MAKALAH KELOMPOK 4



BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang
Metodologi penelitian merupakan sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode.Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu.Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian
Dalam melakukan sebuah penelitian diperlukan adanya data-data yang digunakan untuk membuat suatu kesimpulan akhir dimana apakah penelitian yang kita lakukan tersebut dapat diterima atau tidak dapat diterima. Data-data yang biasanya kita kumpulkan pasti memerlukan suatu pencarian yang digunakan untuk mengumpulkan suatu informasi atau biasa disebut dengan eksplorasi.










BAB II
LANDASAN TEORI


A.    Pengertian Eksplorasi
Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (eksplorasi minyak bumi), gas alam, batubara, mineral, gua, air, ataupun informasi. Pengertian eksplorasi di "Abad Informasi dan Spiritual" saat ini, juga meliputi tindakan pencarian akan pengetahuan yang tidak umum atau pencarian akan pengertian metafisika-spiritual; misalnya tentang kesadaran (consciousness), cyberspace atau noosphere. Istilah ini dapat digunakan pula untuk mengambarkan masuknya budaya suatu masyarakat untuk pertama kalinya ke dalam lingkungan geografis atau budaya dari masyarakat lainnya. Meskipun eksplorasi telah terjadi sejak awal keberadaan manusia, kegiatan eksplorasi dianggap mencapai puncaknya pada saat terjadinya Abad Penjelajahan, yaitu ketika para pelaut Eropa menjelajah ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan berbagai daerah dan budaya baru.
Eksplorasi dalam dunia pertambangan adalah suatu aktivitas untuk memperoleh informasi secara rinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumberdaya terukur dari bahan galian disuatu wilayah. 
Konsep eksplorasi : Jika seseorang mencari sesuatu mau tidak mau secara sadar atau tidak tentu harus mempunyai bayangan dulu, apa yang akan dicarikan, dimana dia akan mencarinya dan bagaimana dan pakai alat apa dia akan mencarinya. Menurut Thomas Kuhn, 1962 dalam bukunya “The Structure of Scintific Revolution” mengatakan bahwa jika seseorang akan mencari sesuatu sadar atau tidak dia harus sudah mempunyai suatu model dari benda yang dicarinya itu, serta model dimana benda tersebut akan didapatkan. Dengan demikian pula untuk melakukan eksplorasi yaitu pencaharian suatu cebakan mineral seorang explorator sudah harus mempunyai bayangan apa yang akan dicarinya itu, di daerah mana akan dicarinya dan metode apa serta sistem yang efektif bagaimana yang harus digunakan, dengan kata lain seorang eksplorator harus mempunyai konsep. Maka konsep eksplorasi adalah terdiri dari model dari yang dicari, model dari daerah yang dicari dan berdasarkan model ini ia akan menggunakan sistem pencaharian.
Metoda eksplorasi adalah cara yang secara fisik menentukan langsung ataupun tidak langsung keberadaan adanya suatu gejala geologi yang dapat berupa tubuh suatu endapan mineral ataupun satu atau lebih petunjuk geologi. Metoda eksplorasi berkembang pesat dengan munculnya teknologi baru dalam bidang metoda eksplorasi seperti dalam metoda geofisika, geokimia maupun dengan munculnya komputerisasi.
Dalam konteks riset ilmiah, eksplorasi adalah salah satu dari tiga bentuk tujuan riset, sedangkan tujuan lainnya ialah penggambaran (deskripsi) dan penjelasan (eksplanasi). Dalam hal ini, eksplorasi adalah usaha untuk membentuk pengertian umum dan awal terhadap suatu fenomena.

B.     Fase Eksplorasi Strategi Pencarian
Tujuan riset eksplorasi dalam suatu proyek adalah untuk mencapai hal-hal berikut:
§  Mengembangkan pemahaman tentang dilema manajemen.
§  Mencari langkah-langkah yang pernah diambil oleh orang lain dalam menyelesaikan masalah yang mirip dengan dilema manajemen  atau pertanyaan manajemen  yang sedang dihadapi.
§  Mengumpulkan informasi latar belakang topik untuk menyempurnakan  pertanyaan riset.
§  Mengindentifikasi informasi yang harus dikumpulkan untuk memformulasikan pertanyaan investigasi.
§  Mengindentifikasi  sumber-sumber serta pertanyaan aktual yang mungkin digunakan sebagai pertanyaan pengukuran.
§  Mengindentifikasi sumber-sumber serta kerangka contoh aktual yang mungkin digunakan dalam desain contoh.
Pada sebagian besar kasus, fase eksplorasi dimulai dengan pencarian literatur berupa tinjauan buku, artikel pada jurnal atau literatur profesional yang berkaitan dengan dilema manajemen. Pencarian literatur mensyaratkan penggunaan katalog perpustakaan online dan satuatau lebih basis data biliografi atau indeks. Untuk beberapa topik tertentu, akan lebih baik bila pertama-tama mengacu pada buku pegangan atau ensiklopedi khusus untuk mengembangkan daftar istilah penting, daftar orang atau kejadian yang mempengaruhi topik dan juga untuk menentukan publikasi dan pengarang yang akan banyak digunakan. Materi referensi lainnya akan digabungkan kedalam strategi pencarian sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pencarian literatur ini memiliki lima tahapan  :
§  Mendefinisikan dilema atau pertanyaan manajemen.
§  Mengacu pada ensiklopedi, kamus, buku pegangan dan buku teks untuk mengindentifikasi  istilah penting, nama orang, atau kejadian yang terkait dengan dilema manajemen atau pertanyaan manajemen.
§  Gunakan istilah penting, nama orang atau kejadian pada saat melakukan pencarian  dengan menggunakan indeks, bibliografi dan situs Web untuk mengindentifikasi sumber sekunder yang spesifik.
§  Pelajari sumber sekunder spesifik untuk menguji relevansinya.
§  Evaluasi seberapa jauh mamfaat dari masing-masing sumber dan kandungannya.
Hasil yang diperoleh dan penelitian literatur mungkin sudah merupakan jawaban dari dilema manajemen. Jika demikian halnya, tidak dibutuhkan riset lebih lanjut, akan tetapi sering kali pertanyaan manajemen tetap tidak terpecahkan, sehingga keputusan untuk melanjutkan pencarian mengharuskan dibuatnya sebuah proposal riset.

a.    Tingkatan Informasi dan Jenisnya
Pada saat mengeksplorasi masalah dan topik,  ada berbagai jenis sumber  informasi  dimana yang satu lebih berharga dari yang lain.
Adapun sumber informasi pada umumnya dikatagorikan kedalam tiga tingkatan
§  Sumber primer.
§  Sumber sekunder.
§  Sumber tersier

Sumber  primer.Adalah karya riset asli atau data mentah tanpa interpretasi atau pernyataan yang mewakili suatu opini atau posisi resmi. Termasuk didalam sumber primer adalah memo surat, wawancara atau pidato lengkap ( dalam bentuk audio, video, atau tertulis) , hukum, peraturan keputusan pengadilan dan sebagian besar data keluaran pemerintah seperti data sensus perekonomian dan tenaga kerja.
Sumber primer merupakan data yang paling otoritatif karena informasi yang disajikan belum pernah diolah atau ditafsirkan oleh pihak kedua. Informasi dan seluruh sumber primer akan menjadi literatur sekunder yang mendukung riset orisinal kita. Sumber internal data primer al : catatan, persediaan, data personalia, formulir permintaan pembelian, diagram kontrol proses statistik dan data sejenis.
Sumber  sekunder adalah interpretasi dari data primer, ensiklopedi, buku, teks, buku pegangan, artikel di majalah dan koran, dan sebagian besar pemberitaan dimedia massa dianggap sebagai sumber informasi sekunder. Memang hampir semua materi referensi jatuh kedalam katagori ini. Secara internal, ringkasan analisis penjualan dan laporan tahunan investor adalah contoh dari sumber sekunder karena mereka dikumpulkan dari berbagai sumber primer. Perusahaan yang mencari sumber sekunder dapat memperolehnya baik dari dalam maupun dari luar, seperti yang digambarkan pada peraga 7-2.
Sumber  tersier  merupakan interpretasi dari sumber sekunder walau pada umumnya disajikan dalam bentuk indeks, bibliografi dan alat bantu pencarian data (misal perangkat mesin pencari internet ). Semua informasi tidaklah bernilai sama. Seperti yang ditunjukan oleh tingkatan sumber, maka sumber  primer memiliki nilai lebih ketimbang sumber sekunder, sumber sekunder memiliki nilai lebih tinggi ketimbang sumber nilai tersier.
Jenis informasi yang paling sering digunakan oleh periset bisnis :
v  Indeks  dan Bibliografi
Adalah koleksi utama dari perpustakaan karena sangat membantu dan mengindentifikasikan dan menemukan lokasi suatu buku atau artikel jurnal dari jutaan yang telah diterbitkan. Satu bibliografi  yang paling penting dalam suatu perpustakaan adalah katalog onlinenya. Informasi pada katalog online ini dilengkapi dengan beberapa indeks dan bibliografi khusus yang membahas topik topik bisnis tertentu. Indeks dan bibliografi juga dapat membantu dalam melakukan pencarian literatur untuk menemukan pengarang dan judul dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya  yang sesuai dengan topik yang dicari.
v Kamus
Kamus telah tersebar dimana-mana sehingga mungkin tidak perlu penjelasan lebih jauh lagi. Dalam bisnis, sama dengan beberapa bidang lainnya, ada beberapa kamus khusus yang menjelaskan kata, istilah, atau jargon yang khas untuk suatu disiplin ilmu. Kamus juga tempat yang baik untuk menemukan akronim. Kini sudah banyak kamus dan daftar istilah yang tersedia dalam Web. Salah satu contohnya adalah milik Federal Reserve Bank di Chicago yaitu Glossaries of Financial Terms. Salah satu contoh bisnis dalam bentuk cetak adalah Dictionary of Busines and Management.informasi dari kamus dan daftar istilah ini dapat digunakan untuk mengindentifikasi kata kunci untuk melakukan pencarian basis data online atau cetak.
v  Buku  pegangan
Adalah koleksi fakta-fakta khusus mengenai suatu topik. Buku pegangan sering sekali menghadirkan angka statistik, petunjuk informasi, daftar istilah dan data lain seperti hukum dan aturan yang terkait dengan bidang tertentu. Buku pegangan yang paling baik adalah buku yang memasukan sumber referensi untuk fakta-fakta yang disajikan Statistical Abstract of the United States mungkin adalah buku pegangan yang paling baik dan yang paling sering digunakan. Buku tersebut berisikan beragam fakta yang sangat luas, indeks yang rinci dan sempurna, serta alur untuk mencari data yang lebih dalam untuk setiap tabel yang disajikan.
v  Buku  Petunjuk
Digunakan untuk menemukan nama dan alamat serta data-data lainnya. Sementara sebagian besar buku petunjuk tersedia disajikan dalam bentuk cetak, sedangkan buku petunjuk dalam bentuk digital yang pencarian datanya hanya dengan memasukan karateristik tertentu atau disortir dan kemudian direkam adalah jauh lebih bermanfaat. Buku petunjuk yang sangat bermamfaat dan tersedia disebagian besar perpustakaan adalah dalam bentuk cetak atau elektronik . contoh buku petunjuk elektronik adalah Encyclopedia of Associantions , yang menyediakan suatu daftar organisasi publik dan profesional serta lokasi dan nomor kontak mereka.

b.   Mengevaluasi Sumber Informasi
Pada saat anda mulai mengumpulkan informasi tentang topik tertentu, satu hal yang pasti anda perlu lakukan adalah melakukan evaluasi sumber. pustakawan mengevaluasi dan memilih sumber informasi didasarkan pada lima faktor, terlepas apakah dalam bentuk cetak atau elektronik, yang dapat diterapkan disetiap sumber. Kelima faktor itu adalah :
·         Tujuan
·         Cakupan
·         Otoritas
·         Audiensi
·         Format
Peraga 7-3 (pada lampiran) memberikan daftar prtanyaan-pertanyaan penting yang diajukan periset pada saat menerapkan faktor-faktor diatas untuk mengevaluasi sumber Web
Tujuan
Tujuan dari suatu sumber Web adalah apa yang ingin dicapai oleh pengarangnya. Secara umum, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memberi penerangan atau untuk hiburan . diantara tujuan-tujuan untuk memberikan penerangan, sipengarang mungkin mencoba untuk membangun kredibilitas, mengembangkan pengetahuan dalam suatu bidang atau disiplin, membangun citra perusahaan dan pada beberapa situs Web, untuk mengelola persediaan atau menjual barang. Sering kali  untuk sumber –sumber yang bersifat kepemilikan, tujuannya adalah untuk membuat proses pencarian menjadi lebih mudah bagi mereka yang membeli sumber tersebut. Misalnya, tujuan dari suatu sumber adalah untuk mengkonsolidasikan sumber-sumber periklanan di Web dan membuatnya tersedia para siswa. 
                   Jangkauan
Jangkauan dari suatu sumber terikat erat dengan tujuannya. Kapankah tanggal penerbitannya ? berapa lama cakupan periode sumber ini ? Seberapa banyak dan seberapa dalam topik yang dicakup ? Apakah materi yang dicakup bersifat lokal, regional, atau internasional ? Apakah sumber tersebut bersifat bibliografi, dan seberapa konfrenhensif ? jika sumber itu adalah sumber biografi atau suatu buku petunjuk atau sebuah bibliografi, apakah kriteria untuk pencantuman ?
Jika anda tidak mengetahui jangkauan suatu sumber informasi, anda mungkin akan kehilangan informasi penting karena bergantung pada sumber yang tidak lengkap.
Otoritas
Pertimbangan utama bagi para pengguna informasi adalah otoritas dari sumber informasi. Seperti yang telah disebutkan diatas sumber primer adalah yang memiliki otoritas paling tinggi. Bagi sebagian sumber informasi, baik pengarang maupun penerbit adalah indikator dari otoritas pengarang harus dicantumkan, baik dalam bentuk cetak dan elektronik.  Catatan kaki harus diberikan jika dibutuhkan , jika gelar yang dimiliki tidak ditampilkan, maka langkah yang terbaik adalah memeriksa sumber biografis.Gelar yang dimiliki pengarang dapat berupa latar belakang pendidikan, posisi, karya yang telah dipublikasikan dan dibahas.
Otoritas juga berlaku pada sumber Web dimana setiap orang dapat melakukan posting apapun juga.
Audiensi
Audiensi juga merupakan faktor penting dalam mengevaluasi suatu sumber informasi, karena terkait erat dengan sumber tersebut. Bagi beberapa sumber Web kadangkala sulit untuk ditentukan siapa sebenarnya pembaca yang dituju, karena banyak situs Web yang didesain untuk melayani ragam pembaca. Web terbuka bagi semua orang ,oleh karena itu perencanaan Web harus kreatif baik dalam merangkul pembacanya maupun dalam membawa pembaca menuju bagian-bagian dari situs Web yang sesuai dengan pembaca tersebut.
Format
Faktor format dapat berbeda antara sumber satu dengan sumber lainnya namun secara umum berkaitan dengan bagaimana informasi tersebut disajikan dan seberapa mudah untuk menemukan suatu informasi tertentu.
Format dari sumber elektronis atau web pada umumnya berkaitan dengan desain Desainer Web berhadapan dengan berbagai macam tipe pencari informasi di internet, pilihan komputer individual, berbagai macam kecepatan akses modem dan internet.

a)      Mencari Data Bibilografi
Dalam sebuah basis data bibliografi, masing-masing catatan sebuah cuplikan bibliografi dari suatu artikel disebuah buku atau jurnal. Di perpustakaan universitas, katalog online adalah contoh dari sebuah basis data bibliografi.
Proses pencarian basis data bibliografi dan mendapatkan hasil merupakan hal mendasar bagi semua basis data. Adapun prosesnya sebagai berikut :
·      Pilih satu basis data yang sesuai dengan topik kita.
·      Buatlah pertanyaan-pertanyaan  ( juga disebut dengan pernyataan pencarian ).
o  Periksa dan evaluasi hasil pencarian.
o  Modifikasi pertanyaan pencarian, jika dibutuhkan.
·      Simpanlah hasil pencarian kita yang sangat berharga tersebut.
·      Susun kembali artikel yang tidak tersedia dibasis data.
·      Padukan hasil pencarian dengan informasi dari sumber Web.
                        Memilih Sebuah Basis Data
Sebagian besar dari kita memilih dta yang paling mudah tanpa  jangkauannya, akan tetapi jika kita ingin mempertimbangkan isi dari basis data, keterbatasan yang dimiliki serta kreteria pencarian data diawal pencarian, hal ini akan menghemat waktu secara jangka panjang. Ingatlah bahwa katalog online perpustakaan adalah sebuah sumber bibliografi yang akan membantu mengindentifikasi buku dan mungkin media-media lain yang berkaitan dengan suatu topik. Meskipun judul jurnal atau publikasi bulanan telah masuk dalam daftar katalog online suatu perpustakaan, artikel dalam jurnal atau publikasi tersebut jarang sekali diikut sertakan . oleh karena itu gunakan buku untuk informasi yang lebih tua dan lebih menyeluruh. Sedangkan untuk informasi yang lebih kini atau untuk informasi yang sangat spesifik gunakanlah artikelpada publikasi. Pada umumnya seorang pustakawan akan menyarankan satu atau lebih basis data yang sesuai dengan topik yang sedang dicari.
Menyimpan Hasil Pencarian
Sementara keinginan untuk mencetak mungkin sangat menggebu-gebu, tetaplah ingat bahwa jika menyimpan hasil pencarian  kedalam komputer maka kita dapat melakukan kegiatan memotong dan memindahkan pernyataan, tabel dan informasi lain kedalam proposal tanpa harus mengetiknya kembali.Terlepas dari langkah mana yang diambil, pastikan bahwa kita menyimpan informasi bibliografi untuk catatan kaki dan bibiliografi kita. Sebagian besar basis data menawarkan pilihan untuk memberikan tanda pada hasil pencarian, mendowload atau mencetak data secara sekaligus atau satu persatu.
Memanggil Artikel
Bagi artikel onlineyang tidak menyediakan format teks sepenuhnya, pemanggilan artikel pada umumnya membutuhkan langkah lebih lanjut berupa pencarian katalog online perpustakaan ( kecuali ada hubungan langsung antara basis data dengan katalog ) untuk menentukan apakah isu yang diinginkan tersedia dan diman letaknya. Sebagian perpustakaan menawarkan jasa pengiriman dokumen untuk artikel-artikel yang tidak tersedia. Sedangkan sebagian artikel terbitan akhir mungkin tersedia di Web atau dapat dicari melalui penyedia jasa (ada biaya atas jasa ini ).

b)     Mencari Informasi di Word Wide Web
Wordl Wide Web adalah sumber informasi, bisnis dan hiburan yang sangat besar dan sangat sulit dan hampir tidak mungkin untuk diabaikan. Jutaan halaman data tersedia  untuk umum, dan besar dari Web bertambah dua kali lipat setiap beberapa bulan. Akan tetapi mencari dan mengambil informasi dari Web merupakan suatu upaya yang besar dan lebih problematis ketimbang mencari dalam suatu basis data bibliografi. Di web tidak ada lapangan basis data yang standar,tidak ada hieraki subjek yang didefinisikan dengan seksama (disebut kosakata terkontrol),tidak ada referensi silang,tidak ada sinonim,tidak ada criteria seleksi dan secara umum tidak ada aturan.
Web adalah sumber utama untuk melakukan pencarian taktiknya adalah terus mencari sementara tetap focus pada topic yang sedang dikerjakan.Pada model pencarian ,anda tidak memiliki target tertentu.Anda mengikuti hubungan hypertext dari satu situs kesitus yamg lain karena rasa senang yang ditimbulkan apabila menemukan sesuatu .Hal tersebut dapat dianalogikan seperti berjalan-jalan cuci mata di pusat perbelanjaan atau berkeliling melihat-lihat buku diperpustakaan.Kegiatan ini dapat menghasilkan dan dapat juga tidak.Menelusuri web cenderung kurang efisien periset sering bekerja dengan tepat waktu yang ketat,karena manjemen sering kali tidak dapat menunda keputusan yang kritis.Oleh karena itu,periset jarang mendapatkan kesenangan dari penelusuran yang tidak terarah. Tahapan dalam proses pencarian web yang memunculkan perubahan perilaku yang dapat dilihat pada peraga 7-6 proses pencarian web dibandingkan dengan proses pencarian bibliografi (pada lampiran).
Memilih Mesin Pencarian atau Buku Petunjuk
Pencarian informasi yang spesifik atau untuk suatu situs yang spesifik akan membantu memecahkan pertanyaan manajemen yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang lebih dalam ketimbang sekedar menelusuri semata.Mulailah dengan memilih satu atau lebih mesin pencarian di internet.Karena mesin pencarian Web cukup beragam maka beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:
·         Jenis sumber Internet yang dicakup (http,telnet,usenet,ftp,dll)
·         Cara mereka melakukan pencarian pada halaman Web (apakah setiap kata ?atau hanya judul atau kepala artikel saja?)
·         Jumlah halaman yang dimasukkan dalam indeks
·         Pilihan pencarian dan penyajian yang ditawarkan
·         Frekuensi informasi yang diperbaharui.
  
Disamping itu,ada beberapa informasi yang dapat diindeks secara public melalui Web namun sama sekali tidak dapat digali dengan menggunakan mesin pencarian Web yang ada saat ini.Di antara beberapa materi yang terbuka bagi public tapi tidak diindeks oleh mesin pencari adalah sebagai berikut:
·         Halaman yang merupakan kepemilikan pribadi (yaitu berdasarkan pembayaran) dan /atau yang dilindungi oleh kata kunci,termasuk isi bibliografi dan basis data lainnya.Beberapa basis data yang dilindungi oleh kata kunci,seperti Thomas Register,sebenarnya gratis dan tersedia bagi public setelah melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
·         Halaman yang dapat diakses hanya melalui format pencarian (basis data),termasuk didalamnya sumber Web yang sangat popular seperti catalog perpustakaan ,catalog e-com-merce (seperti lands’end ,Amazon.com dan penawaran sejenis lainnya),serta catalog EDGAR dari Securities and exchange commission.Jika kita ingin menemukan harga sebuah buku di Amazon.com,pertama-tama kita harus menemukan Amazon.com,dan selanjutnya mencari basis data untuk judul yang dicari.
·         Halaman yang didesain dengan buruk
·         Beberapa halaman non-HTML atau nonplain-text ,khususnya file grafik PDF,yang tidak menawarkan alternative teks.Halaman ini tidak dapat dipanggil sdengan menggunakan mesin pencarian yang ada saat ini.
·         Halaman yang dikeluarkan oleh Robots Exclusion Standard (biasanya diterapkan dengan file robots.txt).Standar ini digunakan oleh administrator Web untuk memberitahu robot pengindeks bahwa halaman tertentu telah berada diluar batas.Contoh yang sangat bagus tentang hal ini adalah GPO access (dijelaskan dibawah ) GPO access adalah suatu sumber informasi yang sangat ekstensif dari pemerintah Amerika.
Mesin pencari,portal ,atau buku petunjuk yang anda pilih dapat ditetapkan dengan baik berdasar pada sejauh mana hasil yang anda inginkan.Jika anda ingin menggunakan beberapa situs besar saja ,maka mulailah dengan suatu buku petunjuk seperti di Yahoo.Jika anda tertarik dengan informasi yang komprehensifan,gunakan lebih dari satu mesin pencari.Berbagai macam model komponen perangkat lunak memungkinkan mesin pencari untuk mencari dan menggali halaman Web.termasuk didalamnya:
·      Perangkat lunak yang secara otomatis dapat mengirim robot pencari informasi, kadangkala disebut spider,untuk menyisir Web dari satu server ke server yang lain untuk membangun sebuah indeks kata-kata,halaman,dan file yang dapat diindeks secara public.
·      Alogaritma yang menentukan bagaimana halaman tersebut adkan diseleksi dan diprioritaskan dalam penyajian.
·      Perangkat interface pengguna yang menentukan pilihan pencarian yang tersedia bagi pengguna.
                        Robot dapat  dikirim untuk menjelajah Web bias secara harian atau enam mingguan,sehingga bisa terjadi adanya halaman –halaman baru yang tidak masuk kedalam indeks yang dikembangkan oleh mesin pencari tertentu.Sebagian besar mesin pencari mencoba untuk memperbaharui indeksnya paling tidak setiap bulan.
                        Alogaritma yang digunakan oleh mesin pencari dapat berdampak besar pada jenis dan jumlah informasi yang digali.Alogaritma pencari menentukan apakah setiap kata akan dimasukkan atau hanya 50 kata teratas,dan apakah bobot lebih besar akan diberikan pada kata-kata dalam metadata atau pada judul atau pada kata-kata yang sering digunakan.
                        Portal,seperti dicerminkan oleh namanya adalah pintu masuk menuju Web.Portal biasanya berisikan buku petunjuk,mesin pencari dan fitur-fitur pengguna lainnya seperti laporan cuaca dan berita.Sebagian besar penyedia jasa internet (ISP) adalah portal menuju Web homepage AOL adalah salah satu contohnya.Portal ini menggunakan inforamasi yang didasarkan pada perilaku berita sebelumnya untuk menentukan apa yang akan ditawarkan pada layer pembuka.Bebrapa portal ISP saat ini menawarkan pilihan bagi para pelanggan untuk mendesain secara pribadi portal dengan mesin pencari yang dipilih sendiri oleh pengguna dan sumber sekunder.Sebagian besar dari mesin pencari utama saat ini sebenarnya adalah portal menuju Web yang juga memiliki mesin pencarian sendiri.portal khusus semakin popular belakangan ini.Salah satu contoh portal khusus,portal industri ,menyajikan berbagai macam sumber berkaitan dengan suatu industri tertentu.Competia Express,situs intelijen bersaing (http:// www.competia.com /express /indeks.html),menawarkan portal industri dari berbagai macam industri.
                        Tentukan Pilihan Pencarian
            Hampir seluruh layanan pencarian memiliki tombol Help yang akan membimbing anda kepada informasi tentang prosedur pencarian dan pilihan dari mesin pencari tersebut.Bagaimanakah cara kerja mesin pencari ? dapatkah anda menggabungkan istilah dengan menggunakan operator Boolean (AND,OR,NOT) atau konektor lain? Bagaimana anda memasukkan frase ?menentukan tampilan hasil pencarian?sebagian mesin pencari menyediakan pilihan pencarian dasar atau tingkat lanjut.
Bangun Pertanyaan Pencarian dan Masukkan Itilah Pencarian
            Web bukanlah sebuah basis data,maupun memiliki perbendaharaan kata yang terkontrol.Oleh karena itu Anda harus serinci mungkin menggunakan kata kunci dalam pertanyaan manajemen dan variasi-variasiyang dapat anda pikirkan.Langkah untuk mencari informasi dengan kata kunci mugkin membutuhkan beberapa kali uji coba.Misalnya,suatu istilah yang umum (seperti bisnis) tidak akan bermanfaat dalam suatu mesin pencari yang melakukan pengideksan berdasarkan setiap kata dalam setiap dokumen.
Simpan Hasil Pencarian
            Jika telah menemukan informasi yang baik,anda perlu menyimpanya sebagai acuan di masa yang akan datang sehingga dapat menyitirnya kedalam proposal atau pada saat mengembangkan pertanyaan investigasi yang mengacu padanya.Jika anda tidak menyimpan dokumen tersebut,anda mungkin harus melakukan pencarian sekali lagi.Masalahnya di masa yang akan datang dokumen yang sama mungkin sudah tidak akan tersedia dengan pertimbangan bahwa sebagian dari Web akan direvisi dan diperbaharui setiap hari.
Lengkapi Hasil dengan Informasi dari Sumber Non-Web
            Masih tersedia informasi dalam jumlah yang sangat besar di dalam buku,jurnal dan sumber cetak lainnya yang tidak tersedia di dalam Web.Sementara sebagian periset mulai dan berakhir di sini,sedangkan bagi periset senior tahu bahwa di Web hanyalah salah satu dari pilihan penting yang ada.
Mencari Informasi Spesifik dalam Web
            Setelah mendefinisikan topic dan menetapkan istilah pencarian,anda perlu menentukan apakah anda mencari suatu situs yang spesifik (sesuatu yang telah diketahui) atau suatu alamat dari seseorang atau institusi (siapa),lokasi dan lokasi geografis (dimana),atau suatu topik (apa)
Pencarian Sesuatu yang diketahui
            Sama seperti prsedur pencarian katalog online di perpustakaan yang beragam antara sesuatu yang diketahui (pengarang atau judul pasti) dan pencarian yang menggunakan kata kunci umum,demikian pula cara anda mengelompokkkan Web untuk suatu hal yang pasti akan berbeda dengan pertanyaan yang lebih umum.Salah satu yang pertama kali mengikuti perkembangan ini adalah mesin pencari google (http://www.gooogle.com/),yang memulai debutnya pada tahun 1998.Sistem google juga menekankan pentingnya halaman yang terhubung dalam algoritmanya.
Pencarian “Siapa”
            Dalam pencarian “siapa”,anda mencari suatu alamat e-mail,nomor telepon,alamat di suatu tempat atau alamat Web dari seseorang atau institusi.Pertama-tama anda perlu mengidentifikasi sauatu basis data tersebut sesuai dengan prosedur pencariannya.Mesin pencari web dan situs portal bermitra dengan info USA (http:// www.info USA .com/) untuk memasok basis data berupa nomor telepon untuk jasa buku telepon mereka.
Pencarian “Dimana”
            Pilihan “dimana” adalah layanan pemetaan yang membantu anda menemukan suatu alamat pada peta atau menemukan jalur suatu tempat ke tempat lain.Layanan pemetaan adalah basis data.Basis data sangat canggih saat ini tidak hanya sekedar mewakili data-data berupa angka.sebagian juga berisikan citra geografi rinci,seperti yang disediakan oleh space imaging.Space imaging mengumpulkan dan atau mendistribusikan gambar bumi dari satelit Indian Remote Sensing,satelit Landsat milik Amerika,dan system radar pencitraan dari Kanada,Jepang dan Eropa.Kunjungi galeri Space Imaging untuk melihat kejadian-kejadian dengan sudut pandang berbeda.www.spaceimaging.com
Pencarian “Apa”
            Seperti yang telah kami jelaskan,mesin pencari cukup beragam dalam cara mereka bekerja dan dalam besarannya.Jika anda mencari suatu istilah yang tidak umum,pilih salah satu mesin pencari yang lebih komprehensif,seperti Nortern Light (http://www.northernlight.com/) atau Alta vista(http://altavista.digital.com/).Akan tetapi umumnya akan lebih efisien jika pencarian dimulai dengan suatu buku petunjuk seperti Yahoo atau salah satu buku petunjuk yang lebih khusus pada Web.Beberapa situs khusus yang bagus adalah Argus Clearinghouse (http://www.cleringhouse.net/) yang menampilkan petunjuk subjek untuk lusinan topic yang disiapkan oleh pustakawan dan para spesialis lainnya serta INFOMINE yang merupakan koleksi sumber internet ilmiah dari university of California (http://infomine.ucr.edu/)

c)      Informasi Pemerintah
Publikasi pemerintah ,khususnya yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika,adaalh sumbetr wajib bagi beberapa proyek riset bisnis.Badan-badan pemerintahan Amerika jika dianggap sebagai satu kesatuan,adalah badan penerbit terbesar di seluruh dunia. Disebut demikian karena pemerintah mengumpulkan dan menyediakan akses mengenai data social,ekonomi,dan demografi.Pemerintah Amerika terus bekerja secara agresif untuk membuat informasi yang dimiliki tersedia,bukan hanya melalui Depository Library Program tetapi juga melalui pengembangan sumber elektronik.
Dua sumber yang paling baik berkenaan dengan badan pemerintahan Amerika adalah:
·         Manual Pemerintah Amerika (diterbitkan setiap tahun)
      http:// www.gpoaccess.gov/gmanual/index.html (direvisi setiap tahun)
·         Buku petunjuk kongres (diterbitkan setiap tahun)
      Informasi pemerintah berkenaan dengan bidang –bidang penting ini dan informasi legal lainnya dapat diperoleh dengan berkonsultasi dengan GPO Access (http://www.gpoaccesss.gov).Hal yang sangat berharga dalam GPO Access adalah basis data yang mencakup hokum,pertauran,debat dan publikasi kongres.Basis data utama di bidang hokum dan regulasi adalah:
·         Rancangan undang-undang kongres menyediakan berbagai rancangan undang-undang dari berbagai versinya.Hanya sebagian kecil dari koleksi rancangan undang-undang tersebut yang akan menjadi hokum.Tetapi topic yang dikoleksi dapat memberikan informasi tentang kecenderungan yang sedang berkembang bagi periset bisnis.
·         Hukum politik menyediakan undang-undang yang telah disahkan denagn cakupan waktu mulai tahun 1994 hingga saat ini.
·         Federal register “publikasi harian resmi berisikan aturan-aturan yang diajukan dan pemberitahuan dari badan dan organisasi pemerintah pusat,termasuk juga keputusan pemerintah dan dokumen presidensial lainnya.
·         Code of Federal Regilations (SFR) suatu kodifikasi dari aturan umum dan permanent yang awalnya dipublikasikan dalam federal register oleh departemen dan badan eksekutif pemerintah pusat
      Informasi mengenai statistic pemerintah dapat diperoleh melalui konsultasi dengan sumber-sumber berikut:
·         Abstrak statistic Amerika (http://www.census.gov/prod/www/statistical-abstract-us.html)
·         Fedstats (federal statistic)(http://www.fedstats.gov)
·         Biro sensus Amerika(http://www/cencus.gov)

c.    Penambangan Sumber Internal
Alogaritma rumit yang digunakan dalam pengembangan data telah ada lebih dari dua decade Pemerintah Amerika menggunakan perangkat lunak penambangan data yang disesuaikan dengan menggunakan jaringan neural fuzzy logic,dan pengenalan pola untuk menangkap adanya pelanggaran pajak penyadapan komuniaksi luar negeri dan proses gambar satelit.Hingga saat ini perangkat penambangan data diatas tersedia hanya untuk perusahaan atau badan yang sangat besar karena pertimbangan biayanya.
Dalam evolusi dari data bisnis menjadi informasi,setiap tahapan baru dibangun dari tahapan yang sebelumnya.Proses mendaptkan informasi dari data telah dilakukan di berbagai industri selam bertahun-tahun.
Penemuan Pola
Perangkat penambangan data dapat deprogram secara teratur untuk mengolah basis data dan mengidentifiaksi pola-pola yang sebelumnya masih tersembunyi.Data adalah menemukan pola pembelian ritel (digunakan untuk manajemen persediaan),mengidentifiaksi fluktuasi volume call center(digunakan untuk penunjukan tenaga pelaksana),dan mencari lokasi data anomali  yang dapat mencerminkan kesalahan pemasukan data (digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan akan pelatihan,evaluasi tenaga kerja atau keamanan).
Proses Pengembangan Data
Penambangan data,seperti yang dijelaskan pada peraga 7-12 (dalam lampiran) melibatkan lima tahapan proses:
·         Sampel:putuskan antara sensus dan data sample
·         Eksplorasi: Identifikasi hubungan antar data
·         Modifikasi:modifikasi atau transformasi data
·         Model: kembangkan suatu model yang menjelaskan hubungan data.
·         Ukur uji keakrutan model
Sampel
            Periset harus memutuskan apakah akan menggunakan keseluruhan data atau hanya sample dari data.Jika data yang ditetapkan dalam pertanyaan tidak besar,jika kemampuan memproses tinggi,atau jika memang penting memahami pola dari setiap catatan dalam basis data,maka penggunaan sample tidak boleh dilakukan.Namun demikian jika gudang datanya besar (hingga terabyte data),sehingga kemampuan memproses terbatas atau keceapatan lebih penting ketimbang analisis yang lengkap,akan lebih bijaksana untuk menarik sample.
Eksplorasi
            Setelah mengambil sample data yang dilakukan,tahap berikutnya adalah mengeksplorasinya secara visual atau numerical untuk mencari tren atau kelompok.Baik eksplorasi visual ataupun statistic (visualisasi data) dapat digunakan untuk mengidentifiaksi tren.Pada saat melakukan eksplorasi periset juaga dapat melihat hal-hal yang menyimpang sehingga diketahui apakah datanya perlu dibersihkan terlebih dahulu atau kasusnya dihentikan,atau sample data dengan jumlah lebih besar dikumpulkan.
Modifikasi
            Berdasarkan pada apa yang ditemukan dalam tahap eksplorasi,data yang diperoleh mungkin perlu dimodifikasi.Jika diperoleh suatu bentuk yang penting ,factor-faktor baru dapat diperkenalkan untuk mengkategorikan data ke dalam kelompok ini.Disamping itu ,variable yang didasarkan pada kombinasi anatr variable yang ada juga dapat ditambahkan ,dicatat,ditransformasi ,atau digugurkan
Model
            Setelah data disiapkan,pembentukan model mulai dialkukan.Teknik pemodelan dalam penambangan data meliputi jaringan neural dan juga pohon keputusan,yang dibuat berdasarkan urutan,klasifikasi dan estimasi,serta model berdasarkan genetika.

C.    Pengertian Riset Kualitatif
Riset kualitatif terdiri dari suatu “rangkaian teknik interpretasi yang akan menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan, dan menjelaskan makna, bukan frekuensi, dari suatu kejadian dalam dunia sosial yang kurang lebih terjadi secara alami. “ teknik kualitatif digunakan pada tahap pengumpulan data dan analisis data dalam suatu proyek. Pada tahap pengumpulan data, rangakain tekniknya antara lain kelompok focus, wawancara mendalam individu, studi kasus, etnogarafi, teori berdasar, riset, dan observasi. Pada saat analisis, periset kualitatif menggunakan analisis isi dari material yang dicatat atau direkam yang diperoleh dari ungkapan pribadi peserta, observasi perilaku, dan Tanya jawab paengamat, di samping studi atas artifak dan penelusuran bukti dari lingkungan fisik.
Judith langer, seorang riset kualitatif terkemuka, menjelaskan bahwa riset kualitatif adalah hal yang ideal untuk dilakukan jika anda ingin mendapatkan perasaan, emosi, motivasi, persepsi, “bahasa”konsumaen, atau perilaku yang menjelaskan diri.
Riset kualitatif mengambil data dari berbagai sumber, termasuk beberapa sumber berikut ini :
-      Masyarakat ( secara individu dan kelompok )
-      Organisasi atau institusi
-      Teks ( yang diterbitkan, termasuk yang virtual )
-      Lingkungan dan latar belakng ( materi – materi visual / sensorik dan maya )
-      Objek, artifak, produk media ( produk tertulis / visual / sensorik dan maya )
-          Kejadian ( produk tertulis /visual / sensorik dan maya )
Metode riset kualitatif memiliki akar diberbagai ilmu, termasuk antropologi, sosiologi, psikologi,bahasa, komunikasi, ekonomi, dan semiotik. Sebagian besar manajer senior beranggapan bahwa data kualitaif terlalu subjektif dan rentan terhadap kesalan manusia serta bias dalam pengumpulan data dan pemaknaannya.
Namun demikian, saat ini semakin banyak manajer yang kembali menggunakan reknik ini karena teknik kuantitafif tidak berhasil memberikan pandangan yang diperlukan untuk membuat suatu keputusan bisnis yang bahkan lebih mahal lagi. Manajer memecahkan masalah kepercayaan data kualitaitif dengan menggunakan metodologi ilmiah.
Perbedaan riset kuliatatif dan riset kuantitatif
·         Riset kuantitafif mencoba melakukan pengukuran yang akurat terhadap sesuatu. Dalam riset bisnis, metodologi kauntitatif biasanya mengukur perilaku, pengetahuan, opini atau sikap konsumen. Data kuantitatif sering berisikan tanggapan peserta yang kemudian iberi kode kelompokan, dan dipserkecil menjadi beberapa saja sehingga data tersebut dapat dimanipulasi untuk analisa statistik.
·         Riset kualitatif kadangkala disebut riset interpretasi karena berupaya mengembangkan pemahan melalui penjelasan yang rinci sekali membangun suatu teori namun jarang mengujinya. Data kualitatif adalah segala sesuatu yang berbentuk teks, psnjelasan rinci suatu kejadian, situasi, dan interaksi, baik verbal atau visual, membentuk suatu data.

D.    Proses Riset Kualitatif
Proses mengembangkan suatu proyek kualitatif mirip dengan proses riset. Ada tiga perbedaan utama yang benar – benar mempengaruhi proses riset : ( 1 ) tingkatkan pengembangan pertanyaan dalam hirarki pertanyaan riset manajemen sebelum pelaksanaan riset kualitatif dijalankan, ( 2 ) persiapan peserta sebelum mengalami riset, dan ( 3 ) sifat dan tingkatkan data yang diperoleh dari pengarahan kepada pengamat atau pewawancara.
Sebagian besar riset kualitatif melibatkan persiapan yang rinci bagi para peserta, yang disebut dengan pra – latihan atau penugasan awal. Tahap ini sangat penting karena adanya keinginan untuk mendapatkan rincian dan makna dari para peserta.

E.     Metodologi Riset Kualitatif
Pengambilan Sampel
Ukuran sampel untuk riset kualitatif berbeda sesuai dengan teknik yang digunakan tetapi pada umunya kecil. Suatu studi kasus mungkin  hanya melibatkan dua atau tiga kelompok fokus atau beberapa puluh orang untuk wawancara mendalam.
Riset kualitatif menggunakan pengambilan sampel nonprobabilitas – dimana tidak dilakukan upaya yang cukup besar untuk menadapatkan jumlah sampel yang mewakili. Beberapa jenis pengambilan sampel nonprobabilitas yang umum :
-       Pengambilan sampel bertujuan. Periset memilih peserta secara langsung berdasarkan karakteristik yang unik atau pengalaman, sikap, atau persepsi mereka ; sejalan dengan terbentuknya kategori peserta teoritis atau konseptual pada saat proses wawancara berkembang, periset mencari peserta baru untuk mengantisipasi pola baru yang muncul.
-       Pengambilan sampel bola salju. Peserta memberitahu kepada periset akan orang lain yang memilki karakteristik, pengalaman, atau sikap yang mirip atau berbeda dari mereka.
-       Pengambilan sampel kemudahan. Periset memilih dari individu – individu yang telah tersedia sebagai peserta.
Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data utama dalam metodolgi kuantitatif. Wawancara beragam sesuai dengan jumlah orang yang terlibat dalam wawancara, tingkatan struktur, kedekatan pewawancara dengan peserta, dan jumlah wawancara yang dilakukan selama riset.
Periset memilih baik wawancara tak struktural ( tidak ada pertanyaan khusus atau urutan topik yang akan didiskusikan, dimana masing – masing wawancara disesuaikan dengan masing – masing peserta ; biasanya dimulai dengan narasi seorang peserta ). Atau wawancara semi strukrural ( biasanya dimulai dengan beberapa pertanyaan khusus dan selanjutnya sudut pandang masing – masing individu sejalan dengan penggalian lebih jauh oleh pewawancara ) atau wawancara strukural ( sering menggunakan petunjuk wawancara yang rinci, seperti pada sebuah kuesioner, untuk mengatur urutan pertanyaan serta cara – cara khusus pengajuan pertanyaan, namun pertanyaannya biasanya tetap terbuka ). Wawancara terstruktur memungkinan perbandingan antar respons yang lebih langsung ; variasi pertanyaan dibatasi dan oleh karena itu variasi jawaban diasumsikan nyata. Disamping itu, dalam wawancara terstruktural, kenetralan pewawancara terus dipertahankan.
Sebagian besar riset kualitatif didasarkan pada wawancara tak terstruktural atau semi terstruktural. Wawancara tak terstruktural dan semi terstruktural yang digunakan dalam riset kualitatif berbeda dari wawancara terstruktural pada beberapa aspek antara lain :
-       Bergantung  pada pengembangan dialog antara pewawancara dan peserta
-       Membutuhkan kretivitas pewawancara yang lebih tinggi.
-       Menggunakan keahlian pewawancara untuk mendapatkan variasi data yang lebih banyak dan lebih luas.
-       Menggunakan pengalaman dan keahlian pewawancara untuk mendapatkan jawaban sejelas – jelasnya dan lebih rinci.
Sebagian wawancara dilakukan dengan tatap muka, dengan manfaat utama berupa kemampuan untuk mengamati dan mencatat perilaku nonverbal maupun verbal. Akan tetapi wawancara juga sebenarnya dapat dilakukan melalui telepon atau online. Wawancara dengan telepon atau online membuka peluang dilakukannya wawancara dalam kerangka waktu yang sama namun mencakup peserta dari wilayah geografi yang lebih luas. Menggunakan pewawancara yang lebih segar dan lebih nyaman dalam melakukan wawancara sering dilakukan dari rumah atau kantor  akan meningkatkan kualitas wawancara.
Teknik Projektif
Karena periset sering kali mencari makna yang tersembunyi atau disembunyikan, teknik projektif dapat digunakan dalam struktur wawancara. Beberapa tenik yang digunakan antara lain sebagai berikut :
-       Asosiasi kata atau gambar
-       Pelengkap kalimat
-       Kartun atau gelembung kosong
-       Uji apersepsi Tematis
-       Pemilihan koraponen
-       Pemilihan sensori
-       Penjenjangan atau rantai manfaat
-       Latihan imajinasi
-       Alam semesta khayalan
-       Pengunjung dari planet lain
-       Personifikasi
-       Figure otoritas
-       Ambiguitas dan paradoks
-       Pemetaan semantic
-       Pemetaan merek
Latihan di atas kertas dapat menggugurkan anggota atau kelompok yang kurang verbal. Teknik projektif dapat meredam ketegangan yang disebabkan oleh topic yang sensitive atau dapat sanagat bermanfaat pada saat perubahan fokus dalam wawancara sudah hampir tiba. Seorang pewawancara yang terlatih sangat dibutuhkan jika riset yang dilakukan membutuhkan penggunaan satu atau lebih teknik di atas dalam suatu wawancara mendalam individu atau kelompok. Teknik – teknik di atas juga cukup menghabiskan waktu jika digunakan, sehingga memeperpanjang jangka waktu wawancara individu atau kelompok. Di samping itu juga akan memperpanjang waktu analisa data.
Kualifikasi Pewawancara
wawancara membutuhkan seorang pewawancara yang terlatih ( sering disebut sebagai moderator bagi wawancara kelompok ) atau keahlian yang diperoleh dari pengalaman. Keahlian ini antara lain bagaimana membuat responden merasa nyaman, menggali data dengan rinci tanpa membuat responden merasa terpaksa, tetap netral sambil terus mendorong peserta untuk berbicara dengan terbuka, mendengar dengan baik, mengikuti pola berpikir paserta, dan mendapatkan pemahaman dari suatu dialog deskriptif yang rinci dan dilakukan selama berjam – jam. Pewawancara ahli belajar untuk menggunakan kesamaan atau perbedaan dengan yang diwawancarai untuk menggali informasi ; kesamaan digunakan untuk menghantarkan simpati dan pengertian, sementara perbedaan digunakan untuk mendemonstrasikan keberanian untuk mengerti dan empati. Seorang pewawancara yang ahli haruslah seorang yang “cepat belajar”, seorang yang dapat menangkap pengertian dari suatu isu tanpa harus memiliki pengalaman sebelumnya tentang produk atau jasa yang dibahas atau menjadi seorang tenaga teknis ahli. Pewawancara sesungguhnya bertanggung jawab untuk menciptakan pedoman wawancara atau diskusi, suatu daftar atas topik-topik yang akan didiskusikan (wawancara tak terstruktur), pertanyaan yang akan ditanyakan (semi terstruktur) dan dengan urutan bagaimana (terstruktur).
Pewawancara sering kali harus bertanggung jawab dalam menciptakan pertanyaan penyaring yang digunakan untuk merekrut peserta riset kualitatif. Pra-wawancara ini menggunakan perangkat yang mirip dengan kuesioner, yang disebut dengan saringan rekrutmen. Secara umum pewawancara adalah seorang konsultan dengan tanggung jawab yang luas.
Wawancara Mendalam Individu
Wawancara mendalam individu atau individu depth interview (IDI) adalah interaksi antara seorang pewawancara dengan seorang peserta tunggal. Wawancara mendalam individu biasanya membutuhkan waktu antara 20 menit (wawancara melalui telepon) dan 2 jam (wawancara tatap muka yang telah dijadwalkan sebelumnya), tergantung pada isu atau topik yang dibahas dan metode berhubungan yang digunakan. Orang yang diwawancara sering dilengkapi dengan prawawancara yang dikirim melalui pos, fax, atau internet. Belakangan ini, teknologi mendorong digunakannya alat bantu visual dan dengar pada saat wawancara, yang menciptakan suatu metodologi yang dikenal sebagai wawancara langsung berbantuan komputer atau computer assited personal interviews (CAPIs). CAPIs sering menggunakan wawancara mendalam individu yang terstruktur atau semi terstruktur.
Peserta wawancara mendalam individu biasanya dipilih bukan karena opini mereka mewakili opini umum tetapi karena pengalaman serta sikap mereka yang mencerminkan keseluruhan cakupan isu yang sedang dipelajari. Wawancara mendalam individu biasanya direkam (audio dan atau video) dan kemudian diterjemahkan sehingga dapat memberikan rincian yang kaya bagi periset, dan ini adalah sasaran dari penggunaan metodelogi tersebut. Pewawancara juga diwawancarai untuk mendapatkan reaksi pribadi mereka terhadap sikap, pemahaman, dan kualitas wawancara para peserta. Wawancara mendalam individu membutuhkan waktu yang sangat banyak baik bagi si pewawancara pada saat wawancara dilakukan. Sebagian responden mungkin merasa lebih nyaman untuk mendiskusikan topik atau membagikan pengamatan, perilaku, dan sifat mereka dengan satu orang saja, responden yang lain mungkin lebih nyaman jika dilakukan dalam kelompok.
Wawancara Kelompok
Wawancara kelompok adalah metode pengumpulan data dengan mengunakan pewawancara tunggal dengan lebih dari satu peserta riset. Wawancara kelompok dapat dijelaskan oleh ukuran kelompok atau komposisinya.
Dalam hal komposisi, kelompok dapat berupa kelompok heterogen (berisikan individu yang berbeda, beragam opini, latar belakang, tindakan) atau homogen (berisikan individu yang mirip; pendapat, latar belakang, dan tindakan yang seragam). Kelompok juga dapat berisikan pakar (individu yang sangat memahami isu yang akan didiskusikan) atau bukan pakar (mereka yang sedikitnya memiliki beberapa informasi yang dibutuhkan namun pada tingkat yang tidak diketahui).
Struktur dan proses wawancara kelompok meliputi interaksi moderator dengan kelompok dan pemeriksa kelompok untuk mengklarifikasi respon peserta. Moderator dapat menciptakan batas pada hasil karena mengirimkan sinyal verbal ataupun nonverbal bahwa suatu tanggapan lebih disukai dari tanggapan yang lain. Moderator juga dapat mengarahkan diskusi hingga ke titik dimana sebenarnya tidak membantu klien. Hanya dengan pelatuhan, dan pengalaman, yang dapat membantu pewawancara mengatasi potensi kelemahan wawancara kelompok ini.
Periset ahli membantu sponsor menentukan jumlah wawancara kelompok yang tepat yang akan dilakukan. Jumlah kelompok ditentukan oleh:
·      Cakupan isu yang distudi. Semakin lebar isu, semakin banyak kelompok yang dibutuhkan
·      Jumlah segmen pasar yang berbeda. Semakin banyak jumlahnya dan semakin besar perbedaannya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
·      Jumlah ide baru atau pemahaman yang diinginkan. Semakin besar jumlah, semakin banyak kelompok yang dibutuhkan
·      Tingkat perincian informasi. Semakin rinci semakin banyak kelompok yang dibutuhakan
·      Tingkat perbedaan geografis atau etnis pada sifat atau perilaku. Semakin besar pengaruhnya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
·      Homogenitas kelompok. Semakin tidak homogen, semakin banyak kelompok dibutuhkan.
Aturan umumnya adalah tetap lakukan wawancara kelompok hingga tidak ada pemahaman baru diperoleh. Sering sekali beberapa kelompok saja sudah mencukupi, atau kadang kala jumlahnya meningkat menjadi 8 atau 12.
Kelompok Fokus
Kelompok fokus adalah suatu panel yang umumnya terdiri dari 6 hingga 10 orang, dipimpin oleh seorang moderator terlatuh, yang bertemu antara 90 menit hungga 2 jam. Dalam sebuah riset, kelompok fokus sering menjadi unik karena keterlibatan sponsor riset dalam prosesnya. Sebagian besar fasilitas wawancara memungkinkan sponsor mengamati kelompok dan dinamika yang terjadi pada saat proses sedang berjalan, mengamati pemahaman sendiri dari percakapan dan sinyal-sinyal nonverbal yang diamatinya.
Kelompok fokus biasanya selesai dalam tempo dua jam, namun dapat berkembang dari satu hingga tiga jam. Kelompok fokus yang dijalankan lebih lama namun semakin sedikit jumlahnya saat ini semakin banyak detemukan. Karena semakin lama, dibutuhkan kegiatan yang dapat mengungkapkan perasaan, pengetahuan, dan motivasi yang lebih dalam. Disamping sesi kreativitas yang menggunakan teknik projektif atau melibatkan peserta dalam sesi menulis atau menggambar, atau menciptakan penggabungan visual, kegiatan lain yang umum dalam kelompok fokus adalah :
·           Asosiasi bebas “kata atau frase apa yang muncul dalam benak Anda pada saat memikirkan X?”
·           Pemilahan gambar. Peserta memilih label merek atau dengan cermat memilih citra yang berkaitan dengan kepribadian merek berdasarkan kriteria yang dipilih peserta.
·           Pemilahan foto. Kepada peserta diberikan foto orang, yang selanjutnya diberi pertanyaan : “Yang mana di antara orang-orang ini yang...?” atau “Yang mana di antara orang-orang ini tidak...?”
·           Permainan peran. Dua atau tiga anggota kelompok diminta untuk menanggapi pertanyaan berdasarkan pada pribadi mereka atau peran yang mereka mainkan.
Kelompok fokus sering digunakan sebagai teknik eksplorasi tapi dapat juga menjadi metodologi utama. Pada kedua kasus tersebut, sebuah perguruan tinggi kecil menggunakan kelompok fokus untuk mengembangkan rencana bagaimana menarik lebih banyak pendaftaran mahasisiwa baru, dan sebuah rumah sakit darah menggunakan kelompok fokus untuk meningkatkan sumbangan darah. Kelompok fokus sangat bermanfaat dalam sekenario berikut ini:
·         Mendapatkan latar belakang umum tentang suatu topik atau isu
·         Menghasilkan pertanyaan riset untuk dieksplorasi melalui metodologi kuantitatif
·         Menerjemahkan hasil riset kuantitatif yang telah diperoleh sebelumnya
·         Merangsang ide baru bagi produk dan program
·         Menggarisbawahi bidang peluang yang harus dikejar oleh manajer tertentu
·         Mendiagnosa masalah yang harus dipecahkan manajer
·         Menciptakan kesan dan persepsi merek dan ide produk
·         Menghasilkan suatu tingkat pemahaman tentang pengaruh-pengaruh dalam dunia peserta.
Terdapat bidang lain yang digunakan oleh wawancara kelompok fokus. Walaupun bidang-bidang tersebut yang paling sering digunakan bersama kelompok fokus, mereka juga dapat digunakan bersama jenis dan besaran wawancara kelompok yang lain.
Kelompok Fokus Telepon. Dengan fasilitas konfrensi telepon yang modern, kelompok fokus telepon dapat dilakukan dengan efektif dalam situasi berikut ini:
a.    Pada saat tidak mudah untuk merekrut peserta yang diinginkan, anggota kelompok elit dan responden yang sulit ditemukan seperti pakar, profesional, dokter ahli, eksekutif papan atas, dan pemilik toko.
b.    Pada saat kelompok ssaran jarang dijumpai, “Kejadian yang jarang”. Atau secara geografis menyebar luas, direktur klinik medis, selebrity, dan praktisi pedesaan
c.    Pada saat isunya sangat sensitif sehingga penyamaran identitas dibutuhkan tetapi responden harus berasal dari wilayah geografis yang lebar, orang yang menderita penyakit menular, orang yang menggunakan produk yang tidak biasa digunakan, orang dengan penghasilan tinggi, pesaing.
d.   Pada saat ingin melakukan beberapa kelompok fokus saja namun harus mewakili keseluruhan wilayah.
Kelompok fokus telepon biasanya lebih singkat dari kelompok tradisional, rata-rata sekitar satu jam. Berlawanan dengan kelompok tatap muka, kelompok telepon yang heterogen dapat lebih produktif. Orang dengan peran atasan-bawahan dapat dibaurkan sepanjang mereka tidak berasal dari satu kota yang sama. Kelompok fokus telepon cenderung efektif dalam kondisi berikut ini:
·      Jika peserta perlu memegang sebuah produk
·      Pada saat suatu objek diskusi tidak dapat dikirim melalui email
·      Pada saat sesi wawancara akan berlangsung lama
·      Pada sat pesertanya adalah kelompok anak-anak
Kelompok Fokus Online. Suatu teknik yang sedang berkembang untuk riset eksplorasi adalah dengan mendekati dinamika kelompok dengan menggunakan email, situs Web, Usenet newsgroup, atau ruang bicara internet. Kelompok fokus ini juga terbukti efektif untuk remaja dan kaum muda, juga untuk segmen pasar yang memiliki pekerjaan, yaitu mereka yang nyaman dengan penggunaan komputer. Mereka menjadi sangat berguna pada saat suatu aplikasi berbasis komputer, seperti perangkat lunak atau permainan, menjadi topik diskusi kelompok.
Kelompok Fokus Konferensi Video. Kelompok fokus ini adalah teknologi lain yang digunakan dalam wawancara kelompok. Karena perusahaan dan universitas besar cenderung ingin memiliki fasilitas konferensi video sendiri, maka sebagian besar kelompok fokus konferensi video cenderung terjadi dalam kondisi demikian, karena itu membatasi peserta hanya mereka yang memiliki akses pada fasilitas khusus ini.
Merekam, Menganalisis, dan Melaporkan Wawancara Kelompok
Pada wawancara tatap muka, sebagian moderator menggunakan kertas yang cukup besar yang ditempelkan di dinding ruang untuk merekam tren; yang lain menggunakan buku catatan. Manajer fasilitas membuat rekaman video dan pita audio agar dapat dilakukan analisa penuh terhadap wawancara. Bagian verbal wawancara kelompok diterjemahkan bersamaan dengan dilakukannya wawancara terhadap moderator dan ditambah pada catatan moderator. Hal ini kemudian dianalisa di beberapa sisi kelompok fokus dengan menggunakan analisis isi. Proses analilsis ini memberikan gambaran kualitatif kepada sponsor riset tentang apa yang menjadi perhatian, ide, sikap, dan perasaan responden. Gambaran awal isi wawancara kelompok sering sekali dibuat dengan mnggunakan perangkat lunak komputer pada saat melakukan analisis isi. Perangkat tersebut mencari frase dan kata yang umum, konteks, serta pola ekspresi dalam catatan yang didigilitasi.

F.     Menggabungkan Metodologi
Studi Kasus
Studi kasus juga disebut dengan riwayat kasus, adalah metodelogi riset yang sangat bermanfaat yang menggabungkan wawancara individu dan (kadang kala) kelompok dengan analisis rekaman dan observasi. Metodelogi studi kasus-atau laporan tertulis dari proyek riset tersebut, sering disebut sebagai analisis kasus atau permulaan kasus-dapat digunakan untuk memahami proses pemasaran tertentu.
Dalam studi kasus, peserta wawancara diminta untuk menceritakan riwayat pengalaman mereka, pengalaman yang dipilih adalah yang mewakili berbagai tingkatan dalam organisasi yang sama atau perspektif yang berbeda dari situasi atau proses yang sama yang memungkinkan adanya kedalaman perspektif. Fleksibilitas pendekatan studi kasus dan penekanan pada pemahaman yang kadang kala disebut dengan deskripsi tebal. Pada saat analisis, analisis kasus tunggal selalu dilakukan sebelum analisis lintas kasus dilakukan. Penekanannya pada perbedaan apa yang terjadi, mengapa dan apa dampaknya. Kesimpulan tertulis dilakukan setelah menyelesaikan studi kasus pada beberapa organisasi atau situasi dan sifatnya spekulatif.
Riset Tindakan
Riset tindakan didesain untuk menjawab masalah yang rumit, praktis, dan belum banyak diketahui, belum ada solusinya. Oleh karena itu skenarionya dipelajari, tindakan koreksi ditentukan, direncanakan dan diterapkan, hasil dari tindakan diobservasi dan dicatat, dan tindakannya sendiri diukur apakah efektif atau tidak. Proses tersebut diulang hingga diperoleh hasil seperti yang diharapkan, namun sepanjang proses ada banyak hal yang dapat dipelajari tentang proses dan tentang tindakan yang disarankan untuk dipelajari. Periset tindakan meneliti dampak pemecahan masalah yang diharapkan.
Menyatukan Metode Kualitatif dan Kuantitatif.
Triangulasi adalah istilah yang digunakan utuk menjelaskan pengkombinasian dari beberapa metode kualitatif atau pengkombinasian kualitatif dengan kuantitatif. Karena adanya kontroversi seperti yang dijelaskan sebelumnya, studi kualitatif dapat dikombinasikan dengan kuantitatif untuk meningkatkan kualitas riset, kususnya pada saat studi kuantitatif mengikuti studi kualitatif dan menjadi alat validasi atas temuan-temuan kualitatif. Empat strategi umum pengkombinasian metodelogi dalam riset pemasaran:
·      Studi kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan secara bersama
·      Studi kualitatif dapat dilakukan sementara beberapa studi kuantitatif juga dilakukan, mengukur perubahan perilaku dan sikap waktu demi waktu
·      Studi kualitatif dilakukan sebelum studi kuantitatif, dan studi kualitatif kedua dilakukan setelah studi kuantitatif, untuk mencari klarifikasi lebih lanjut.
·      Studi kuantitatif dapat mengikuti suatu studi kualitatif
Sebagian periset menyadari bahwa riset kualitatif dapat menutupi kekurangan riset kuantitatif dan sebaliknya. Pemikir-pemikir jauh kedepan ini percaya bahwa metodelogi tersebut saling melengkapi dan tidak saling bersaing.








BAB III
KESIMPULAN

ü  Tahap eksplorasi dalam proses riset menggunakan data sekunder untuk mengembangkan pemahaman dilema manajemen, mencari cara yang telah digunakan oleh orang lain dan memecahkan masalah yang mirip dengan dilema manajemen, serta mengumpulkan latar belakang informasi tentang topik untuk memperbaiki pertanyaan riset.
ü  Riset kualitatif berisikan suatu rangkaian teknik penerjemah yang berupaya menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan, dan memberikan makna, bukan frekuansi, dari fenomena sosial yang kurang lebihnya terjadi secara alami.





















DAFTAR PUSTAKA









  
BAB I
PENDAHULUAN


Latar Belakang
Metodologi penelitian merupakan sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode.Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu.Keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian
Dalam melakukan sebuah penelitian diperlukan adanya data-data yang digunakan untuk membuat suatu kesimpulan akhir dimana apakah penelitian yang kita lakukan tersebut dapat diterima atau tidak dapat diterima. Data-data yang biasanya kita kumpulkan pasti memerlukan suatu pencarian yang digunakan untuk mengumpulkan suatu informasi atau biasa disebut dengan eksplorasi.










BAB II
LANDASAN TEORI


A.    Pengertian Eksplorasi
Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (eksplorasi minyak bumi), gas alam, batubara, mineral, gua, air, ataupun informasi. Pengertian eksplorasi di "Abad Informasi dan Spiritual" saat ini, juga meliputi tindakan pencarian akan pengetahuan yang tidak umum atau pencarian akan pengertian metafisika-spiritual; misalnya tentang kesadaran (consciousness), cyberspace atau noosphere. Istilah ini dapat digunakan pula untuk mengambarkan masuknya budaya suatu masyarakat untuk pertama kalinya ke dalam lingkungan geografis atau budaya dari masyarakat lainnya. Meskipun eksplorasi telah terjadi sejak awal keberadaan manusia, kegiatan eksplorasi dianggap mencapai puncaknya pada saat terjadinya Abad Penjelajahan, yaitu ketika para pelaut Eropa menjelajah ke seluruh penjuru dunia untuk menemukan berbagai daerah dan budaya baru.
Eksplorasi dalam dunia pertambangan adalah suatu aktivitas untuk memperoleh informasi secara rinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumberdaya terukur dari bahan galian disuatu wilayah. 
Konsep eksplorasi : Jika seseorang mencari sesuatu mau tidak mau secara sadar atau tidak tentu harus mempunyai bayangan dulu, apa yang akan dicarikan, dimana dia akan mencarinya dan bagaimana dan pakai alat apa dia akan mencarinya. Menurut Thomas Kuhn, 1962 dalam bukunya “The Structure of Scintific Revolution” mengatakan bahwa jika seseorang akan mencari sesuatu sadar atau tidak dia harus sudah mempunyai suatu model dari benda yang dicarinya itu, serta model dimana benda tersebut akan didapatkan. Dengan demikian pula untuk melakukan eksplorasi yaitu pencaharian suatu cebakan mineral seorang explorator sudah harus mempunyai bayangan apa yang akan dicarinya itu, di daerah mana akan dicarinya dan metode apa serta sistem yang efektif bagaimana yang harus digunakan, dengan kata lain seorang eksplorator harus mempunyai konsep. Maka konsep eksplorasi adalah terdiri dari model dari yang dicari, model dari daerah yang dicari dan berdasarkan model ini ia akan menggunakan sistem pencaharian.
Metoda eksplorasi adalah cara yang secara fisik menentukan langsung ataupun tidak langsung keberadaan adanya suatu gejala geologi yang dapat berupa tubuh suatu endapan mineral ataupun satu atau lebih petunjuk geologi. Metoda eksplorasi berkembang pesat dengan munculnya teknologi baru dalam bidang metoda eksplorasi seperti dalam metoda geofisika, geokimia maupun dengan munculnya komputerisasi.
Dalam konteks riset ilmiah, eksplorasi adalah salah satu dari tiga bentuk tujuan riset, sedangkan tujuan lainnya ialah penggambaran (deskripsi) dan penjelasan (eksplanasi). Dalam hal ini, eksplorasi adalah usaha untuk membentuk pengertian umum dan awal terhadap suatu fenomena.

B.     Fase Eksplorasi Strategi Pencarian
Tujuan riset eksplorasi dalam suatu proyek adalah untuk mencapai hal-hal berikut:
§  Mengembangkan pemahaman tentang dilema manajemen.
§  Mencari langkah-langkah yang pernah diambil oleh orang lain dalam menyelesaikan masalah yang mirip dengan dilema manajemen  atau pertanyaan manajemen  yang sedang dihadapi.
§  Mengumpulkan informasi latar belakang topik untuk menyempurnakan  pertanyaan riset.
§  Mengindentifikasi informasi yang harus dikumpulkan untuk memformulasikan pertanyaan investigasi.
§  Mengindentifikasi  sumber-sumber serta pertanyaan aktual yang mungkin digunakan sebagai pertanyaan pengukuran.
§  Mengindentifikasi sumber-sumber serta kerangka contoh aktual yang mungkin digunakan dalam desain contoh.
Pada sebagian besar kasus, fase eksplorasi dimulai dengan pencarian literatur berupa tinjauan buku, artikel pada jurnal atau literatur profesional yang berkaitan dengan dilema manajemen. Pencarian literatur mensyaratkan penggunaan katalog perpustakaan online dan satuatau lebih basis data biliografi atau indeks. Untuk beberapa topik tertentu, akan lebih baik bila pertama-tama mengacu pada buku pegangan atau ensiklopedi khusus untuk mengembangkan daftar istilah penting, daftar orang atau kejadian yang mempengaruhi topik dan juga untuk menentukan publikasi dan pengarang yang akan banyak digunakan. Materi referensi lainnya akan digabungkan kedalam strategi pencarian sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, pencarian literatur ini memiliki lima tahapan  :
§  Mendefinisikan dilema atau pertanyaan manajemen.
§  Mengacu pada ensiklopedi, kamus, buku pegangan dan buku teks untuk mengindentifikasi  istilah penting, nama orang, atau kejadian yang terkait dengan dilema manajemen atau pertanyaan manajemen.
§  Gunakan istilah penting, nama orang atau kejadian pada saat melakukan pencarian  dengan menggunakan indeks, bibliografi dan situs Web untuk mengindentifikasi sumber sekunder yang spesifik.
§  Pelajari sumber sekunder spesifik untuk menguji relevansinya.
§  Evaluasi seberapa jauh mamfaat dari masing-masing sumber dan kandungannya.
Hasil yang diperoleh dan penelitian literatur mungkin sudah merupakan jawaban dari dilema manajemen. Jika demikian halnya, tidak dibutuhkan riset lebih lanjut, akan tetapi sering kali pertanyaan manajemen tetap tidak terpecahkan, sehingga keputusan untuk melanjutkan pencarian mengharuskan dibuatnya sebuah proposal riset.

a.    Tingkatan Informasi dan Jenisnya
Pada saat mengeksplorasi masalah dan topik,  ada berbagai jenis sumber  informasi  dimana yang satu lebih berharga dari yang lain.
Adapun sumber informasi pada umumnya dikatagorikan kedalam tiga tingkatan
§  Sumber primer.
§  Sumber sekunder.
§  Sumber tersier

Sumber  primer.Adalah karya riset asli atau data mentah tanpa interpretasi atau pernyataan yang mewakili suatu opini atau posisi resmi. Termasuk didalam sumber primer adalah memo surat, wawancara atau pidato lengkap ( dalam bentuk audio, video, atau tertulis) , hukum, peraturan keputusan pengadilan dan sebagian besar data keluaran pemerintah seperti data sensus perekonomian dan tenaga kerja.
Sumber primer merupakan data yang paling otoritatif karena informasi yang disajikan belum pernah diolah atau ditafsirkan oleh pihak kedua. Informasi dan seluruh sumber primer akan menjadi literatur sekunder yang mendukung riset orisinal kita. Sumber internal data primer al : catatan, persediaan, data personalia, formulir permintaan pembelian, diagram kontrol proses statistik dan data sejenis.
Sumber  sekunder adalah interpretasi dari data primer, ensiklopedi, buku, teks, buku pegangan, artikel di majalah dan koran, dan sebagian besar pemberitaan dimedia massa dianggap sebagai sumber informasi sekunder. Memang hampir semua materi referensi jatuh kedalam katagori ini. Secara internal, ringkasan analisis penjualan dan laporan tahunan investor adalah contoh dari sumber sekunder karena mereka dikumpulkan dari berbagai sumber primer. Perusahaan yang mencari sumber sekunder dapat memperolehnya baik dari dalam maupun dari luar, seperti yang digambarkan pada peraga 7-2.
Sumber  tersier  merupakan interpretasi dari sumber sekunder walau pada umumnya disajikan dalam bentuk indeks, bibliografi dan alat bantu pencarian data (misal perangkat mesin pencari internet ). Semua informasi tidaklah bernilai sama. Seperti yang ditunjukan oleh tingkatan sumber, maka sumber  primer memiliki nilai lebih ketimbang sumber sekunder, sumber sekunder memiliki nilai lebih tinggi ketimbang sumber nilai tersier.
Jenis informasi yang paling sering digunakan oleh periset bisnis :
v  Indeks  dan Bibliografi
Adalah koleksi utama dari perpustakaan karena sangat membantu dan mengindentifikasikan dan menemukan lokasi suatu buku atau artikel jurnal dari jutaan yang telah diterbitkan. Satu bibliografi  yang paling penting dalam suatu perpustakaan adalah katalog onlinenya. Informasi pada katalog online ini dilengkapi dengan beberapa indeks dan bibliografi khusus yang membahas topik topik bisnis tertentu. Indeks dan bibliografi juga dapat membantu dalam melakukan pencarian literatur untuk menemukan pengarang dan judul dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya  yang sesuai dengan topik yang dicari.
v Kamus
Kamus telah tersebar dimana-mana sehingga mungkin tidak perlu penjelasan lebih jauh lagi. Dalam bisnis, sama dengan beberapa bidang lainnya, ada beberapa kamus khusus yang menjelaskan kata, istilah, atau jargon yang khas untuk suatu disiplin ilmu. Kamus juga tempat yang baik untuk menemukan akronim. Kini sudah banyak kamus dan daftar istilah yang tersedia dalam Web. Salah satu contohnya adalah milik Federal Reserve Bank di Chicago yaitu Glossaries of Financial Terms. Salah satu contoh bisnis dalam bentuk cetak adalah Dictionary of Busines and Management.informasi dari kamus dan daftar istilah ini dapat digunakan untuk mengindentifikasi kata kunci untuk melakukan pencarian basis data online atau cetak.
v  Buku  pegangan
Adalah koleksi fakta-fakta khusus mengenai suatu topik. Buku pegangan sering sekali menghadirkan angka statistik, petunjuk informasi, daftar istilah dan data lain seperti hukum dan aturan yang terkait dengan bidang tertentu. Buku pegangan yang paling baik adalah buku yang memasukan sumber referensi untuk fakta-fakta yang disajikan Statistical Abstract of the United States mungkin adalah buku pegangan yang paling baik dan yang paling sering digunakan. Buku tersebut berisikan beragam fakta yang sangat luas, indeks yang rinci dan sempurna, serta alur untuk mencari data yang lebih dalam untuk setiap tabel yang disajikan.
v  Buku  Petunjuk
Digunakan untuk menemukan nama dan alamat serta data-data lainnya. Sementara sebagian besar buku petunjuk tersedia disajikan dalam bentuk cetak, sedangkan buku petunjuk dalam bentuk digital yang pencarian datanya hanya dengan memasukan karateristik tertentu atau disortir dan kemudian direkam adalah jauh lebih bermanfaat. Buku petunjuk yang sangat bermamfaat dan tersedia disebagian besar perpustakaan adalah dalam bentuk cetak atau elektronik . contoh buku petunjuk elektronik adalah Encyclopedia of Associantions , yang menyediakan suatu daftar organisasi publik dan profesional serta lokasi dan nomor kontak mereka.

b.   Mengevaluasi Sumber Informasi
Pada saat anda mulai mengumpulkan informasi tentang topik tertentu, satu hal yang pasti anda perlu lakukan adalah melakukan evaluasi sumber. pustakawan mengevaluasi dan memilih sumber informasi didasarkan pada lima faktor, terlepas apakah dalam bentuk cetak atau elektronik, yang dapat diterapkan disetiap sumber. Kelima faktor itu adalah :
·         Tujuan
·         Cakupan
·         Otoritas
·         Audiensi
·         Format
Peraga 7-3 (pada lampiran) memberikan daftar prtanyaan-pertanyaan penting yang diajukan periset pada saat menerapkan faktor-faktor diatas untuk mengevaluasi sumber Web
Tujuan
Tujuan dari suatu sumber Web adalah apa yang ingin dicapai oleh pengarangnya. Secara umum, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memberi penerangan atau untuk hiburan . diantara tujuan-tujuan untuk memberikan penerangan, sipengarang mungkin mencoba untuk membangun kredibilitas, mengembangkan pengetahuan dalam suatu bidang atau disiplin, membangun citra perusahaan dan pada beberapa situs Web, untuk mengelola persediaan atau menjual barang. Sering kali  untuk sumber –sumber yang bersifat kepemilikan, tujuannya adalah untuk membuat proses pencarian menjadi lebih mudah bagi mereka yang membeli sumber tersebut. Misalnya, tujuan dari suatu sumber adalah untuk mengkonsolidasikan sumber-sumber periklanan di Web dan membuatnya tersedia para siswa. 
                   Jangkauan
Jangkauan dari suatu sumber terikat erat dengan tujuannya. Kapankah tanggal penerbitannya ? berapa lama cakupan periode sumber ini ? Seberapa banyak dan seberapa dalam topik yang dicakup ? Apakah materi yang dicakup bersifat lokal, regional, atau internasional ? Apakah sumber tersebut bersifat bibliografi, dan seberapa konfrenhensif ? jika sumber itu adalah sumber biografi atau suatu buku petunjuk atau sebuah bibliografi, apakah kriteria untuk pencantuman ?
Jika anda tidak mengetahui jangkauan suatu sumber informasi, anda mungkin akan kehilangan informasi penting karena bergantung pada sumber yang tidak lengkap.
Otoritas
Pertimbangan utama bagi para pengguna informasi adalah otoritas dari sumber informasi. Seperti yang telah disebutkan diatas sumber primer adalah yang memiliki otoritas paling tinggi. Bagi sebagian sumber informasi, baik pengarang maupun penerbit adalah indikator dari otoritas pengarang harus dicantumkan, baik dalam bentuk cetak dan elektronik.  Catatan kaki harus diberikan jika dibutuhkan , jika gelar yang dimiliki tidak ditampilkan, maka langkah yang terbaik adalah memeriksa sumber biografis.Gelar yang dimiliki pengarang dapat berupa latar belakang pendidikan, posisi, karya yang telah dipublikasikan dan dibahas.
Otoritas juga berlaku pada sumber Web dimana setiap orang dapat melakukan posting apapun juga.
Audiensi
Audiensi juga merupakan faktor penting dalam mengevaluasi suatu sumber informasi, karena terkait erat dengan sumber tersebut. Bagi beberapa sumber Web kadangkala sulit untuk ditentukan siapa sebenarnya pembaca yang dituju, karena banyak situs Web yang didesain untuk melayani ragam pembaca. Web terbuka bagi semua orang ,oleh karena itu perencanaan Web harus kreatif baik dalam merangkul pembacanya maupun dalam membawa pembaca menuju bagian-bagian dari situs Web yang sesuai dengan pembaca tersebut.
Format
Faktor format dapat berbeda antara sumber satu dengan sumber lainnya namun secara umum berkaitan dengan bagaimana informasi tersebut disajikan dan seberapa mudah untuk menemukan suatu informasi tertentu.
Format dari sumber elektronis atau web pada umumnya berkaitan dengan desain Desainer Web berhadapan dengan berbagai macam tipe pencari informasi di internet, pilihan komputer individual, berbagai macam kecepatan akses modem dan internet.

a)      Mencari Data Bibilografi
Dalam sebuah basis data bibliografi, masing-masing catatan sebuah cuplikan bibliografi dari suatu artikel disebuah buku atau jurnal. Di perpustakaan universitas, katalog online adalah contoh dari sebuah basis data bibliografi.
Proses pencarian basis data bibliografi dan mendapatkan hasil merupakan hal mendasar bagi semua basis data. Adapun prosesnya sebagai berikut :
·      Pilih satu basis data yang sesuai dengan topik kita.
·      Buatlah pertanyaan-pertanyaan  ( juga disebut dengan pernyataan pencarian ).
o  Periksa dan evaluasi hasil pencarian.
o  Modifikasi pertanyaan pencarian, jika dibutuhkan.
·      Simpanlah hasil pencarian kita yang sangat berharga tersebut.
·      Susun kembali artikel yang tidak tersedia dibasis data.
·      Padukan hasil pencarian dengan informasi dari sumber Web.
                        Memilih Sebuah Basis Data
Sebagian besar dari kita memilih dta yang paling mudah tanpa  jangkauannya, akan tetapi jika kita ingin mempertimbangkan isi dari basis data, keterbatasan yang dimiliki serta kreteria pencarian data diawal pencarian, hal ini akan menghemat waktu secara jangka panjang. Ingatlah bahwa katalog online perpustakaan adalah sebuah sumber bibliografi yang akan membantu mengindentifikasi buku dan mungkin media-media lain yang berkaitan dengan suatu topik. Meskipun judul jurnal atau publikasi bulanan telah masuk dalam daftar katalog online suatu perpustakaan, artikel dalam jurnal atau publikasi tersebut jarang sekali diikut sertakan . oleh karena itu gunakan buku untuk informasi yang lebih tua dan lebih menyeluruh. Sedangkan untuk informasi yang lebih kini atau untuk informasi yang sangat spesifik gunakanlah artikelpada publikasi. Pada umumnya seorang pustakawan akan menyarankan satu atau lebih basis data yang sesuai dengan topik yang sedang dicari.
Menyimpan Hasil Pencarian
Sementara keinginan untuk mencetak mungkin sangat menggebu-gebu, tetaplah ingat bahwa jika menyimpan hasil pencarian  kedalam komputer maka kita dapat melakukan kegiatan memotong dan memindahkan pernyataan, tabel dan informasi lain kedalam proposal tanpa harus mengetiknya kembali.Terlepas dari langkah mana yang diambil, pastikan bahwa kita menyimpan informasi bibliografi untuk catatan kaki dan bibiliografi kita. Sebagian besar basis data menawarkan pilihan untuk memberikan tanda pada hasil pencarian, mendowload atau mencetak data secara sekaligus atau satu persatu.
Memanggil Artikel
Bagi artikel onlineyang tidak menyediakan format teks sepenuhnya, pemanggilan artikel pada umumnya membutuhkan langkah lebih lanjut berupa pencarian katalog online perpustakaan ( kecuali ada hubungan langsung antara basis data dengan katalog ) untuk menentukan apakah isu yang diinginkan tersedia dan diman letaknya. Sebagian perpustakaan menawarkan jasa pengiriman dokumen untuk artikel-artikel yang tidak tersedia. Sedangkan sebagian artikel terbitan akhir mungkin tersedia di Web atau dapat dicari melalui penyedia jasa (ada biaya atas jasa ini ).

b)     Mencari Informasi di Word Wide Web
Wordl Wide Web adalah sumber informasi, bisnis dan hiburan yang sangat besar dan sangat sulit dan hampir tidak mungkin untuk diabaikan. Jutaan halaman data tersedia  untuk umum, dan besar dari Web bertambah dua kali lipat setiap beberapa bulan. Akan tetapi mencari dan mengambil informasi dari Web merupakan suatu upaya yang besar dan lebih problematis ketimbang mencari dalam suatu basis data bibliografi. Di web tidak ada lapangan basis data yang standar,tidak ada hieraki subjek yang didefinisikan dengan seksama (disebut kosakata terkontrol),tidak ada referensi silang,tidak ada sinonim,tidak ada criteria seleksi dan secara umum tidak ada aturan.
Web adalah sumber utama untuk melakukan pencarian taktiknya adalah terus mencari sementara tetap focus pada topic yang sedang dikerjakan.Pada model pencarian ,anda tidak memiliki target tertentu.Anda mengikuti hubungan hypertext dari satu situs kesitus yamg lain karena rasa senang yang ditimbulkan apabila menemukan sesuatu .Hal tersebut dapat dianalogikan seperti berjalan-jalan cuci mata di pusat perbelanjaan atau berkeliling melihat-lihat buku diperpustakaan.Kegiatan ini dapat menghasilkan dan dapat juga tidak.Menelusuri web cenderung kurang efisien periset sering bekerja dengan tepat waktu yang ketat,karena manjemen sering kali tidak dapat menunda keputusan yang kritis.Oleh karena itu,periset jarang mendapatkan kesenangan dari penelusuran yang tidak terarah. Tahapan dalam proses pencarian web yang memunculkan perubahan perilaku yang dapat dilihat pada peraga 7-6 proses pencarian web dibandingkan dengan proses pencarian bibliografi (pada lampiran).
Memilih Mesin Pencarian atau Buku Petunjuk
Pencarian informasi yang spesifik atau untuk suatu situs yang spesifik akan membantu memecahkan pertanyaan manajemen yang membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang lebih dalam ketimbang sekedar menelusuri semata.Mulailah dengan memilih satu atau lebih mesin pencarian di internet.Karena mesin pencarian Web cukup beragam maka beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:
·         Jenis sumber Internet yang dicakup (http,telnet,usenet,ftp,dll)
·         Cara mereka melakukan pencarian pada halaman Web (apakah setiap kata ?atau hanya judul atau kepala artikel saja?)
·         Jumlah halaman yang dimasukkan dalam indeks
·         Pilihan pencarian dan penyajian yang ditawarkan
·         Frekuensi informasi yang diperbaharui.
  
Disamping itu,ada beberapa informasi yang dapat diindeks secara public melalui Web namun sama sekali tidak dapat digali dengan menggunakan mesin pencarian Web yang ada saat ini.Di antara beberapa materi yang terbuka bagi public tapi tidak diindeks oleh mesin pencari adalah sebagai berikut:
·         Halaman yang merupakan kepemilikan pribadi (yaitu berdasarkan pembayaran) dan /atau yang dilindungi oleh kata kunci,termasuk isi bibliografi dan basis data lainnya.Beberapa basis data yang dilindungi oleh kata kunci,seperti Thomas Register,sebenarnya gratis dan tersedia bagi public setelah melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
·         Halaman yang dapat diakses hanya melalui format pencarian (basis data),termasuk didalamnya sumber Web yang sangat popular seperti catalog perpustakaan ,catalog e-com-merce (seperti lands’end ,Amazon.com dan penawaran sejenis lainnya),serta catalog EDGAR dari Securities and exchange commission.Jika kita ingin menemukan harga sebuah buku di Amazon.com,pertama-tama kita harus menemukan Amazon.com,dan selanjutnya mencari basis data untuk judul yang dicari.
·         Halaman yang didesain dengan buruk
·         Beberapa halaman non-HTML atau nonplain-text ,khususnya file grafik PDF,yang tidak menawarkan alternative teks.Halaman ini tidak dapat dipanggil sdengan menggunakan mesin pencarian yang ada saat ini.
·         Halaman yang dikeluarkan oleh Robots Exclusion Standard (biasanya diterapkan dengan file robots.txt).Standar ini digunakan oleh administrator Web untuk memberitahu robot pengindeks bahwa halaman tertentu telah berada diluar batas.Contoh yang sangat bagus tentang hal ini adalah GPO access (dijelaskan dibawah ) GPO access adalah suatu sumber informasi yang sangat ekstensif dari pemerintah Amerika.
Mesin pencari,portal ,atau buku petunjuk yang anda pilih dapat ditetapkan dengan baik berdasar pada sejauh mana hasil yang anda inginkan.Jika anda ingin menggunakan beberapa situs besar saja ,maka mulailah dengan suatu buku petunjuk seperti di Yahoo.Jika anda tertarik dengan informasi yang komprehensifan,gunakan lebih dari satu mesin pencari.Berbagai macam model komponen perangkat lunak memungkinkan mesin pencari untuk mencari dan menggali halaman Web.termasuk didalamnya:
·      Perangkat lunak yang secara otomatis dapat mengirim robot pencari informasi, kadangkala disebut spider,untuk menyisir Web dari satu server ke server yang lain untuk membangun sebuah indeks kata-kata,halaman,dan file yang dapat diindeks secara public.
·      Alogaritma yang menentukan bagaimana halaman tersebut adkan diseleksi dan diprioritaskan dalam penyajian.
·      Perangkat interface pengguna yang menentukan pilihan pencarian yang tersedia bagi pengguna.
                        Robot dapat  dikirim untuk menjelajah Web bias secara harian atau enam mingguan,sehingga bisa terjadi adanya halaman –halaman baru yang tidak masuk kedalam indeks yang dikembangkan oleh mesin pencari tertentu.Sebagian besar mesin pencari mencoba untuk memperbaharui indeksnya paling tidak setiap bulan.
                        Alogaritma yang digunakan oleh mesin pencari dapat berdampak besar pada jenis dan jumlah informasi yang digali.Alogaritma pencari menentukan apakah setiap kata akan dimasukkan atau hanya 50 kata teratas,dan apakah bobot lebih besar akan diberikan pada kata-kata dalam metadata atau pada judul atau pada kata-kata yang sering digunakan.
                        Portal,seperti dicerminkan oleh namanya adalah pintu masuk menuju Web.Portal biasanya berisikan buku petunjuk,mesin pencari dan fitur-fitur pengguna lainnya seperti laporan cuaca dan berita.Sebagian besar penyedia jasa internet (ISP) adalah portal menuju Web homepage AOL adalah salah satu contohnya.Portal ini menggunakan inforamasi yang didasarkan pada perilaku berita sebelumnya untuk menentukan apa yang akan ditawarkan pada layer pembuka.Bebrapa portal ISP saat ini menawarkan pilihan bagi para pelanggan untuk mendesain secara pribadi portal dengan mesin pencari yang dipilih sendiri oleh pengguna dan sumber sekunder.Sebagian besar dari mesin pencari utama saat ini sebenarnya adalah portal menuju Web yang juga memiliki mesin pencarian sendiri.portal khusus semakin popular belakangan ini.Salah satu contoh portal khusus,portal industri ,menyajikan berbagai macam sumber berkaitan dengan suatu industri tertentu.Competia Express,situs intelijen bersaing (http:// www.competia.com /express /indeks.html),menawarkan portal industri dari berbagai macam industri.
                        Tentukan Pilihan Pencarian
            Hampir seluruh layanan pencarian memiliki tombol Help yang akan membimbing anda kepada informasi tentang prosedur pencarian dan pilihan dari mesin pencari tersebut.Bagaimanakah cara kerja mesin pencari ? dapatkah anda menggabungkan istilah dengan menggunakan operator Boolean (AND,OR,NOT) atau konektor lain? Bagaimana anda memasukkan frase ?menentukan tampilan hasil pencarian?sebagian mesin pencari menyediakan pilihan pencarian dasar atau tingkat lanjut.
Bangun Pertanyaan Pencarian dan Masukkan Itilah Pencarian
            Web bukanlah sebuah basis data,maupun memiliki perbendaharaan kata yang terkontrol.Oleh karena itu Anda harus serinci mungkin menggunakan kata kunci dalam pertanyaan manajemen dan variasi-variasiyang dapat anda pikirkan.Langkah untuk mencari informasi dengan kata kunci mugkin membutuhkan beberapa kali uji coba.Misalnya,suatu istilah yang umum (seperti bisnis) tidak akan bermanfaat dalam suatu mesin pencari yang melakukan pengideksan berdasarkan setiap kata dalam setiap dokumen.
Simpan Hasil Pencarian
            Jika telah menemukan informasi yang baik,anda perlu menyimpanya sebagai acuan di masa yang akan datang sehingga dapat menyitirnya kedalam proposal atau pada saat mengembangkan pertanyaan investigasi yang mengacu padanya.Jika anda tidak menyimpan dokumen tersebut,anda mungkin harus melakukan pencarian sekali lagi.Masalahnya di masa yang akan datang dokumen yang sama mungkin sudah tidak akan tersedia dengan pertimbangan bahwa sebagian dari Web akan direvisi dan diperbaharui setiap hari.
Lengkapi Hasil dengan Informasi dari Sumber Non-Web
            Masih tersedia informasi dalam jumlah yang sangat besar di dalam buku,jurnal dan sumber cetak lainnya yang tidak tersedia di dalam Web.Sementara sebagian periset mulai dan berakhir di sini,sedangkan bagi periset senior tahu bahwa di Web hanyalah salah satu dari pilihan penting yang ada.
Mencari Informasi Spesifik dalam Web
            Setelah mendefinisikan topic dan menetapkan istilah pencarian,anda perlu menentukan apakah anda mencari suatu situs yang spesifik (sesuatu yang telah diketahui) atau suatu alamat dari seseorang atau institusi (siapa),lokasi dan lokasi geografis (dimana),atau suatu topik (apa)
Pencarian Sesuatu yang diketahui
            Sama seperti prsedur pencarian katalog online di perpustakaan yang beragam antara sesuatu yang diketahui (pengarang atau judul pasti) dan pencarian yang menggunakan kata kunci umum,demikian pula cara anda mengelompokkkan Web untuk suatu hal yang pasti akan berbeda dengan pertanyaan yang lebih umum.Salah satu yang pertama kali mengikuti perkembangan ini adalah mesin pencari google (http://www.gooogle.com/),yang memulai debutnya pada tahun 1998.Sistem google juga menekankan pentingnya halaman yang terhubung dalam algoritmanya.
Pencarian “Siapa”
            Dalam pencarian “siapa”,anda mencari suatu alamat e-mail,nomor telepon,alamat di suatu tempat atau alamat Web dari seseorang atau institusi.Pertama-tama anda perlu mengidentifikasi sauatu basis data tersebut sesuai dengan prosedur pencariannya.Mesin pencari web dan situs portal bermitra dengan info USA (http:// www.info USA .com/) untuk memasok basis data berupa nomor telepon untuk jasa buku telepon mereka.
Pencarian “Dimana”
            Pilihan “dimana” adalah layanan pemetaan yang membantu anda menemukan suatu alamat pada peta atau menemukan jalur suatu tempat ke tempat lain.Layanan pemetaan adalah basis data.Basis data sangat canggih saat ini tidak hanya sekedar mewakili data-data berupa angka.sebagian juga berisikan citra geografi rinci,seperti yang disediakan oleh space imaging.Space imaging mengumpulkan dan atau mendistribusikan gambar bumi dari satelit Indian Remote Sensing,satelit Landsat milik Amerika,dan system radar pencitraan dari Kanada,Jepang dan Eropa.Kunjungi galeri Space Imaging untuk melihat kejadian-kejadian dengan sudut pandang berbeda.www.spaceimaging.com
Pencarian “Apa”
            Seperti yang telah kami jelaskan,mesin pencari cukup beragam dalam cara mereka bekerja dan dalam besarannya.Jika anda mencari suatu istilah yang tidak umum,pilih salah satu mesin pencari yang lebih komprehensif,seperti Nortern Light (http://www.northernlight.com/) atau Alta vista(http://altavista.digital.com/).Akan tetapi umumnya akan lebih efisien jika pencarian dimulai dengan suatu buku petunjuk seperti Yahoo atau salah satu buku petunjuk yang lebih khusus pada Web.Beberapa situs khusus yang bagus adalah Argus Clearinghouse (http://www.cleringhouse.net/) yang menampilkan petunjuk subjek untuk lusinan topic yang disiapkan oleh pustakawan dan para spesialis lainnya serta INFOMINE yang merupakan koleksi sumber internet ilmiah dari university of California (http://infomine.ucr.edu/)

c)      Informasi Pemerintah
Publikasi pemerintah ,khususnya yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika,adaalh sumbetr wajib bagi beberapa proyek riset bisnis.Badan-badan pemerintahan Amerika jika dianggap sebagai satu kesatuan,adalah badan penerbit terbesar di seluruh dunia. Disebut demikian karena pemerintah mengumpulkan dan menyediakan akses mengenai data social,ekonomi,dan demografi.Pemerintah Amerika terus bekerja secara agresif untuk membuat informasi yang dimiliki tersedia,bukan hanya melalui Depository Library Program tetapi juga melalui pengembangan sumber elektronik.
Dua sumber yang paling baik berkenaan dengan badan pemerintahan Amerika adalah:
·         Manual Pemerintah Amerika (diterbitkan setiap tahun)
      http:// www.gpoaccess.gov/gmanual/index.html (direvisi setiap tahun)
·         Buku petunjuk kongres (diterbitkan setiap tahun)
      Informasi pemerintah berkenaan dengan bidang –bidang penting ini dan informasi legal lainnya dapat diperoleh dengan berkonsultasi dengan GPO Access (http://www.gpoaccesss.gov).Hal yang sangat berharga dalam GPO Access adalah basis data yang mencakup hokum,pertauran,debat dan publikasi kongres.Basis data utama di bidang hokum dan regulasi adalah:
·         Rancangan undang-undang kongres menyediakan berbagai rancangan undang-undang dari berbagai versinya.Hanya sebagian kecil dari koleksi rancangan undang-undang tersebut yang akan menjadi hokum.Tetapi topic yang dikoleksi dapat memberikan informasi tentang kecenderungan yang sedang berkembang bagi periset bisnis.
·         Hukum politik menyediakan undang-undang yang telah disahkan denagn cakupan waktu mulai tahun 1994 hingga saat ini.
·         Federal register “publikasi harian resmi berisikan aturan-aturan yang diajukan dan pemberitahuan dari badan dan organisasi pemerintah pusat,termasuk juga keputusan pemerintah dan dokumen presidensial lainnya.
·         Code of Federal Regilations (SFR) suatu kodifikasi dari aturan umum dan permanent yang awalnya dipublikasikan dalam federal register oleh departemen dan badan eksekutif pemerintah pusat
      Informasi mengenai statistic pemerintah dapat diperoleh melalui konsultasi dengan sumber-sumber berikut:
·         Abstrak statistic Amerika (http://www.census.gov/prod/www/statistical-abstract-us.html)
·         Fedstats (federal statistic)(http://www.fedstats.gov)
·         Biro sensus Amerika(http://www/cencus.gov)

c.    Penambangan Sumber Internal
Alogaritma rumit yang digunakan dalam pengembangan data telah ada lebih dari dua decade Pemerintah Amerika menggunakan perangkat lunak penambangan data yang disesuaikan dengan menggunakan jaringan neural fuzzy logic,dan pengenalan pola untuk menangkap adanya pelanggaran pajak penyadapan komuniaksi luar negeri dan proses gambar satelit.Hingga saat ini perangkat penambangan data diatas tersedia hanya untuk perusahaan atau badan yang sangat besar karena pertimbangan biayanya.
Dalam evolusi dari data bisnis menjadi informasi,setiap tahapan baru dibangun dari tahapan yang sebelumnya.Proses mendaptkan informasi dari data telah dilakukan di berbagai industri selam bertahun-tahun.
Penemuan Pola
Perangkat penambangan data dapat deprogram secara teratur untuk mengolah basis data dan mengidentifiaksi pola-pola yang sebelumnya masih tersembunyi.Data adalah menemukan pola pembelian ritel (digunakan untuk manajemen persediaan),mengidentifiaksi fluktuasi volume call center(digunakan untuk penunjukan tenaga pelaksana),dan mencari lokasi data anomali  yang dapat mencerminkan kesalahan pemasukan data (digunakan untuk mengevaluasi kebutuhan akan pelatihan,evaluasi tenaga kerja atau keamanan).
Proses Pengembangan Data
Penambangan data,seperti yang dijelaskan pada peraga 7-12 (dalam lampiran) melibatkan lima tahapan proses:
·         Sampel:putuskan antara sensus dan data sample
·         Eksplorasi: Identifikasi hubungan antar data
·         Modifikasi:modifikasi atau transformasi data
·         Model: kembangkan suatu model yang menjelaskan hubungan data.
·         Ukur uji keakrutan model
Sampel
            Periset harus memutuskan apakah akan menggunakan keseluruhan data atau hanya sample dari data.Jika data yang ditetapkan dalam pertanyaan tidak besar,jika kemampuan memproses tinggi,atau jika memang penting memahami pola dari setiap catatan dalam basis data,maka penggunaan sample tidak boleh dilakukan.Namun demikian jika gudang datanya besar (hingga terabyte data),sehingga kemampuan memproses terbatas atau keceapatan lebih penting ketimbang analisis yang lengkap,akan lebih bijaksana untuk menarik sample.
Eksplorasi
            Setelah mengambil sample data yang dilakukan,tahap berikutnya adalah mengeksplorasinya secara visual atau numerical untuk mencari tren atau kelompok.Baik eksplorasi visual ataupun statistic (visualisasi data) dapat digunakan untuk mengidentifiaksi tren.Pada saat melakukan eksplorasi periset juaga dapat melihat hal-hal yang menyimpang sehingga diketahui apakah datanya perlu dibersihkan terlebih dahulu atau kasusnya dihentikan,atau sample data dengan jumlah lebih besar dikumpulkan.
Modifikasi
            Berdasarkan pada apa yang ditemukan dalam tahap eksplorasi,data yang diperoleh mungkin perlu dimodifikasi.Jika diperoleh suatu bentuk yang penting ,factor-faktor baru dapat diperkenalkan untuk mengkategorikan data ke dalam kelompok ini.Disamping itu ,variable yang didasarkan pada kombinasi anatr variable yang ada juga dapat ditambahkan ,dicatat,ditransformasi ,atau digugurkan
Model
            Setelah data disiapkan,pembentukan model mulai dialkukan.Teknik pemodelan dalam penambangan data meliputi jaringan neural dan juga pohon keputusan,yang dibuat berdasarkan urutan,klasifikasi dan estimasi,serta model berdasarkan genetika.

C.    Pengertian Riset Kualitatif
Riset kualitatif terdiri dari suatu “rangkaian teknik interpretasi yang akan menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan, dan menjelaskan makna, bukan frekuensi, dari suatu kejadian dalam dunia sosial yang kurang lebih terjadi secara alami. “ teknik kualitatif digunakan pada tahap pengumpulan data dan analisis data dalam suatu proyek. Pada tahap pengumpulan data, rangakain tekniknya antara lain kelompok focus, wawancara mendalam individu, studi kasus, etnogarafi, teori berdasar, riset, dan observasi. Pada saat analisis, periset kualitatif menggunakan analisis isi dari material yang dicatat atau direkam yang diperoleh dari ungkapan pribadi peserta, observasi perilaku, dan Tanya jawab paengamat, di samping studi atas artifak dan penelusuran bukti dari lingkungan fisik.
Judith langer, seorang riset kualitatif terkemuka, menjelaskan bahwa riset kualitatif adalah hal yang ideal untuk dilakukan jika anda ingin mendapatkan perasaan, emosi, motivasi, persepsi, “bahasa”konsumaen, atau perilaku yang menjelaskan diri.
Riset kualitatif mengambil data dari berbagai sumber, termasuk beberapa sumber berikut ini :
-      Masyarakat ( secara individu dan kelompok )
-      Organisasi atau institusi
-      Teks ( yang diterbitkan, termasuk yang virtual )
-      Lingkungan dan latar belakng ( materi – materi visual / sensorik dan maya )
-      Objek, artifak, produk media ( produk tertulis / visual / sensorik dan maya )
-          Kejadian ( produk tertulis /visual / sensorik dan maya )
Metode riset kualitatif memiliki akar diberbagai ilmu, termasuk antropologi, sosiologi, psikologi,bahasa, komunikasi, ekonomi, dan semiotik. Sebagian besar manajer senior beranggapan bahwa data kualitaif terlalu subjektif dan rentan terhadap kesalan manusia serta bias dalam pengumpulan data dan pemaknaannya.
Namun demikian, saat ini semakin banyak manajer yang kembali menggunakan reknik ini karena teknik kuantitafif tidak berhasil memberikan pandangan yang diperlukan untuk membuat suatu keputusan bisnis yang bahkan lebih mahal lagi. Manajer memecahkan masalah kepercayaan data kualitaitif dengan menggunakan metodologi ilmiah.
Perbedaan riset kuliatatif dan riset kuantitatif
·         Riset kuantitafif mencoba melakukan pengukuran yang akurat terhadap sesuatu. Dalam riset bisnis, metodologi kauntitatif biasanya mengukur perilaku, pengetahuan, opini atau sikap konsumen. Data kuantitatif sering berisikan tanggapan peserta yang kemudian iberi kode kelompokan, dan dipserkecil menjadi beberapa saja sehingga data tersebut dapat dimanipulasi untuk analisa statistik.
·         Riset kualitatif kadangkala disebut riset interpretasi karena berupaya mengembangkan pemahan melalui penjelasan yang rinci sekali membangun suatu teori namun jarang mengujinya. Data kualitatif adalah segala sesuatu yang berbentuk teks, psnjelasan rinci suatu kejadian, situasi, dan interaksi, baik verbal atau visual, membentuk suatu data.

D.    Proses Riset Kualitatif
Proses mengembangkan suatu proyek kualitatif mirip dengan proses riset. Ada tiga perbedaan utama yang benar – benar mempengaruhi proses riset : ( 1 ) tingkatkan pengembangan pertanyaan dalam hirarki pertanyaan riset manajemen sebelum pelaksanaan riset kualitatif dijalankan, ( 2 ) persiapan peserta sebelum mengalami riset, dan ( 3 ) sifat dan tingkatkan data yang diperoleh dari pengarahan kepada pengamat atau pewawancara.
Sebagian besar riset kualitatif melibatkan persiapan yang rinci bagi para peserta, yang disebut dengan pra – latihan atau penugasan awal. Tahap ini sangat penting karena adanya keinginan untuk mendapatkan rincian dan makna dari para peserta.

E.     Metodologi Riset Kualitatif
Pengambilan Sampel
Ukuran sampel untuk riset kualitatif berbeda sesuai dengan teknik yang digunakan tetapi pada umunya kecil. Suatu studi kasus mungkin  hanya melibatkan dua atau tiga kelompok fokus atau beberapa puluh orang untuk wawancara mendalam.
Riset kualitatif menggunakan pengambilan sampel nonprobabilitas – dimana tidak dilakukan upaya yang cukup besar untuk menadapatkan jumlah sampel yang mewakili. Beberapa jenis pengambilan sampel nonprobabilitas yang umum :
-       Pengambilan sampel bertujuan. Periset memilih peserta secara langsung berdasarkan karakteristik yang unik atau pengalaman, sikap, atau persepsi mereka ; sejalan dengan terbentuknya kategori peserta teoritis atau konseptual pada saat proses wawancara berkembang, periset mencari peserta baru untuk mengantisipasi pola baru yang muncul.
-       Pengambilan sampel bola salju. Peserta memberitahu kepada periset akan orang lain yang memilki karakteristik, pengalaman, atau sikap yang mirip atau berbeda dari mereka.
-       Pengambilan sampel kemudahan. Periset memilih dari individu – individu yang telah tersedia sebagai peserta.
Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data utama dalam metodolgi kuantitatif. Wawancara beragam sesuai dengan jumlah orang yang terlibat dalam wawancara, tingkatan struktur, kedekatan pewawancara dengan peserta, dan jumlah wawancara yang dilakukan selama riset.
Periset memilih baik wawancara tak struktural ( tidak ada pertanyaan khusus atau urutan topik yang akan didiskusikan, dimana masing – masing wawancara disesuaikan dengan masing – masing peserta ; biasanya dimulai dengan narasi seorang peserta ). Atau wawancara semi strukrural ( biasanya dimulai dengan beberapa pertanyaan khusus dan selanjutnya sudut pandang masing – masing individu sejalan dengan penggalian lebih jauh oleh pewawancara ) atau wawancara strukural ( sering menggunakan petunjuk wawancara yang rinci, seperti pada sebuah kuesioner, untuk mengatur urutan pertanyaan serta cara – cara khusus pengajuan pertanyaan, namun pertanyaannya biasanya tetap terbuka ). Wawancara terstruktur memungkinan perbandingan antar respons yang lebih langsung ; variasi pertanyaan dibatasi dan oleh karena itu variasi jawaban diasumsikan nyata. Disamping itu, dalam wawancara terstruktural, kenetralan pewawancara terus dipertahankan.
Sebagian besar riset kualitatif didasarkan pada wawancara tak terstruktural atau semi terstruktural. Wawancara tak terstruktural dan semi terstruktural yang digunakan dalam riset kualitatif berbeda dari wawancara terstruktural pada beberapa aspek antara lain :
-       Bergantung  pada pengembangan dialog antara pewawancara dan peserta
-       Membutuhkan kretivitas pewawancara yang lebih tinggi.
-       Menggunakan keahlian pewawancara untuk mendapatkan variasi data yang lebih banyak dan lebih luas.
-       Menggunakan pengalaman dan keahlian pewawancara untuk mendapatkan jawaban sejelas – jelasnya dan lebih rinci.
Sebagian wawancara dilakukan dengan tatap muka, dengan manfaat utama berupa kemampuan untuk mengamati dan mencatat perilaku nonverbal maupun verbal. Akan tetapi wawancara juga sebenarnya dapat dilakukan melalui telepon atau online. Wawancara dengan telepon atau online membuka peluang dilakukannya wawancara dalam kerangka waktu yang sama namun mencakup peserta dari wilayah geografi yang lebih luas. Menggunakan pewawancara yang lebih segar dan lebih nyaman dalam melakukan wawancara sering dilakukan dari rumah atau kantor  akan meningkatkan kualitas wawancara.
Teknik Projektif
Karena periset sering kali mencari makna yang tersembunyi atau disembunyikan, teknik projektif dapat digunakan dalam struktur wawancara. Beberapa tenik yang digunakan antara lain sebagai berikut :
-       Asosiasi kata atau gambar
-       Pelengkap kalimat
-       Kartun atau gelembung kosong
-       Uji apersepsi Tematis
-       Pemilihan koraponen
-       Pemilihan sensori
-       Penjenjangan atau rantai manfaat
-       Latihan imajinasi
-       Alam semesta khayalan
-       Pengunjung dari planet lain
-       Personifikasi
-       Figure otoritas
-       Ambiguitas dan paradoks
-       Pemetaan semantic
-       Pemetaan merek
Latihan di atas kertas dapat menggugurkan anggota atau kelompok yang kurang verbal. Teknik projektif dapat meredam ketegangan yang disebabkan oleh topic yang sensitive atau dapat sanagat bermanfaat pada saat perubahan fokus dalam wawancara sudah hampir tiba. Seorang pewawancara yang terlatih sangat dibutuhkan jika riset yang dilakukan membutuhkan penggunaan satu atau lebih teknik di atas dalam suatu wawancara mendalam individu atau kelompok. Teknik – teknik di atas juga cukup menghabiskan waktu jika digunakan, sehingga memeperpanjang jangka waktu wawancara individu atau kelompok. Di samping itu juga akan memperpanjang waktu analisa data.
Kualifikasi Pewawancara
wawancara membutuhkan seorang pewawancara yang terlatih ( sering disebut sebagai moderator bagi wawancara kelompok ) atau keahlian yang diperoleh dari pengalaman. Keahlian ini antara lain bagaimana membuat responden merasa nyaman, menggali data dengan rinci tanpa membuat responden merasa terpaksa, tetap netral sambil terus mendorong peserta untuk berbicara dengan terbuka, mendengar dengan baik, mengikuti pola berpikir paserta, dan mendapatkan pemahaman dari suatu dialog deskriptif yang rinci dan dilakukan selama berjam – jam. Pewawancara ahli belajar untuk menggunakan kesamaan atau perbedaan dengan yang diwawancarai untuk menggali informasi ; kesamaan digunakan untuk menghantarkan simpati dan pengertian, sementara perbedaan digunakan untuk mendemonstrasikan keberanian untuk mengerti dan empati. Seorang pewawancara yang ahli haruslah seorang yang “cepat belajar”, seorang yang dapat menangkap pengertian dari suatu isu tanpa harus memiliki pengalaman sebelumnya tentang produk atau jasa yang dibahas atau menjadi seorang tenaga teknis ahli. Pewawancara sesungguhnya bertanggung jawab untuk menciptakan pedoman wawancara atau diskusi, suatu daftar atas topik-topik yang akan didiskusikan (wawancara tak terstruktur), pertanyaan yang akan ditanyakan (semi terstruktur) dan dengan urutan bagaimana (terstruktur).
Pewawancara sering kali harus bertanggung jawab dalam menciptakan pertanyaan penyaring yang digunakan untuk merekrut peserta riset kualitatif. Pra-wawancara ini menggunakan perangkat yang mirip dengan kuesioner, yang disebut dengan saringan rekrutmen. Secara umum pewawancara adalah seorang konsultan dengan tanggung jawab yang luas.
Wawancara Mendalam Individu
Wawancara mendalam individu atau individu depth interview (IDI) adalah interaksi antara seorang pewawancara dengan seorang peserta tunggal. Wawancara mendalam individu biasanya membutuhkan waktu antara 20 menit (wawancara melalui telepon) dan 2 jam (wawancara tatap muka yang telah dijadwalkan sebelumnya), tergantung pada isu atau topik yang dibahas dan metode berhubungan yang digunakan. Orang yang diwawancara sering dilengkapi dengan prawawancara yang dikirim melalui pos, fax, atau internet. Belakangan ini, teknologi mendorong digunakannya alat bantu visual dan dengar pada saat wawancara, yang menciptakan suatu metodologi yang dikenal sebagai wawancara langsung berbantuan komputer atau computer assited personal interviews (CAPIs). CAPIs sering menggunakan wawancara mendalam individu yang terstruktur atau semi terstruktur.
Peserta wawancara mendalam individu biasanya dipilih bukan karena opini mereka mewakili opini umum tetapi karena pengalaman serta sikap mereka yang mencerminkan keseluruhan cakupan isu yang sedang dipelajari. Wawancara mendalam individu biasanya direkam (audio dan atau video) dan kemudian diterjemahkan sehingga dapat memberikan rincian yang kaya bagi periset, dan ini adalah sasaran dari penggunaan metodelogi tersebut. Pewawancara juga diwawancarai untuk mendapatkan reaksi pribadi mereka terhadap sikap, pemahaman, dan kualitas wawancara para peserta. Wawancara mendalam individu membutuhkan waktu yang sangat banyak baik bagi si pewawancara pada saat wawancara dilakukan. Sebagian responden mungkin merasa lebih nyaman untuk mendiskusikan topik atau membagikan pengamatan, perilaku, dan sifat mereka dengan satu orang saja, responden yang lain mungkin lebih nyaman jika dilakukan dalam kelompok.
Wawancara Kelompok
Wawancara kelompok adalah metode pengumpulan data dengan mengunakan pewawancara tunggal dengan lebih dari satu peserta riset. Wawancara kelompok dapat dijelaskan oleh ukuran kelompok atau komposisinya.
Dalam hal komposisi, kelompok dapat berupa kelompok heterogen (berisikan individu yang berbeda, beragam opini, latar belakang, tindakan) atau homogen (berisikan individu yang mirip; pendapat, latar belakang, dan tindakan yang seragam). Kelompok juga dapat berisikan pakar (individu yang sangat memahami isu yang akan didiskusikan) atau bukan pakar (mereka yang sedikitnya memiliki beberapa informasi yang dibutuhkan namun pada tingkat yang tidak diketahui).
Struktur dan proses wawancara kelompok meliputi interaksi moderator dengan kelompok dan pemeriksa kelompok untuk mengklarifikasi respon peserta. Moderator dapat menciptakan batas pada hasil karena mengirimkan sinyal verbal ataupun nonverbal bahwa suatu tanggapan lebih disukai dari tanggapan yang lain. Moderator juga dapat mengarahkan diskusi hingga ke titik dimana sebenarnya tidak membantu klien. Hanya dengan pelatuhan, dan pengalaman, yang dapat membantu pewawancara mengatasi potensi kelemahan wawancara kelompok ini.
Periset ahli membantu sponsor menentukan jumlah wawancara kelompok yang tepat yang akan dilakukan. Jumlah kelompok ditentukan oleh:
·      Cakupan isu yang distudi. Semakin lebar isu, semakin banyak kelompok yang dibutuhkan
·      Jumlah segmen pasar yang berbeda. Semakin banyak jumlahnya dan semakin besar perbedaannya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
·      Jumlah ide baru atau pemahaman yang diinginkan. Semakin besar jumlah, semakin banyak kelompok yang dibutuhkan
·      Tingkat perincian informasi. Semakin rinci semakin banyak kelompok yang dibutuhakan
·      Tingkat perbedaan geografis atau etnis pada sifat atau perilaku. Semakin besar pengaruhnya, semakin banyak kelompok dibutuhkan
·      Homogenitas kelompok. Semakin tidak homogen, semakin banyak kelompok dibutuhkan.
Aturan umumnya adalah tetap lakukan wawancara kelompok hingga tidak ada pemahaman baru diperoleh. Sering sekali beberapa kelompok saja sudah mencukupi, atau kadang kala jumlahnya meningkat menjadi 8 atau 12.
Kelompok Fokus
Kelompok fokus adalah suatu panel yang umumnya terdiri dari 6 hingga 10 orang, dipimpin oleh seorang moderator terlatuh, yang bertemu antara 90 menit hungga 2 jam. Dalam sebuah riset, kelompok fokus sering menjadi unik karena keterlibatan sponsor riset dalam prosesnya. Sebagian besar fasilitas wawancara memungkinkan sponsor mengamati kelompok dan dinamika yang terjadi pada saat proses sedang berjalan, mengamati pemahaman sendiri dari percakapan dan sinyal-sinyal nonverbal yang diamatinya.
Kelompok fokus biasanya selesai dalam tempo dua jam, namun dapat berkembang dari satu hingga tiga jam. Kelompok fokus yang dijalankan lebih lama namun semakin sedikit jumlahnya saat ini semakin banyak detemukan. Karena semakin lama, dibutuhkan kegiatan yang dapat mengungkapkan perasaan, pengetahuan, dan motivasi yang lebih dalam. Disamping sesi kreativitas yang menggunakan teknik projektif atau melibatkan peserta dalam sesi menulis atau menggambar, atau menciptakan penggabungan visual, kegiatan lain yang umum dalam kelompok fokus adalah :
·           Asosiasi bebas “kata atau frase apa yang muncul dalam benak Anda pada saat memikirkan X?”
·           Pemilahan gambar. Peserta memilih label merek atau dengan cermat memilih citra yang berkaitan dengan kepribadian merek berdasarkan kriteria yang dipilih peserta.
·           Pemilahan foto. Kepada peserta diberikan foto orang, yang selanjutnya diberi pertanyaan : “Yang mana di antara orang-orang ini yang...?” atau “Yang mana di antara orang-orang ini tidak...?”
·           Permainan peran. Dua atau tiga anggota kelompok diminta untuk menanggapi pertanyaan berdasarkan pada pribadi mereka atau peran yang mereka mainkan.
Kelompok fokus sering digunakan sebagai teknik eksplorasi tapi dapat juga menjadi metodologi utama. Pada kedua kasus tersebut, sebuah perguruan tinggi kecil menggunakan kelompok fokus untuk mengembangkan rencana bagaimana menarik lebih banyak pendaftaran mahasisiwa baru, dan sebuah rumah sakit darah menggunakan kelompok fokus untuk meningkatkan sumbangan darah. Kelompok fokus sangat bermanfaat dalam sekenario berikut ini:
·         Mendapatkan latar belakang umum tentang suatu topik atau isu
·         Menghasilkan pertanyaan riset untuk dieksplorasi melalui metodologi kuantitatif
·         Menerjemahkan hasil riset kuantitatif yang telah diperoleh sebelumnya
·         Merangsang ide baru bagi produk dan program
·         Menggarisbawahi bidang peluang yang harus dikejar oleh manajer tertentu
·         Mendiagnosa masalah yang harus dipecahkan manajer
·         Menciptakan kesan dan persepsi merek dan ide produk
·         Menghasilkan suatu tingkat pemahaman tentang pengaruh-pengaruh dalam dunia peserta.
Terdapat bidang lain yang digunakan oleh wawancara kelompok fokus. Walaupun bidang-bidang tersebut yang paling sering digunakan bersama kelompok fokus, mereka juga dapat digunakan bersama jenis dan besaran wawancara kelompok yang lain.
Kelompok Fokus Telepon. Dengan fasilitas konfrensi telepon yang modern, kelompok fokus telepon dapat dilakukan dengan efektif dalam situasi berikut ini:
a.    Pada saat tidak mudah untuk merekrut peserta yang diinginkan, anggota kelompok elit dan responden yang sulit ditemukan seperti pakar, profesional, dokter ahli, eksekutif papan atas, dan pemilik toko.
b.    Pada saat kelompok ssaran jarang dijumpai, “Kejadian yang jarang”. Atau secara geografis menyebar luas, direktur klinik medis, selebrity, dan praktisi pedesaan
c.    Pada saat isunya sangat sensitif sehingga penyamaran identitas dibutuhkan tetapi responden harus berasal dari wilayah geografis yang lebar, orang yang menderita penyakit menular, orang yang menggunakan produk yang tidak biasa digunakan, orang dengan penghasilan tinggi, pesaing.
d.   Pada saat ingin melakukan beberapa kelompok fokus saja namun harus mewakili keseluruhan wilayah.
Kelompok fokus telepon biasanya lebih singkat dari kelompok tradisional, rata-rata sekitar satu jam. Berlawanan dengan kelompok tatap muka, kelompok telepon yang heterogen dapat lebih produktif. Orang dengan peran atasan-bawahan dapat dibaurkan sepanjang mereka tidak berasal dari satu kota yang sama. Kelompok fokus telepon cenderung efektif dalam kondisi berikut ini:
·      Jika peserta perlu memegang sebuah produk
·      Pada saat suatu objek diskusi tidak dapat dikirim melalui email
·      Pada saat sesi wawancara akan berlangsung lama
·      Pada sat pesertanya adalah kelompok anak-anak
Kelompok Fokus Online. Suatu teknik yang sedang berkembang untuk riset eksplorasi adalah dengan mendekati dinamika kelompok dengan menggunakan email, situs Web, Usenet newsgroup, atau ruang bicara internet. Kelompok fokus ini juga terbukti efektif untuk remaja dan kaum muda, juga untuk segmen pasar yang memiliki pekerjaan, yaitu mereka yang nyaman dengan penggunaan komputer. Mereka menjadi sangat berguna pada saat suatu aplikasi berbasis komputer, seperti perangkat lunak atau permainan, menjadi topik diskusi kelompok.
Kelompok Fokus Konferensi Video. Kelompok fokus ini adalah teknologi lain yang digunakan dalam wawancara kelompok. Karena perusahaan dan universitas besar cenderung ingin memiliki fasilitas konferensi video sendiri, maka sebagian besar kelompok fokus konferensi video cenderung terjadi dalam kondisi demikian, karena itu membatasi peserta hanya mereka yang memiliki akses pada fasilitas khusus ini.
Merekam, Menganalisis, dan Melaporkan Wawancara Kelompok
Pada wawancara tatap muka, sebagian moderator menggunakan kertas yang cukup besar yang ditempelkan di dinding ruang untuk merekam tren; yang lain menggunakan buku catatan. Manajer fasilitas membuat rekaman video dan pita audio agar dapat dilakukan analisa penuh terhadap wawancara. Bagian verbal wawancara kelompok diterjemahkan bersamaan dengan dilakukannya wawancara terhadap moderator dan ditambah pada catatan moderator. Hal ini kemudian dianalisa di beberapa sisi kelompok fokus dengan menggunakan analisis isi. Proses analilsis ini memberikan gambaran kualitatif kepada sponsor riset tentang apa yang menjadi perhatian, ide, sikap, dan perasaan responden. Gambaran awal isi wawancara kelompok sering sekali dibuat dengan mnggunakan perangkat lunak komputer pada saat melakukan analisis isi. Perangkat tersebut mencari frase dan kata yang umum, konteks, serta pola ekspresi dalam catatan yang didigilitasi.

F.     Menggabungkan Metodologi
Studi Kasus
Studi kasus juga disebut dengan riwayat kasus, adalah metodelogi riset yang sangat bermanfaat yang menggabungkan wawancara individu dan (kadang kala) kelompok dengan analisis rekaman dan observasi. Metodelogi studi kasus-atau laporan tertulis dari proyek riset tersebut, sering disebut sebagai analisis kasus atau permulaan kasus-dapat digunakan untuk memahami proses pemasaran tertentu.
Dalam studi kasus, peserta wawancara diminta untuk menceritakan riwayat pengalaman mereka, pengalaman yang dipilih adalah yang mewakili berbagai tingkatan dalam organisasi yang sama atau perspektif yang berbeda dari situasi atau proses yang sama yang memungkinkan adanya kedalaman perspektif. Fleksibilitas pendekatan studi kasus dan penekanan pada pemahaman yang kadang kala disebut dengan deskripsi tebal. Pada saat analisis, analisis kasus tunggal selalu dilakukan sebelum analisis lintas kasus dilakukan. Penekanannya pada perbedaan apa yang terjadi, mengapa dan apa dampaknya. Kesimpulan tertulis dilakukan setelah menyelesaikan studi kasus pada beberapa organisasi atau situasi dan sifatnya spekulatif.
Riset Tindakan
Riset tindakan didesain untuk menjawab masalah yang rumit, praktis, dan belum banyak diketahui, belum ada solusinya. Oleh karena itu skenarionya dipelajari, tindakan koreksi ditentukan, direncanakan dan diterapkan, hasil dari tindakan diobservasi dan dicatat, dan tindakannya sendiri diukur apakah efektif atau tidak. Proses tersebut diulang hingga diperoleh hasil seperti yang diharapkan, namun sepanjang proses ada banyak hal yang dapat dipelajari tentang proses dan tentang tindakan yang disarankan untuk dipelajari. Periset tindakan meneliti dampak pemecahan masalah yang diharapkan.
Menyatukan Metode Kualitatif dan Kuantitatif.
Triangulasi adalah istilah yang digunakan utuk menjelaskan pengkombinasian dari beberapa metode kualitatif atau pengkombinasian kualitatif dengan kuantitatif. Karena adanya kontroversi seperti yang dijelaskan sebelumnya, studi kualitatif dapat dikombinasikan dengan kuantitatif untuk meningkatkan kualitas riset, kususnya pada saat studi kuantitatif mengikuti studi kualitatif dan menjadi alat validasi atas temuan-temuan kualitatif. Empat strategi umum pengkombinasian metodelogi dalam riset pemasaran:
·      Studi kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan secara bersama
·      Studi kualitatif dapat dilakukan sementara beberapa studi kuantitatif juga dilakukan, mengukur perubahan perilaku dan sikap waktu demi waktu
·      Studi kualitatif dilakukan sebelum studi kuantitatif, dan studi kualitatif kedua dilakukan setelah studi kuantitatif, untuk mencari klarifikasi lebih lanjut.
·      Studi kuantitatif dapat mengikuti suatu studi kualitatif
Sebagian periset menyadari bahwa riset kualitatif dapat menutupi kekurangan riset kuantitatif dan sebaliknya. Pemikir-pemikir jauh kedepan ini percaya bahwa metodelogi tersebut saling melengkapi dan tidak saling bersaing.








BAB III
KESIMPULAN

ü  Tahap eksplorasi dalam proses riset menggunakan data sekunder untuk mengembangkan pemahaman dilema manajemen, mencari cara yang telah digunakan oleh orang lain dan memecahkan masalah yang mirip dengan dilema manajemen, serta mengumpulkan latar belakang informasi tentang topik untuk memperbaiki pertanyaan riset.
ü  Riset kualitatif berisikan suatu rangkaian teknik penerjemah yang berupaya menjelaskan, mentransformasikan, menerjemahkan, dan memberikan makna, bukan frekuansi, dari fenomena sosial yang kurang lebihnya terjadi secara alami.





 DAFTAR PUSTAKA



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bibliografi,index, dan katalog

INDEX cat.