain yang digunakan dalam wawancara
kelompok. Karena perusahaan dan universitas besar cenderung ingin memiliki
fasilitas konferensi video sendiri, maka sebagian besar kelompok fokus
konferensi video cenderung terjadi dalam kondisi demikian, karena itu membatasi
peserta hanya mereka yang memiliki akses pada fasilitas khusus ini.
Merekam, Menganalisis, dan
Melaporkan Wawancara Kelompok
Pada wawancara tatap muka, sebagian
moderator menggunakan kertas yang cukup besar yang ditempelkan di dinding ruang
untuk merekam tren; yang lain menggunakan buku catatan. Manajer fasilitas
membuat rekaman video dan pita audio agar dapat dilakukan analisa penuh
terhadap wawancara. Bagian verbal wawancara kelompok diterjemahkan bersamaan
dengan dilakukannya wawancara terhadap moderator dan ditambah pada catatan
moderator. Hal ini kemudian dianalisa di beberapa sisi kelompok fokus dengan
menggunakan analisis isi. Proses analilsis ini memberikan gambaran kualitatif
kepada sponsor riset tentang apa yang menjadi perhatian, ide, sikap, dan
perasaan responden. Gambaran awal isi wawancara kelompok sering sekali dibuat
dengan mnggunakan perangkat lunak komputer pada saat melakukan analisis isi.
Perangkat tersebut mencari frase dan kata yang umum, konteks, serta pola
ekspresi dalam catatan yang didigilitasi.
F.
Menggabungkan
Metodologi
Studi
Kasus
Studi kasus juga disebut dengan
riwayat kasus, adalah metodelogi riset yang sangat bermanfaat yang
menggabungkan wawancara individu dan (kadang kala) kelompok dengan analisis
rekaman dan observasi. Metodelogi studi kasus-atau laporan tertulis dari proyek
riset tersebut, sering disebut sebagai analisis kasus atau permulaan kasus-dapat
digunakan untuk memahami proses pemasaran tertentu.
Dalam studi kasus, peserta
wawancara diminta untuk menceritakan riwayat pengalaman mereka, pengalaman yang
dipilih adalah yang mewakili berbagai tingkatan dalam organisasi yang sama atau
perspektif yang berbeda dari situasi atau proses yang sama yang memungkinkan
adanya kedalaman perspektif. Fleksibilitas pendekatan studi kasus dan penekanan
pada pemahaman yang kadang kala disebut dengan deskripsi tebal. Pada saat
analisis, analisis kasus tunggal selalu dilakukan sebelum analisis lintas kasus
dilakukan. Penekanannya pada perbedaan apa yang terjadi, mengapa dan apa
dampaknya. Kesimpulan tertulis dilakukan setelah menyelesaikan studi kasus pada
beberapa organisasi atau situasi dan sifatnya spekulatif.
Riset Tindakan
Riset
tindakan didesain untuk menjawab masalah yang rumit, praktis, dan belum banyak
diketahui, belum ada solusinya. Oleh karena itu skenarionya dipelajari,
tindakan koreksi ditentukan, direncanakan dan diterapkan, hasil dari tindakan
diobservasi dan dicatat, dan tindakannya sendiri diukur apakah efektif atau
tidak. Proses tersebut diulang hingga diperoleh hasil seperti yang diharapkan,
namun sepanjang proses ada banyak hal yang dapat dipelajari tentang proses dan
tentang tindakan yang disarankan untuk dipelajari. Periset tindakan meneliti
dampak pemecahan masalah yang diharapkan.
Menyatukan Metode Kualitatif dan
Kuantitatif.
Triangulasi
adalah istilah yang digunakan utuk menjelaskan pengkombinasian dari beberapa
metode kualitatif atau pengkombinasian kualitatif dengan kuantitatif. Karena
adanya kontroversi seperti yang dijelaskan sebelumnya, studi kualitatif dapat
dikombinasikan dengan kuantitatif untuk meningkatkan kualitas riset, kususnya
pada saat studi kuantitatif mengikuti studi kualitatif dan menjadi alat
validasi atas temuan-temuan kualitatif. Empat strategi umum pengkombinasian
metodelogi dalam riset pemasaran:
·
Studi kuantitatif dan kualitatif dapat
dilakukan secara bersama
·
Studi kualitatif dapat dilakukan
sementara beberapa studi kuantitatif juga dilakukan, mengukur perubahan
perilaku dan sikap waktu demi waktu
·
Studi kualitatif dilakukan sebelum studi
kuantitatif, dan studi kualitatif kedua dilakukan setelah studi kuantitatif,
untuk mencari klarifikasi lebih lanjut.
·
Studi kuantitatif dapat mengikuti suatu
studi kualitatif
Sebagian
periset menyadari bahwa riset kualitatif dapat menutupi kekurangan riset
kuantitatif dan sebaliknya. Pemikir-pemikir jauh kedepan ini percaya bahwa
metodelogi tersebut saling melengkapi dan tidak saling bersaing.
KESIMPULAN
ü Tahap
eksplorasi dalam proses riset menggunakan data sekunder untuk mengembangkan
pemahaman dilema manajemen, mencari cara yang telah digunakan oleh orang lain
dan memecahkan masalah yang mirip dengan dilema manajemen, serta mengumpulkan
latar belakang informasi tentang topik untuk memperbaiki pertanyaan riset.
ü Riset
kualitatif berisikan suatu rangkaian teknik penerjemah yang berupaya
menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan, dan memberikan makna, bukan
frekuansi, dari fenomena sosial yang kurang lebihnya terjadi secara alami.
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Metodologi
penelitian merupakan sekumpulan peraturan,
kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi
juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode.Penelitian merupakan
suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan,
juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki
masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat
penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong
penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang
berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing.
Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu
bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha
untuk mengetahui sesuatu.Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan
pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi
untuk melakukan penelitian
Dalam
melakukan sebuah penelitian diperlukan adanya data-data yang digunakan untuk
membuat suatu kesimpulan akhir dimana apakah penelitian yang kita lakukan
tersebut dapat diterima atau tidak dapat diterima. Data-data yang biasanya kita
kumpulkan pasti memerlukan suatu pencarian yang digunakan untuk mengumpulkan
suatu informasi atau biasa disebut dengan eksplorasi.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A.
Pengertian
Eksplorasi
Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan
dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (eksplorasi minyak bumi), gas alam, batubara, mineral, gua, air, ataupun informasi.
Pengertian eksplorasi di "Abad Informasi dan Spiritual" saat ini,
juga meliputi tindakan pencarian akan pengetahuan yang tidak umum atau pencarian akan pengertian
metafisika-spiritual; misalnya tentang kesadaran
(consciousness), cyberspace atau noosphere. Istilah ini
dapat digunakan pula untuk mengambarkan masuknya budaya suatu masyarakat untuk
pertama kalinya ke dalam lingkungan geografis atau budaya dari masyarakat
lainnya. Meskipun eksplorasi telah terjadi sejak awal keberadaan manusia,
kegiatan eksplorasi dianggap mencapai puncaknya pada saat terjadinya Abad Penjelajahan, yaitu
ketika para pelaut Eropa menjelajah ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan
berbagai daerah dan budaya baru.
Eksplorasi dalam dunia pertambangan adalah
suatu aktivitas untuk memperoleh informasi secara rinci dan teliti tentang
lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumberdaya terukur dari bahan
galian disuatu wilayah.
Konsep eksplorasi : Jika seseorang mencari sesuatu mau tidak mau secara sadar atau tidak tentu harus mempunyai bayangan dulu, apa yang akan dicarikan, dimana dia akan mencarinya dan bagaimana dan pakai alat apa dia akan mencarinya. Menurut Thomas Kuhn, 1962 dalam bukunya “The Structure of Scintific Revolution” mengatakan bahwa jika seseorang akan mencari sesuatu sadar atau tidak dia harus sudah mempunyai suatu model dari benda yang dicarinya itu, serta model dimana benda tersebut akan didapatkan. Dengan demikian pula untuk melakukan eksplorasi yaitu pencaharian suatu cebakan mineral seorang explorator sudah harus mempunyai bayangan apa yang akan dicarinya itu, di daerah mana akan dicarinya dan metode apa serta sistem yang efektif bagaimana yang harus digunakan, dengan kata lain seorang eksplorator harus mempunyai konsep. Maka konsep eksplorasi adalah terdiri dari model dari yang dicari, model dari daerah yang dicari dan berdasarkan model ini ia akan menggunakan sistem pencaharian.
Metoda eksplorasi adalah cara yang secara fisik menentukan langsung ataupun tidak langsung keberadaan adanya suatu gejala geologi yang dapat berupa tubuh suatu endapan mineral ataupun satu atau lebih petunjuk geologi. Metoda eksplorasi berkembang pesat dengan munculnya teknologi baru dalam bidang metoda eksplorasi seperti dalam metoda geofisika, geokimia maupun dengan munculnya komputerisasi.
Konsep eksplorasi : Jika seseorang mencari sesuatu mau tidak mau secara sadar atau tidak tentu harus mempunyai bayangan dulu, apa yang akan dicarikan, dimana dia akan mencarinya dan bagaimana dan pakai alat apa dia akan mencarinya. Menurut Thomas Kuhn, 1962 dalam bukunya “The Structure of Scintific Revolution” mengatakan bahwa jika seseorang akan mencari sesuatu sadar atau tidak dia harus sudah mempunyai suatu model dari benda yang dicarinya itu, serta model dimana benda tersebut akan didapatkan. Dengan demikian pula untuk melakukan eksplorasi yaitu pencaharian suatu cebakan mineral seorang explorator sudah harus mempunyai bayangan apa yang akan dicarinya itu, di daerah mana akan dicarinya dan metode apa serta sistem yang efektif bagaimana yang harus digunakan, dengan kata lain seorang eksplorator harus mempunyai konsep. Maka konsep eksplorasi adalah terdiri dari model dari yang dicari, model dari daerah yang dicari dan berdasarkan model ini ia akan menggunakan sistem pencaharian.
Metoda eksplorasi adalah cara yang secara fisik menentukan langsung ataupun tidak langsung keberadaan adanya suatu gejala geologi yang dapat berupa tubuh suatu endapan mineral ataupun satu atau lebih petunjuk geologi. Metoda eksplorasi berkembang pesat dengan munculnya teknologi baru dalam bidang metoda eksplorasi seperti dalam metoda geofisika, geokimia maupun dengan munculnya komputerisasi.
Dalam konteks riset ilmiah,
eksplorasi adalah salah satu dari tiga bentuk tujuan riset, sedangkan tujuan
lainnya ialah penggambaran (deskripsi) dan penjelasan (eksplanasi). Dalam hal ini,
eksplorasi adalah usaha untuk membentuk pengertian umum dan awal terhadap suatu fenomena.
B.
Fase
Eksplorasi Strategi Pencarian
Tujuan riset eksplorasi dalam suatu
proyek adalah untuk mencapai hal-hal berikut:
§ Mengembangkan
pemahaman tentang dilema manajemen.
§ Mencari
langkah-langkah yang pernah diambil oleh orang lain dalam menyelesaikan masalah
yang mirip dengan dilema manajemen atau
pertanyaan manajemen yang sedang
dihadapi.
§ Mengumpulkan
informasi latar belakang topik untuk menyempurnakan pertanyaan riset.
§ Mengindentifikasi
informasi yang harus dikumpulkan untuk memformulasikan pertanyaan investigasi.
§ Mengindentifikasi sumber-sumber serta pertanyaan aktual yang
mungkin digunakan sebagai pertanyaan pengukuran.
§ Mengindentifikasi
sumber-sumber serta kerangka contoh aktual yang mungkin digunakan dalam desain
contoh.
Pada sebagian besar kasus, fase
eksplorasi dimulai dengan pencarian literatur berupa tinjauan buku, artikel
pada jurnal atau literatur profesional yang berkaitan dengan dilema manajemen.
Pencarian literatur mensyaratkan penggunaan katalog perpustakaan online dan
satuatau lebih basis data biliografi atau indeks. Untuk beberapa topik tertentu,
akan lebih baik bila pertama-tama mengacu pada buku pegangan atau ensiklopedi
khusus untuk mengembangkan daftar istilah penting, daftar orang atau kejadian
yang mempengaruhi topik dan juga untuk menentukan publikasi dan pengarang yang
akan banyak digunakan. Materi referensi lainnya akan digabungkan kedalam
strategi pencarian sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pencarian literatur ini memiliki lima tahapan :
§ Mendefinisikan
dilema atau pertanyaan manajemen.
§ Mengacu
pada ensiklopedi, kamus, buku pegangan dan buku teks untuk
mengindentifikasi istilah penting, nama
orang, atau kejadian yang terkait dengan dilema manajemen atau pertanyaan
manajemen.
§ Gunakan
istilah penting, nama orang atau kejadian pada saat melakukan pencarian dengan menggunakan indeks, bibliografi dan
situs Web untuk mengindentifikasi sumber sekunder yang spesifik.
§ Pelajari
sumber sekunder spesifik untuk menguji relevansinya.
§ Evaluasi
seberapa jauh mamfaat dari masing-masing sumber dan kandungannya.
Hasil
yang diperoleh dan penelitian literatur mungkin sudah merupakan jawaban dari
dilema manajemen. Jika demikian halnya, tidak dibutuhkan riset lebih lanjut,
akan tetapi sering kali pertanyaan manajemen tetap tidak terpecahkan, sehingga
keputusan untuk melanjutkan pencarian mengharuskan dibuatnya sebuah proposal
riset.
a.
Tingkatan
Informasi dan Jenisnya
Pada
saat mengeksplorasi masalah dan topik,
ada berbagai jenis sumber
informasi dimana yang satu lebih
berharga dari yang lain.
Adapun
sumber informasi pada umumnya dikatagorikan kedalam tiga tingkatan
§ Sumber
primer.
§ Sumber
sekunder.
§ Sumber
tersier
Sumber primer.Adalah karya
riset asli atau data mentah tanpa interpretasi atau pernyataan yang mewakili
suatu opini atau posisi resmi. Termasuk didalam sumber primer adalah memo
surat, wawancara atau pidato lengkap ( dalam bentuk audio, video, atau
tertulis) , hukum, peraturan keputusan pengadilan dan sebagian besar data
keluaran pemerintah seperti data sensus perekonomian dan tenaga kerja.
Sumber
primer merupakan data yang paling otoritatif karena informasi yang disajikan
belum pernah diolah atau ditafsirkan oleh pihak kedua. Informasi dan seluruh
sumber primer akan menjadi literatur sekunder yang mendukung riset orisinal
kita. Sumber internal data primer al : catatan, persediaan, data personalia, formulir
permintaan pembelian, diagram kontrol proses statistik dan data sejenis.
Sumber sekunder adalah
interpretasi dari data primer, ensiklopedi, buku, teks, buku pegangan, artikel
di majalah dan koran, dan sebagian besar pemberitaan dimedia massa dianggap
sebagai sumber informasi sekunder. Memang hampir semua materi referensi jatuh
kedalam katagori ini. Secara internal, ringkasan analisis penjualan dan laporan
tahunan investor adalah contoh dari sumber sekunder karena mereka dikumpulkan
dari berbagai sumber primer. Perusahaan yang mencari sumber sekunder dapat
memperolehnya baik dari dalam maupun dari luar, seperti yang digambarkan pada
peraga 7-2.
Sumber tersier merupakan interpretasi dari sumber sekunder
walau pada umumnya disajikan dalam bentuk indeks, bibliografi dan alat bantu
pencarian data (misal perangkat mesin pencari internet ). Semua informasi
tidaklah bernilai sama. Seperti yang ditunjukan oleh tingkatan sumber, maka
sumber primer memiliki nilai lebih
ketimbang sumber sekunder, sumber sekunder memiliki nilai lebih tinggi
ketimbang sumber nilai tersier.
Jenis
informasi yang paling sering digunakan oleh periset bisnis :
v Indeks dan Bibliografi
Adalah
koleksi utama dari perpustakaan karena sangat membantu dan mengindentifikasikan
dan menemukan lokasi suatu buku atau artikel jurnal dari jutaan yang telah
diterbitkan. Satu bibliografi yang
paling penting dalam suatu perpustakaan adalah katalog onlinenya. Informasi
pada katalog online ini dilengkapi dengan beberapa indeks dan bibliografi
khusus yang membahas topik topik bisnis tertentu. Indeks dan bibliografi juga
dapat membantu dalam melakukan pencarian literatur untuk menemukan pengarang
dan judul dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang sesuai dengan topik yang dicari.
v Kamus
Kamus
telah tersebar dimana-mana sehingga mungkin tidak perlu penjelasan lebih jauh
lagi. Dalam bisnis, sama dengan beberapa bidang lainnya, ada beberapa kamus
khusus yang menjelaskan kata, istilah, atau jargon yang khas untuk suatu
disiplin ilmu. Kamus juga tempat yang baik untuk menemukan akronim. Kini sudah
banyak kamus dan daftar istilah yang tersedia dalam Web. Salah satu contohnya
adalah milik Federal Reserve Bank di Chicago yaitu Glossaries of Financial
Terms. Salah satu contoh bisnis dalam bentuk cetak adalah Dictionary of Busines
and Management.informasi dari kamus dan daftar istilah ini dapat digunakan
untuk mengindentifikasi kata kunci untuk melakukan pencarian basis data online
atau cetak.
v Buku pegangan
Adalah
koleksi fakta-fakta khusus mengenai suatu topik. Buku pegangan sering sekali
menghadirkan angka statistik, petunjuk informasi, daftar istilah dan data lain
seperti hukum dan aturan yang terkait dengan bidang tertentu. Buku pegangan
yang paling baik adalah buku yang memasukan sumber referensi untuk fakta-fakta
yang disajikan Statistical Abstract of the United States mungkin adalah buku
pegangan yang paling baik dan yang paling sering digunakan. Buku tersebut
berisikan beragam fakta yang sangat luas, indeks yang rinci dan sempurna, serta
alur untuk mencari data yang lebih dalam untuk setiap tabel yang disajikan.
v Buku Petunjuk
Digunakan untuk menemukan nama dan
alamat serta data-data lainnya. Sementara sebagian besar buku petunjuk tersedia
disajikan dalam bentuk cetak, sedangkan buku petunjuk dalam bentuk digital yang
pencarian datanya hanya dengan memasukan karateristik tertentu atau disortir
dan kemudian direkam adalah jauh lebih bermanfaat. Buku petunjuk yang sangat
bermamfaat dan tersedia disebagian besar perpustakaan adalah dalam bentuk cetak
atau elektronik . contoh buku petunjuk elektronik adalah Encyclopedia of
Associantions , yang menyediakan suatu daftar organisasi publik dan profesional
serta lokasi dan nomor kontak mereka.
b.
Mengevaluasi
Sumber Informasi
Pada saat anda mulai mengumpulkan
informasi tentang topik tertentu, satu hal yang pasti anda perlu lakukan adalah
melakukan evaluasi sumber. pustakawan
mengevaluasi dan memilih sumber informasi didasarkan pada lima faktor, terlepas
apakah dalam bentuk cetak atau elektronik, yang dapat diterapkan disetiap
sumber. Kelima faktor itu adalah :
·
Tujuan
·
Cakupan
·
Otoritas
·
Audiensi
·
Format
Peraga
7-3 (pada lampiran) memberikan daftar prtanyaan-pertanyaan penting yang
diajukan periset pada saat menerapkan faktor-faktor diatas untuk mengevaluasi
sumber Web
Tujuan
Tujuan
dari suatu sumber Web adalah apa yang ingin dicapai oleh pengarangnya. Secara
umum, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memberi penerangan atau untuk
hiburan . diantara tujuan-tujuan untuk memberikan penerangan, sipengarang
mungkin mencoba untuk membangun kredibilitas, mengembangkan pengetahuan dalam
suatu bidang atau disiplin, membangun citra perusahaan dan pada beberapa situs
Web, untuk mengelola persediaan atau menjual barang. Sering kali untuk sumber –sumber yang bersifat kepemilikan,
tujuannya adalah untuk membuat proses pencarian menjadi lebih mudah bagi mereka
yang membeli sumber tersebut. Misalnya, tujuan dari suatu sumber adalah untuk
mengkonsolidasikan sumber-sumber periklanan di Web dan membuatnya tersedia para
siswa.
Jangkauan
Jangkauan
dari suatu sumber terikat erat dengan tujuannya. Kapankah tanggal penerbitannya
? berapa lama cakupan periode sumber ini ? Seberapa banyak dan seberapa dalam
topik yang dicakup ? Apakah materi yang dicakup bersifat lokal, regional, atau
internasional ? Apakah sumber tersebut bersifat bibliografi, dan seberapa
konfrenhensif ? jika sumber itu adalah sumber biografi atau suatu buku petunjuk
atau sebuah bibliografi, apakah kriteria untuk pencantuman ?
Jika
anda tidak mengetahui jangkauan suatu sumber informasi, anda mungkin akan
kehilangan informasi penting karena bergantung pada sumber yang tidak lengkap.
Otoritas
Pertimbangan
utama bagi para pengguna informasi adalah otoritas
dari sumber informasi. Seperti yang telah disebutkan diatas sumber primer
adalah yang memiliki otoritas paling tinggi. Bagi sebagian sumber informasi,
baik pengarang maupun penerbit adalah indikator dari otoritas pengarang harus
dicantumkan, baik dalam bentuk cetak dan elektronik. Catatan kaki harus diberikan jika dibutuhkan
, jika gelar yang dimiliki tidak ditampilkan, maka langkah yang terbaik adalah
memeriksa sumber biografis.Gelar yang dimiliki pengarang dapat berupa latar
belakang pendidikan, posisi, karya yang telah dipublikasikan dan dibahas.
Otoritas
juga berlaku pada sumber Web dimana setiap orang dapat melakukan posting apapun
juga.
Audiensi
Audiensi juga
merupakan faktor penting dalam mengevaluasi suatu sumber informasi, karena
terkait erat dengan sumber tersebut. Bagi beberapa sumber Web kadangkala sulit
untuk ditentukan siapa sebenarnya pembaca yang dituju, karena banyak situs Web
yang didesain untuk melayani ragam pembaca. Web terbuka bagi semua orang ,oleh
karena itu perencanaan Web harus kreatif baik dalam merangkul pembacanya maupun
dalam membawa pembaca menuju bagian-bagian dari situs Web yang sesuai dengan
pembaca tersebut.
Format
Faktor
format dapat berbeda antara sumber
satu dengan sumber lainnya namun secara umum berkaitan dengan bagaimana
informasi tersebut disajikan dan seberapa mudah untuk menemukan suatu informasi
tertentu.
Format
dari sumber elektronis atau web pada umumnya berkaitan dengan desain Desainer
Web berhadapan dengan berbagai macam tipe pencari informasi di internet,
pilihan komputer individual, berbagai macam kecepatan akses modem dan internet.
a)
Mencari
Data Bibilografi
Dalam sebuah basis data
bibliografi, masing-masing catatan sebuah cuplikan bibliografi dari suatu
artikel disebuah buku atau jurnal. Di perpustakaan universitas, katalog online
adalah contoh dari sebuah basis data bibliografi.
Proses pencarian basis data
bibliografi dan mendapatkan hasil merupakan hal mendasar bagi semua basis data.
Adapun prosesnya sebagai berikut :
· Pilih
satu basis data yang sesuai dengan topik kita.
· Buatlah
pertanyaan-pertanyaan ( juga disebut
dengan pernyataan pencarian ).
o
Periksa dan evaluasi hasil pencarian.
o
Modifikasi pertanyaan pencarian, jika
dibutuhkan.
· Simpanlah
hasil pencarian kita yang sangat berharga tersebut.
· Susun
kembali artikel yang tidak tersedia dibasis data.
· Padukan
hasil pencarian dengan informasi dari sumber Web.
Memilih Sebuah Basis Data
Sebagian besar dari kita memilih
dta yang paling mudah tanpa
jangkauannya, akan tetapi jika kita ingin mempertimbangkan isi dari
basis data, keterbatasan yang dimiliki serta kreteria pencarian data diawal
pencarian, hal ini akan menghemat waktu secara jangka panjang. Ingatlah bahwa
katalog online perpustakaan adalah sebuah sumber bibliografi yang akan membantu
mengindentifikasi buku dan mungkin media-media lain yang berkaitan dengan suatu
topik. Meskipun judul jurnal atau publikasi bulanan telah masuk dalam daftar
katalog online suatu perpustakaan, artikel dalam jurnal atau publikasi tersebut
jarang sekali diikut sertakan . oleh karena itu gunakan buku untuk informasi
yang lebih tua dan lebih menyeluruh. Sedangkan untuk informasi yang lebih kini
atau untuk informasi yang sangat spesifik gunakanlah artikelpada publikasi.
Pada umumnya seorang pustakawan akan menyarankan satu atau lebih basis data
yang sesuai dengan topik yang sedang dicari.
Menyimpan
Hasil Pencarian
Sementara keinginan untuk mencetak
mungkin sangat menggebu-gebu, tetaplah ingat bahwa jika menyimpan hasil
pencarian kedalam komputer maka kita
dapat melakukan kegiatan memotong dan memindahkan pernyataan, tabel dan
informasi lain kedalam proposal tanpa harus mengetiknya kembali.Terlepas dari
langkah mana yang diambil, pastikan bahwa kita menyimpan informasi bibliografi
untuk catatan kaki dan bibiliografi kita. Sebagian besar basis data menawarkan
pilihan untuk memberikan tanda pada hasil pencarian, mendowload atau mencetak
data secara sekaligus atau satu persatu.
Memanggil
Artikel
Bagi artikel onlineyang tidak
menyediakan format teks sepenuhnya, pemanggilan artikel pada umumnya
membutuhkan langkah lebih lanjut berupa pencarian katalog online perpustakaan (
kecuali ada hubungan langsung antara basis data dengan katalog ) untuk
menentukan apakah isu yang diinginkan tersedia dan diman letaknya. Sebagian
perpustakaan menawarkan jasa pengiriman dokumen untuk artikel-artikel yang
tidak tersedia. Sedangkan sebagian artikel terbitan akhir mungkin tersedia di
Web atau dapat dicari melalui penyedia jasa (ada biaya atas jasa ini ).
b)
Mencari
Informasi di Word Wide Web
Wordl Wide Web adalah sumber
informasi, bisnis dan hiburan yang sangat besar dan sangat sulit dan hampir
tidak mungkin untuk diabaikan. Jutaan halaman data tersedia untuk umum, dan besar dari Web bertambah dua
kali lipat setiap beberapa bulan. Akan tetapi mencari dan mengambil informasi
dari Web merupakan suatu upaya yang besar dan lebih problematis ketimbang
mencari dalam suatu basis data bibliografi. Di web tidak ada lapangan basis
data yang standar,tidak ada hieraki subjek yang didefinisikan dengan seksama
(disebut kosakata terkontrol),tidak ada referensi silang,tidak ada
sinonim,tidak ada criteria seleksi dan secara umum tidak ada aturan.
Web adalah sumber utama untuk
melakukan pencarian taktiknya adalah terus mencari sementara tetap focus pada
topic yang sedang dikerjakan.Pada model pencarian ,anda tidak memiliki target
tertentu.Anda mengikuti hubungan hypertext dari satu situs kesitus yamg lain
karena rasa senang yang ditimbulkan apabila menemukan sesuatu .Hal tersebut
dapat dianalogikan seperti berjalan-jalan cuci mata di pusat perbelanjaan atau
berkeliling melihat-lihat buku diperpustakaan.Kegiatan ini dapat menghasilkan
dan dapat juga tidak.Menelusuri web cenderung kurang efisien periset sering
bekerja dengan tepat waktu yang ketat,karena manjemen sering kali tidak dapat
menunda keputusan yang kritis.Oleh karena itu,periset jarang mendapatkan
kesenangan dari penelusuran yang tidak terarah. Tahapan dalam proses pencarian
web yang memunculkan perubahan perilaku yang dapat dilihat pada peraga 7-6
proses pencarian web dibandingkan dengan proses pencarian bibliografi (pada
lampiran).
Memilih Mesin Pencarian
atau Buku Petunjuk
Pencarian
informasi yang spesifik atau untuk suatu situs yang spesifik akan membantu
memecahkan pertanyaan manajemen yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang
lebih dalam ketimbang sekedar menelusuri semata.Mulailah dengan memilih satu
atau lebih mesin pencarian di internet.Karena mesin pencarian Web cukup beragam
maka beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:
·
Jenis sumber Internet yang dicakup
(http,telnet,usenet,ftp,dll)
·
Cara mereka melakukan pencarian pada halaman
Web (apakah setiap kata ?atau hanya judul atau kepala artikel saja?)
·
Jumlah halaman yang dimasukkan dalam
indeks
·
Pilihan pencarian dan penyajian yang
ditawarkan
·
Frekuensi informasi yang diperbaharui.
Disamping
itu,ada beberapa informasi yang dapat diindeks secara public melalui Web namun
sama sekali tidak dapat digali dengan menggunakan mesin pencarian Web yang ada
saat ini.Di antara beberapa materi yang terbuka bagi public tapi tidak diindeks
oleh mesin pencari adalah sebagai berikut:
·
Halaman yang merupakan kepemilikan
pribadi (yaitu berdasarkan pembayaran) dan /atau yang dilindungi oleh kata
kunci,termasuk isi bibliografi dan basis data lainnya.Beberapa basis data yang
dilindungi oleh kata kunci,seperti Thomas Register,sebenarnya gratis dan tersedia
bagi public setelah melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
·
Halaman yang dapat diakses hanya melalui
format pencarian (basis data),termasuk didalamnya sumber Web yang sangat
popular seperti catalog perpustakaan ,catalog e-com-merce (seperti lands’end ,Amazon.com
dan penawaran sejenis lainnya),serta catalog EDGAR dari Securities and exchange
commission.Jika kita ingin menemukan harga sebuah buku di
Amazon.com,pertama-tama kita harus menemukan Amazon.com,dan selanjutnya mencari
basis data untuk judul yang dicari.
·
Halaman yang didesain dengan buruk
·
Beberapa halaman non-HTML atau
nonplain-text ,khususnya file grafik PDF,yang tidak menawarkan alternative
teks.Halaman ini tidak dapat dipanggil sdengan menggunakan mesin pencarian yang
ada saat ini.
·
Halaman yang dikeluarkan oleh Robots
Exclusion Standard (biasanya diterapkan dengan file robots.txt).Standar ini
digunakan oleh administrator Web untuk memberitahu robot pengindeks bahwa
halaman tertentu telah berada diluar batas.Contoh yang sangat bagus tentang hal
ini adalah GPO access (dijelaskan dibawah ) GPO access adalah suatu sumber
informasi yang sangat ekstensif dari pemerintah Amerika.
Mesin
pencari,portal ,atau buku petunjuk yang anda pilih dapat ditetapkan dengan baik
berdasar pada sejauh mana hasil yang anda inginkan.Jika anda ingin menggunakan
beberapa situs besar saja ,maka mulailah dengan suatu buku petunjuk seperti di
Yahoo.Jika anda tertarik dengan informasi yang komprehensifan,gunakan lebih
dari satu mesin pencari.Berbagai macam model komponen perangkat lunak
memungkinkan mesin pencari untuk mencari dan menggali halaman Web.termasuk
didalamnya:
· Perangkat
lunak yang secara otomatis dapat mengirim robot pencari informasi, kadangkala
disebut spider,untuk menyisir Web dari satu server ke server yang lain untuk
membangun sebuah indeks kata-kata,halaman,dan file yang dapat diindeks secara
public.
· Alogaritma
yang menentukan bagaimana halaman tersebut adkan diseleksi dan diprioritaskan
dalam penyajian.
· Perangkat
interface pengguna yang menentukan pilihan pencarian yang tersedia bagi
pengguna.
Robot dapat dikirim untuk menjelajah Web bias secara
harian atau enam mingguan,sehingga bisa terjadi adanya halaman –halaman baru
yang tidak masuk kedalam indeks yang dikembangkan oleh mesin pencari
tertentu.Sebagian besar mesin pencari mencoba untuk memperbaharui indeksnya
paling tidak setiap bulan.
Alogaritma yang
digunakan oleh mesin pencari dapat berdampak besar pada jenis dan jumlah
informasi yang digali.Alogaritma pencari menentukan apakah setiap kata akan
dimasukkan atau hanya 50 kata teratas,dan apakah bobot lebih besar akan
diberikan pada kata-kata dalam metadata atau pada judul atau pada kata-kata
yang sering digunakan.
Portal,seperti
dicerminkan oleh namanya adalah pintu masuk menuju Web.Portal biasanya berisikan
buku petunjuk,mesin pencari dan fitur-fitur pengguna lainnya seperti laporan
cuaca dan berita.Sebagian besar penyedia jasa internet (ISP) adalah portal
menuju Web homepage AOL adalah salah satu contohnya.Portal ini menggunakan
inforamasi yang didasarkan pada perilaku berita sebelumnya untuk menentukan apa
yang akan ditawarkan pada layer pembuka.Bebrapa portal ISP saat ini menawarkan
pilihan bagi para pelanggan untuk mendesain secara pribadi portal dengan mesin
pencari yang dipilih sendiri oleh pengguna dan sumber sekunder.Sebagian besar
dari mesin pencari utama saat ini sebenarnya adalah portal menuju Web yang juga
memiliki mesin pencarian sendiri.portal khusus semakin popular belakangan
ini.Salah satu contoh portal khusus,portal industri ,menyajikan berbagai macam
sumber berkaitan dengan suatu industri tertentu.Competia Express,situs
intelijen bersaing (http:// www.competia.com
/express /indeks.html),menawarkan portal industri dari berbagai macam industri.
Tentukan
Pilihan Pencarian
Hampir
seluruh layanan pencarian memiliki tombol Help yang akan membimbing anda kepada
informasi tentang prosedur pencarian dan pilihan dari mesin pencari
tersebut.Bagaimanakah cara kerja mesin pencari ? dapatkah anda menggabungkan istilah
dengan menggunakan operator Boolean (AND,OR,NOT) atau konektor lain? Bagaimana
anda memasukkan frase ?menentukan tampilan hasil pencarian?sebagian mesin
pencari menyediakan pilihan pencarian dasar atau tingkat lanjut.
Bangun Pertanyaan Pencarian dan
Masukkan Itilah Pencarian
Web
bukanlah sebuah basis data,maupun memiliki perbendaharaan kata yang
terkontrol.Oleh karena itu Anda harus serinci mungkin menggunakan kata kunci
dalam pertanyaan manajemen dan variasi-variasiyang dapat anda pikirkan.Langkah
untuk mencari informasi dengan kata kunci mugkin membutuhkan beberapa kali uji
coba.Misalnya,suatu istilah yang umum (seperti bisnis) tidak akan bermanfaat
dalam suatu mesin pencari yang melakukan pengideksan berdasarkan setiap kata
dalam setiap dokumen.
Simpan Hasil Pencarian
Jika
telah menemukan informasi yang baik,anda perlu menyimpanya sebagai acuan di
masa yang akan datang sehingga dapat menyitirnya kedalam proposal atau pada
saat mengembangkan pertanyaan investigasi yang mengacu padanya.Jika anda tidak
menyimpan dokumen tersebut,anda mungkin harus melakukan pencarian sekali
lagi.Masalahnya di masa yang akan datang dokumen yang sama mungkin sudah tidak
akan tersedia dengan pertimbangan bahwa sebagian dari Web akan direvisi dan
diperbaharui setiap hari.
Lengkapi Hasil dengan Informasi
dari Sumber Non-Web
Masih
tersedia informasi dalam jumlah yang sangat besar di dalam buku,jurnal dan
sumber cetak lainnya yang tidak tersedia di dalam Web.Sementara sebagian
periset mulai dan berakhir di sini,sedangkan bagi periset senior tahu bahwa di
Web hanyalah salah satu dari pilihan penting yang ada.
Mencari
Informasi Spesifik dalam Web
Setelah mendefinisikan topic dan
menetapkan istilah pencarian,anda perlu menentukan apakah anda mencari suatu
situs yang spesifik (sesuatu yang telah diketahui) atau suatu alamat dari
seseorang atau institusi (siapa),lokasi dan lokasi geografis (dimana),atau
suatu topik (apa)
Pencarian
Sesuatu yang diketahui
Sama
seperti prsedur pencarian katalog online di perpustakaan yang beragam antara
sesuatu yang diketahui (pengarang atau judul pasti) dan pencarian yang
menggunakan kata kunci umum,demikian pula cara anda mengelompokkkan Web untuk
suatu hal yang pasti akan berbeda dengan pertanyaan yang lebih umum.Salah satu
yang pertama kali mengikuti perkembangan ini adalah mesin pencari google (http://www.gooogle.com/),yang memulai
debutnya pada tahun 1998.Sistem google juga menekankan pentingnya halaman yang
terhubung dalam algoritmanya.
Pencarian
“Siapa”
Dalam
pencarian “siapa”,anda mencari suatu alamat e-mail,nomor telepon,alamat di
suatu tempat atau alamat Web dari seseorang atau institusi.Pertama-tama anda
perlu mengidentifikasi sauatu basis data tersebut sesuai dengan prosedur
pencariannya.Mesin pencari web dan situs portal bermitra dengan info USA
(http:// www.info USA .com/) untuk memasok basis
data berupa nomor telepon untuk jasa buku telepon mereka.
Pencarian
“Dimana”
Pilihan
“dimana” adalah layanan pemetaan yang membantu anda menemukan suatu alamat pada
peta atau menemukan jalur suatu tempat ke tempat lain.Layanan pemetaan adalah
basis data.Basis data sangat canggih saat ini tidak hanya sekedar mewakili
data-data berupa angka.sebagian juga berisikan citra geografi rinci,seperti
yang disediakan oleh space imaging.Space imaging mengumpulkan dan atau
mendistribusikan gambar bumi dari satelit Indian Remote Sensing,satelit Landsat
milik Amerika,dan system radar pencitraan dari Kanada,Jepang dan Eropa.Kunjungi
galeri Space Imaging untuk melihat kejadian-kejadian dengan sudut pandang
berbeda.www.spaceimaging.com
Pencarian
“Apa”
Seperti
yang telah kami jelaskan,mesin pencari cukup beragam dalam cara mereka bekerja
dan dalam besarannya.Jika anda mencari suatu istilah yang tidak umum,pilih
salah satu mesin pencari yang lebih komprehensif,seperti Nortern Light (http://www.northernlight.com/) atau Alta
vista(http://altavista.digital.com/).Akan
tetapi umumnya akan lebih efisien jika pencarian dimulai dengan suatu buku
petunjuk seperti Yahoo atau salah satu buku petunjuk yang lebih khusus pada
Web.Beberapa situs khusus yang bagus adalah Argus Clearinghouse (http://www.cleringhouse.net/) yang
menampilkan petunjuk subjek untuk lusinan topic yang disiapkan oleh pustakawan
dan para spesialis lainnya serta INFOMINE yang merupakan koleksi sumber
internet ilmiah dari university of California (http://infomine.ucr.edu/)
c)
Informasi
Pemerintah
Publikasi pemerintah ,khususnya
yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika,adaalh sumbetr wajib bagi beberapa
proyek riset bisnis.Badan-badan pemerintahan Amerika jika dianggap sebagai satu
kesatuan,adalah badan penerbit terbesar di seluruh dunia. Disebut demikian
karena pemerintah mengumpulkan dan menyediakan akses mengenai data
social,ekonomi,dan demografi.Pemerintah Amerika terus bekerja secara agresif
untuk membuat informasi yang dimiliki tersedia,bukan hanya melalui Depository
Library Program tetapi juga melalui pengembangan sumber elektronik.
Dua sumber yang paling baik
berkenaan dengan badan pemerintahan Amerika adalah:
·
Manual Pemerintah Amerika (diterbitkan setiap
tahun)
http:// www.gpoaccess.gov/gmanual/index.html
(direvisi setiap tahun)
·
Buku petunjuk kongres (diterbitkan
setiap tahun)
Informasi pemerintah berkenaan dengan
bidang –bidang penting ini dan informasi legal lainnya dapat diperoleh dengan
berkonsultasi dengan GPO Access (http://www.gpoaccesss.gov).Hal
yang sangat berharga dalam GPO Access adalah basis data yang mencakup
hokum,pertauran,debat dan publikasi kongres.Basis data utama di bidang hokum
dan regulasi adalah:
·
Rancangan undang-undang kongres menyediakan
berbagai rancangan undang-undang dari berbagai versinya.Hanya sebagian kecil
dari koleksi rancangan undang-undang tersebut yang akan menjadi hokum.Tetapi
topic yang dikoleksi dapat memberikan informasi tentang kecenderungan yang
sedang berkembang bagi periset bisnis.
·
Hukum politik menyediakan undang-undang
yang telah disahkan denagn cakupan waktu mulai tahun 1994 hingga saat ini.
·
Federal register “publikasi harian resmi
berisikan aturan-aturan yang diajukan dan pemberitahuan dari badan dan organisasi
pemerintah pusat,termasuk juga keputusan pemerintah dan dokumen presidensial
lainnya.
·
Code of Federal Regilations (SFR) suatu
kodifikasi dari aturan umum dan permanent yang awalnya dipublikasikan dalam
federal register oleh departemen dan badan eksekutif pemerintah pusat
Informasi mengenai statistic pemerintah
dapat diperoleh melalui konsultasi dengan sumber-sumber berikut:
·
Abstrak statistic Amerika (http://www.census.gov/prod/www/statistical-abstract-us.html)
·
Fedstats (federal statistic)(http://www.fedstats.gov)
·
Biro sensus Amerika(http://www/cencus.gov)
c.
Penambangan
Sumber Internal
Alogaritma rumit yang digunakan
dalam pengembangan data telah ada lebih dari dua decade Pemerintah Amerika
menggunakan perangkat lunak penambangan data yang disesuaikan dengan
menggunakan jaringan neural fuzzy logic,dan pengenalan pola untuk menangkap
adanya pelanggaran pajak penyadapan komuniaksi luar negeri dan proses gambar
satelit.Hingga saat ini perangkat penambangan data diatas tersedia hanya untuk
perusahaan atau badan yang sangat besar karena pertimbangan biayanya.
Dalam evolusi dari data bisnis
menjadi informasi,setiap tahapan baru dibangun dari tahapan yang
sebelumnya.Proses mendaptkan informasi dari data telah dilakukan di berbagai
industri selam bertahun-tahun.
Penemuan
Pola
Perangkat penambangan data dapat
deprogram secara teratur untuk mengolah basis data dan mengidentifiaksi
pola-pola yang sebelumnya masih tersembunyi.Data adalah menemukan pola
pembelian ritel (digunakan untuk manajemen persediaan),mengidentifiaksi
fluktuasi volume call center(digunakan untuk penunjukan tenaga pelaksana),dan
mencari lokasi data anomali yang dapat
mencerminkan kesalahan pemasukan data (digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan
akan pelatihan,evaluasi tenaga kerja atau keamanan).
Proses
Pengembangan Data
Penambangan data,seperti yang
dijelaskan pada peraga 7-12 (dalam lampiran) melibatkan lima tahapan proses:
·
Sampel:putuskan antara sensus dan data
sample
·
Eksplorasi: Identifikasi hubungan antar
data
·
Modifikasi:modifikasi atau transformasi
data
·
Model: kembangkan suatu model yang
menjelaskan hubungan data.
·
Ukur uji keakrutan model
Sampel
Periset harus memutuskan apakah akan
menggunakan keseluruhan data atau hanya sample dari data.Jika data yang
ditetapkan dalam pertanyaan tidak besar,jika kemampuan memproses tinggi,atau
jika memang penting memahami pola dari setiap catatan dalam basis data,maka
penggunaan sample tidak boleh dilakukan.Namun demikian jika gudang datanya
besar (hingga terabyte data),sehingga kemampuan memproses terbatas atau
keceapatan lebih penting ketimbang analisis yang lengkap,akan lebih bijaksana
untuk menarik sample.
Eksplorasi
Setelah mengambil sample data yang
dilakukan,tahap berikutnya adalah mengeksplorasinya secara visual atau
numerical untuk mencari tren atau kelompok.Baik eksplorasi visual ataupun
statistic (visualisasi data) dapat digunakan untuk mengidentifiaksi tren.Pada
saat melakukan eksplorasi periset juaga dapat melihat hal-hal yang menyimpang
sehingga diketahui apakah datanya perlu dibersihkan terlebih dahulu atau
kasusnya dihentikan,atau sample data dengan jumlah lebih besar dikumpulkan.
Modifikasi
Berdasarkan pada apa yang ditemukan
dalam tahap eksplorasi,data yang diperoleh mungkin perlu dimodifikasi.Jika
diperoleh suatu bentuk yang penting ,factor-faktor baru dapat diperkenalkan
untuk mengkategorikan data ke dalam kelompok ini.Disamping itu ,variable yang
didasarkan pada kombinasi anatr variable yang ada juga dapat ditambahkan
,dicatat,ditransformasi ,atau digugurkan
Model
Setelah data disiapkan,pembentukan
model mulai dialkukan.Teknik pemodelan dalam penambangan data meliputi jaringan
neural dan juga pohon keputusan,yang dibuat berdasarkan urutan,klasifikasi dan
estimasi,serta model berdasarkan genetika.
C.
Pengertian
Riset Kualitatif
Riset kualitatif terdiri dari suatu
“rangkaian teknik interpretasi yang akan menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan,
dan menjelaskan makna, bukan frekuensi, dari suatu kejadian dalam dunia sosial
yang kurang lebih terjadi secara alami. “ teknik kualitatif digunakan pada
tahap pengumpulan data dan analisis data dalam suatu proyek. Pada tahap
pengumpulan data, rangakain tekniknya antara lain kelompok focus, wawancara
mendalam individu, studi kasus, etnogarafi, teori berdasar, riset, dan
observasi. Pada saat analisis, periset kualitatif menggunakan analisis isi dari
material yang dicatat atau direkam yang diperoleh dari ungkapan pribadi
peserta, observasi perilaku, dan Tanya jawab paengamat, di samping studi atas
artifak dan penelusuran bukti dari lingkungan fisik.
Judith langer, seorang riset
kualitatif terkemuka, menjelaskan bahwa riset kualitatif adalah hal yang ideal
untuk dilakukan jika anda ingin mendapatkan perasaan, emosi, motivasi,
persepsi, “bahasa”konsumaen, atau perilaku yang menjelaskan diri.
Riset kualitatif mengambil data
dari berbagai sumber, termasuk beberapa sumber berikut ini :
-
Masyarakat ( secara individu dan
kelompok )
-
Organisasi atau institusi
-
Teks ( yang diterbitkan, termasuk yang
virtual )
-
Lingkungan dan latar belakng ( materi –
materi visual / sensorik dan maya )
-
Objek, artifak, produk media ( produk
tertulis / visual / sensorik dan maya )
-
Kejadian ( produk tertulis /visual /
sensorik dan maya )
Metode
riset kualitatif memiliki akar diberbagai ilmu, termasuk antropologi,
sosiologi, psikologi,bahasa, komunikasi, ekonomi, dan semiotik. Sebagian besar
manajer senior beranggapan bahwa data kualitaif terlalu subjektif dan rentan
terhadap kesalan manusia serta bias dalam pengumpulan data dan pemaknaannya.
Namun
demikian, saat ini semakin banyak manajer yang kembali menggunakan reknik ini
karena teknik kuantitafif tidak berhasil memberikan pandangan yang diperlukan
untuk membuat suatu keputusan bisnis yang bahkan lebih mahal lagi. Manajer
memecahkan masalah kepercayaan data kualitaitif dengan menggunakan metodologi
ilmiah.
Perbedaan riset
kuliatatif dan riset kuantitatif
·
Riset kuantitafif mencoba melakukan
pengukuran yang akurat terhadap sesuatu. Dalam riset bisnis, metodologi
kauntitatif biasanya mengukur perilaku, pengetahuan, opini atau sikap konsumen. Data kuantitatif sering
berisikan tanggapan peserta yang kemudian iberi kode kelompokan, dan dipserkecil
menjadi beberapa saja sehingga data tersebut dapat dimanipulasi untuk analisa
statistik.
·
Riset kualitatif kadangkala disebut
riset interpretasi karena berupaya mengembangkan pemahan melalui penjelasan
yang rinci sekali membangun suatu teori namun jarang mengujinya. Data
kualitatif adalah segala sesuatu yang berbentuk teks, psnjelasan rinci suatu
kejadian, situasi, dan interaksi, baik verbal atau visual, membentuk suatu
data.
D.
Proses
Riset Kualitatif
Proses
mengembangkan suatu proyek kualitatif mirip dengan proses riset. Ada tiga
perbedaan utama yang benar – benar mempengaruhi proses riset : ( 1 ) tingkatkan
pengembangan pertanyaan dalam hirarki pertanyaan riset manajemen sebelum
pelaksanaan riset kualitatif dijalankan, ( 2 ) persiapan peserta sebelum
mengalami riset, dan ( 3 ) sifat dan tingkatkan data yang diperoleh dari
pengarahan kepada pengamat atau pewawancara.
Sebagian
besar riset kualitatif melibatkan persiapan yang rinci bagi para peserta, yang
disebut dengan pra – latihan atau penugasan awal. Tahap ini sangat penting
karena adanya keinginan untuk mendapatkan rincian dan makna dari para peserta.
E.
Metodologi
Riset Kualitatif
Pengambilan Sampel
Ukuran
sampel untuk riset kualitatif berbeda sesuai dengan teknik yang digunakan
tetapi pada umunya kecil. Suatu studi kasus mungkin hanya melibatkan dua atau tiga kelompok fokus
atau beberapa puluh orang untuk wawancara mendalam.
Riset
kualitatif menggunakan pengambilan
sampel nonprobabilitas – dimana tidak dilakukan upaya yang cukup besar
untuk menadapatkan jumlah sampel yang mewakili. Beberapa jenis pengambilan
sampel nonprobabilitas yang umum :
-
Pengambilan sampel bertujuan. Periset
memilih peserta secara langsung berdasarkan karakteristik yang unik atau
pengalaman, sikap, atau persepsi mereka ; sejalan dengan terbentuknya kategori
peserta teoritis atau konseptual pada saat proses wawancara berkembang, periset
mencari peserta baru untuk mengantisipasi pola baru yang muncul.
-
Pengambilan sampel bola salju. Peserta
memberitahu kepada periset akan orang lain yang memilki karakteristik,
pengalaman, atau sikap yang mirip atau berbeda dari mereka.
-
Pengambilan sampel kemudahan. Periset
memilih dari individu – individu yang telah tersedia sebagai peserta.
Wawancara
Wawancara adalah
teknik pengumpulan data utama dalam metodolgi kuantitatif. Wawancara beragam
sesuai dengan jumlah orang yang terlibat dalam wawancara, tingkatan struktur,
kedekatan pewawancara dengan peserta, dan jumlah wawancara yang dilakukan
selama riset.
Periset
memilih baik wawancara tak struktural (
tidak ada pertanyaan khusus atau urutan topik yang akan didiskusikan, dimana
masing – masing wawancara disesuaikan dengan masing – masing peserta ; biasanya
dimulai dengan narasi seorang peserta ). Atau wawancara semi strukrural ( biasanya dimulai dengan beberapa
pertanyaan khusus dan selanjutnya sudut pandang masing – masing individu
sejalan dengan penggalian lebih jauh oleh pewawancara ) atau wawancara strukural ( sering
menggunakan petunjuk wawancara yang rinci, seperti pada sebuah kuesioner, untuk
mengatur urutan pertanyaan serta cara – cara khusus pengajuan pertanyaan, namun
pertanyaannya biasanya tetap terbuka ). Wawancara terstruktur memungkinan
perbandingan antar respons yang lebih langsung ; variasi pertanyaan dibatasi
dan oleh karena itu variasi jawaban diasumsikan nyata. Disamping itu, dalam
wawancara terstruktural, kenetralan pewawancara terus dipertahankan.
Sebagian
besar riset kualitatif didasarkan pada wawancara tak terstruktural atau semi
terstruktural. Wawancara tak terstruktural dan semi terstruktural yang
digunakan dalam riset kualitatif berbeda dari wawancara terstruktural pada
beberapa aspek antara lain :
-
Bergantung pada pengembangan dialog antara pewawancara
dan peserta
-
Membutuhkan kretivitas pewawancara yang
lebih tinggi.
-
Menggunakan keahlian pewawancara untuk
mendapatkan variasi data yang lebih banyak dan lebih luas.
-
Menggunakan pengalaman dan keahlian
pewawancara untuk mendapatkan jawaban sejelas – jelasnya dan lebih rinci.
Sebagian wawancara dilakukan dengan
tatap muka, dengan manfaat utama berupa kemampuan untuk mengamati dan mencatat
perilaku nonverbal maupun verbal. Akan tetapi wawancara juga sebenarnya dapat
dilakukan melalui telepon atau online. Wawancara dengan telepon atau online
membuka peluang dilakukannya wawancara dalam kerangka waktu yang sama namun
mencakup peserta dari wilayah geografi yang lebih luas. Menggunakan pewawancara
yang lebih segar dan lebih nyaman dalam melakukan wawancara sering dilakukan
dari rumah atau kantor akan meningkatkan
kualitas wawancara.
Teknik
Projektif
Karena periset sering kali mencari
makna yang tersembunyi atau disembunyikan, teknik projektif dapat digunakan dalam struktur wawancara. Beberapa tenik
yang digunakan antara lain sebagai berikut :
-
Asosiasi kata atau gambar
-
Pelengkap kalimat
-
Kartun atau gelembung kosong
-
Uji apersepsi Tematis
-
Pemilihan koraponen
-
Pemilihan sensori
-
Penjenjangan atau rantai manfaat
-
Latihan imajinasi
-
Alam semesta khayalan
-
Pengunjung dari planet lain
-
Personifikasi
-
Figure otoritas
-
Ambiguitas dan paradoks
-
Pemetaan semantic
-
Pemetaan merek
Latihan di atas kertas dapat
menggugurkan anggota atau kelompok yang kurang verbal. Teknik projektif dapat
meredam ketegangan yang disebabkan oleh topic yang sensitive atau dapat sanagat
bermanfaat pada saat perubahan fokus dalam wawancara sudah hampir tiba. Seorang
pewawancara yang terlatih sangat dibutuhkan jika riset yang dilakukan
membutuhkan penggunaan satu atau lebih teknik di atas dalam suatu wawancara
mendalam individu atau kelompok. Teknik – teknik di atas juga cukup menghabiskan
waktu jika digunakan, sehingga memeperpanjang jangka waktu wawancara individu
atau kelompok. Di samping itu juga akan memperpanjang waktu analisa data.
Kualifikasi
Pewawancara
wawancara membutuhkan seorang
pewawancara yang terlatih ( sering disebut sebagai moderator bagi wawancara kelompok ) atau keahlian yang diperoleh
dari pengalaman. Keahlian ini antara lain bagaimana membuat responden merasa
nyaman, menggali data dengan rinci tanpa membuat responden merasa terpaksa,
tetap netral sambil terus mendorong peserta untuk berbicara dengan terbuka,
mendengar dengan baik, mengikuti pola berpikir paserta, dan mendapatkan
pemahaman dari suatu dialog deskriptif yang rinci dan dilakukan selama berjam –
jam. Pewawancara ahli belajar untuk menggunakan kesamaan atau perbedaan dengan
yang diwawancarai untuk menggali informasi ; kesamaan digunakan untuk
menghantarkan simpati dan pengertian, sementara perbedaan digunakan untuk
mendemonstrasikan keberanian untuk mengerti dan empati. Seorang pewawancara
yang ahli haruslah seorang yang “cepat belajar”, seorang yang dapat menangkap
pengertian dari suatu isu tanpa harus memiliki pengalaman sebelumnya tentang
produk atau jasa yang dibahas atau menjadi seorang tenaga teknis ahli.
Pewawancara sesungguhnya bertanggung jawab untuk menciptakan pedoman wawancara
atau diskusi, suatu daftar atas topik-topik yang akan didiskusikan (wawancara
tak terstruktur), pertanyaan yang akan ditanyakan (semi terstruktur) dan dengan
urutan bagaimana (terstruktur).
Pewawancara sering kali harus
bertanggung jawab dalam menciptakan pertanyaan penyaring yang digunakan untuk
merekrut peserta riset kualitatif. Pra-wawancara ini menggunakan perangkat yang
mirip dengan kuesioner, yang disebut dengan saringan rekrutmen. Secara umum
pewawancara adalah seorang konsultan dengan tanggung jawab yang luas.
Wawancara Mendalam Individu
Wawancara
mendalam individu atau individu depth interview (IDI) adalah interaksi antara
seorang pewawancara dengan seorang peserta tunggal. Wawancara mendalam individu
biasanya membutuhkan waktu antara 20 menit (wawancara melalui telepon) dan 2
jam (wawancara tatap muka yang telah dijadwalkan sebelumnya), tergantung pada
isu atau topik yang dibahas dan metode berhubungan yang digunakan. Orang yang
diwawancara sering dilengkapi dengan prawawancara yang dikirim melalui pos,
fax, atau internet. Belakangan ini, teknologi mendorong digunakannya alat bantu
visual dan dengar pada saat wawancara, yang menciptakan suatu metodologi yang
dikenal sebagai wawancara langsung berbantuan komputer atau computer assited
personal interviews (CAPIs). CAPIs sering menggunakan wawancara mendalam
individu yang terstruktur atau semi terstruktur.
Peserta
wawancara mendalam individu biasanya dipilih bukan karena opini mereka mewakili
opini umum tetapi karena pengalaman serta sikap mereka yang mencerminkan
keseluruhan cakupan isu yang sedang dipelajari. Wawancara mendalam individu
biasanya direkam (audio dan atau video) dan kemudian diterjemahkan sehingga
dapat memberikan rincian yang kaya bagi periset, dan ini adalah sasaran dari
penggunaan metodelogi tersebut. Pewawancara juga diwawancarai untuk mendapatkan
reaksi pribadi mereka terhadap sikap, pemahaman, dan kualitas wawancara para
peserta. Wawancara mendalam individu membutuhkan waktu yang sangat banyak baik
bagi si pewawancara pada saat wawancara dilakukan. Sebagian responden mungkin
merasa lebih nyaman untuk mendiskusikan topik atau membagikan pengamatan,
perilaku, dan sifat mereka dengan satu orang saja, responden yang lain mungkin
lebih nyaman jika dilakukan dalam kelompok.
Wawancara Kelompok
Wawancara
kelompok adalah metode pengumpulan data dengan mengunakan pewawancara tunggal
dengan lebih dari satu peserta riset. Wawancara kelompok dapat dijelaskan oleh
ukuran kelompok atau komposisinya.
Dalam
hal komposisi, kelompok dapat berupa kelompok heterogen (berisikan individu
yang berbeda, beragam opini, latar belakang, tindakan) atau homogen (berisikan
individu yang mirip; pendapat, latar belakang, dan tindakan yang seragam).
Kelompok juga dapat berisikan pakar (individu yang sangat memahami isu yang
akan didiskusikan) atau bukan pakar (mereka yang sedikitnya memiliki beberapa
informasi yang dibutuhkan namun pada tingkat yang tidak diketahui).
Struktur
dan proses wawancara kelompok meliputi interaksi moderator dengan kelompok dan
pemeriksa kelompok untuk mengklarifikasi respon peserta. Moderator dapat
menciptakan batas pada hasil karena mengirimkan sinyal verbal ataupun nonverbal
bahwa suatu tanggapan lebih disukai dari tanggapan yang lain. Moderator juga
dapat mengarahkan diskusi hingga ke titik dimana sebenarnya tidak membantu
klien. Hanya dengan pelatuhan, dan pengalaman, yang dapat membantu pewawancara
mengatasi potensi kelemahan wawancara kelompok ini.
Periset
ahli membantu sponsor menentukan jumlah wawancara kelompok yang tepat yang akan
dilakukan. Jumlah kelompok ditentukan oleh:
· Cakupan
isu yang distudi. Semakin lebar isu, semakin banyak kelompok yang dibutuhkan
· Jumlah
segmen pasar yang berbeda. Semakin banyak jumlahnya dan semakin besar
perbedaannya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
· Jumlah
ide baru atau pemahaman yang diinginkan. Semakin besar jumlah, semakin banyak
kelompok yang dibutuhkan
· Tingkat
perincian informasi. Semakin rinci semakin banyak kelompok yang dibutuhakan
· Tingkat
perbedaan geografis atau etnis pada sifat atau perilaku. Semakin besar
pengaruhnya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
· Homogenitas
kelompok. Semakin tidak homogen, semakin banyak kelompok dibutuhkan.
Aturan
umumnya adalah tetap lakukan wawancara kelompok hingga tidak ada pemahaman baru
diperoleh. Sering sekali beberapa kelompok saja sudah mencukupi, atau kadang
kala jumlahnya meningkat menjadi 8 atau 12.
Kelompok Fokus
Kelompok
fokus adalah suatu panel yang umumnya terdiri dari 6 hingga 10 orang, dipimpin
oleh seorang moderator terlatuh, yang bertemu antara 90 menit hungga 2 jam.
Dalam sebuah riset, kelompok fokus sering menjadi unik karena keterlibatan
sponsor riset dalam prosesnya. Sebagian besar fasilitas wawancara memungkinkan
sponsor mengamati kelompok dan dinamika yang terjadi pada saat proses sedang
berjalan, mengamati pemahaman sendiri dari percakapan dan sinyal-sinyal
nonverbal yang diamatinya.
Kelompok
fokus biasanya selesai dalam tempo dua jam, namun dapat berkembang dari satu
hingga tiga jam. Kelompok fokus yang dijalankan lebih lama namun semakin
sedikit jumlahnya saat ini semakin banyak detemukan. Karena semakin lama,
dibutuhkan kegiatan yang dapat mengungkapkan perasaan, pengetahuan, dan
motivasi yang lebih dalam. Disamping sesi kreativitas yang menggunakan teknik
projektif atau melibatkan peserta dalam sesi menulis atau menggambar, atau
menciptakan penggabungan visual, kegiatan lain yang umum dalam kelompok fokus
adalah :
·
Asosiasi bebas “kata atau frase apa yang
muncul dalam benak Anda pada saat memikirkan X?”
·
Pemilahan gambar. Peserta memilih label
merek atau dengan cermat memilih citra yang berkaitan dengan kepribadian merek
berdasarkan kriteria yang dipilih peserta.
·
Pemilahan foto. Kepada peserta diberikan
foto orang, yang selanjutnya diberi pertanyaan : “Yang mana di antara
orang-orang ini yang...?” atau “Yang mana di antara orang-orang ini tidak...?”
·
Permainan peran. Dua atau tiga anggota
kelompok diminta untuk menanggapi pertanyaan berdasarkan pada pribadi mereka
atau peran yang mereka mainkan.
Kelompok
fokus sering digunakan sebagai teknik eksplorasi tapi dapat juga menjadi
metodologi utama. Pada kedua kasus tersebut, sebuah perguruan tinggi kecil
menggunakan kelompok fokus untuk mengembangkan rencana bagaimana menarik lebih
banyak pendaftaran mahasisiwa baru, dan sebuah rumah sakit darah menggunakan
kelompok fokus untuk meningkatkan sumbangan darah. Kelompok fokus sangat
bermanfaat dalam sekenario berikut ini:
·
Mendapatkan latar belakang umum tentang
suatu topik atau isu
·
Menghasilkan pertanyaan riset untuk
dieksplorasi melalui metodologi kuantitatif
·
Menerjemahkan hasil riset kuantitatif
yang telah diperoleh sebelumnya
·
Merangsang ide baru bagi produk dan
program
·
Menggarisbawahi bidang peluang yang
harus dikejar oleh manajer tertentu
·
Mendiagnosa masalah yang harus
dipecahkan manajer
·
Menciptakan kesan dan persepsi merek dan
ide produk
·
Menghasilkan suatu tingkat pemahaman
tentang pengaruh-pengaruh dalam dunia peserta.
Terdapat
bidang lain yang digunakan oleh wawancara kelompok fokus. Walaupun
bidang-bidang tersebut yang paling sering digunakan bersama kelompok fokus,
mereka juga dapat digunakan bersama jenis dan besaran wawancara kelompok yang
lain.
Kelompok Fokus Telepon.
Dengan fasilitas konfrensi telepon yang modern, kelompok fokus telepon dapat
dilakukan dengan efektif dalam situasi berikut ini:
a.
Pada saat tidak mudah untuk merekrut
peserta yang diinginkan, anggota kelompok elit dan responden yang sulit
ditemukan seperti pakar, profesional, dokter ahli, eksekutif papan atas, dan
pemilik toko.
b.
Pada saat kelompok ssaran jarang dijumpai,
“Kejadian yang jarang”. Atau secara geografis menyebar luas, direktur klinik
medis, selebrity, dan praktisi pedesaan
c.
Pada saat isunya sangat sensitif
sehingga penyamaran identitas dibutuhkan tetapi responden harus berasal dari
wilayah geografis yang lebar, orang yang menderita penyakit menular, orang yang
menggunakan produk yang tidak biasa digunakan, orang dengan penghasilan tinggi,
pesaing.
d.
Pada saat ingin melakukan beberapa
kelompok fokus saja namun harus mewakili keseluruhan wilayah.
Kelompok
fokus telepon biasanya lebih singkat dari kelompok tradisional, rata-rata
sekitar satu jam. Berlawanan dengan kelompok tatap muka, kelompok telepon yang
heterogen dapat lebih produktif. Orang dengan peran atasan-bawahan dapat
dibaurkan sepanjang mereka tidak berasal dari satu kota yang sama. Kelompok
fokus telepon cenderung efektif dalam kondisi berikut ini:
· Jika
peserta perlu memegang sebuah produk
· Pada
saat suatu objek diskusi tidak dapat dikirim melalui email
· Pada
saat sesi wawancara akan berlangsung lama
· Pada
sat pesertanya adalah kelompok anak-anak
Kelompok Fokus Online.
Suatu teknik yang sedang berkembang untuk riset eksplorasi adalah dengan
mendekati dinamika kelompok dengan menggunakan email, situs Web, Usenet
newsgroup, atau ruang bicara internet. Kelompok fokus ini juga terbukti efektif
untuk remaja dan kaum muda, juga untuk segmen pasar yang memiliki pekerjaan,
yaitu mereka yang nyaman dengan penggunaan komputer. Mereka menjadi sangat
berguna pada saat suatu aplikasi berbasis komputer, seperti perangkat lunak
atau permainan, menjadi topik diskusi kelompok.
Kelompok Fokus Konferensi Video.
Kelompok fokus ini adalah teknologi lain yang digunakan dalam wawancara
kelompok. Karena perusahaan dan universitas besar cenderung ingin memiliki
fasilitas konferensi video sendiri, maka sebagian besar kelompok fokus
konferensi video cenderung terjadi dalam kondisi demikian, karena itu membatasi
peserta hanya mereka yang memiliki akses pada fasilitas khusus ini.
Merekam, Menganalisis, dan
Melaporkan Wawancara Kelompok
Pada wawancara tatap muka, sebagian
moderator menggunakan kertas yang cukup besar yang ditempelkan di dinding ruang
untuk merekam tren; yang lain menggunakan buku catatan. Manajer fasilitas
membuat rekaman video dan pita audio agar dapat dilakukan analisa penuh
terhadap wawancara. Bagian verbal wawancara kelompok diterjemahkan bersamaan
dengan dilakukannya wawancara terhadap moderator dan ditambah pada catatan
moderator. Hal ini kemudian dianalisa di beberapa sisi kelompok fokus dengan
menggunakan analisis isi. Proses analilsis ini memberikan gambaran kualitatif
kepada sponsor riset tentang apa yang menjadi perhatian, ide, sikap, dan
perasaan responden. Gambaran awal isi wawancara kelompok sering sekali dibuat
dengan mnggunakan perangkat lunak komputer pada saat melakukan analisis isi.
Perangkat tersebut mencari frase dan kata yang umum, konteks, serta pola
ekspresi dalam catatan yang didigilitasi.
F.
Menggabungkan
Metodologi
Studi
Kasus
Studi kasus juga disebut dengan
riwayat kasus, adalah metodelogi riset yang sangat bermanfaat yang
menggabungkan wawancara individu dan (kadang kala) kelompok dengan analisis
rekaman dan observasi. Metodelogi studi kasus-atau laporan tertulis dari proyek
riset tersebut, sering disebut sebagai analisis kasus atau permulaan kasus-dapat
digunakan untuk memahami proses pemasaran tertentu.
Dalam studi kasus, peserta
wawancara diminta untuk menceritakan riwayat pengalaman mereka, pengalaman yang
dipilih adalah yang mewakili berbagai tingkatan dalam organisasi yang sama atau
perspektif yang berbeda dari situasi atau proses yang sama yang memungkinkan
adanya kedalaman perspektif. Fleksibilitas pendekatan studi kasus dan penekanan
pada pemahaman yang kadang kala disebut dengan deskripsi tebal. Pada saat
analisis, analisis kasus tunggal selalu dilakukan sebelum analisis lintas kasus
dilakukan. Penekanannya pada perbedaan apa yang terjadi, mengapa dan apa
dampaknya. Kesimpulan tertulis dilakukan setelah menyelesaikan studi kasus pada
beberapa organisasi atau situasi dan sifatnya spekulatif.
Riset Tindakan
Riset
tindakan didesain untuk menjawab masalah yang rumit, praktis, dan belum banyak
diketahui, belum ada solusinya. Oleh karena itu skenarionya dipelajari,
tindakan koreksi ditentukan, direncanakan dan diterapkan, hasil dari tindakan
diobservasi dan dicatat, dan tindakannya sendiri diukur apakah efektif atau
tidak. Proses tersebut diulang hingga diperoleh hasil seperti yang diharapkan,
namun sepanjang proses ada banyak hal yang dapat dipelajari tentang proses dan
tentang tindakan yang disarankan untuk dipelajari. Periset tindakan meneliti
dampak pemecahan masalah yang diharapkan.
Menyatukan Metode Kualitatif dan
Kuantitatif.
Triangulasi
adalah istilah yang digunakan utuk menjelaskan pengkombinasian dari beberapa
metode kualitatif atau pengkombinasian kualitatif dengan kuantitatif. Karena
adanya kontroversi seperti yang dijelaskan sebelumnya, studi kualitatif dapat
dikombinasikan dengan kuantitatif untuk meningkatkan kualitas riset, kususnya
pada saat studi kuantitatif mengikuti studi kualitatif dan menjadi alat
validasi atas temuan-temuan kualitatif. Empat strategi umum pengkombinasian
metodelogi dalam riset pemasaran:
·
Studi kuantitatif dan kualitatif dapat
dilakukan secara bersama
·
Studi kualitatif dapat dilakukan
sementara beberapa studi kuantitatif juga dilakukan, mengukur perubahan
perilaku dan sikap waktu demi waktu
·
Studi kualitatif dilakukan sebelum studi
kuantitatif, dan studi kualitatif kedua dilakukan setelah studi kuantitatif,
untuk mencari klarifikasi lebih lanjut.
·
Studi kuantitatif dapat mengikuti suatu
studi kualitatif
Sebagian
periset menyadari bahwa riset kualitatif dapat menutupi kekurangan riset
kuantitatif dan sebaliknya. Pemikir-pemikir jauh kedepan ini percaya bahwa
metodelogi tersebut saling melengkapi dan tidak saling bersaing.
KESIMPULAN
ü Tahap
eksplorasi dalam proses riset menggunakan data sekunder untuk mengembangkan
pemahaman dilema manajemen, mencari cara yang telah digunakan oleh orang lain
dan memecahkan masalah yang mirip dengan dilema manajemen, serta mengumpulkan
latar belakang informasi tentang topik untuk memperbaiki pertanyaan riset.
ü Riset
kualitatif berisikan suatu rangkaian teknik penerjemah yang berupaya
menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan, dan memberikan makna, bukan
frekuansi, dari fenomena sosial yang kurang lebihnya terjadi secara alami.
Komentar
Posting Komentar